Comscore Tracker

Fakta dan Sejarah Perusahaan Rokok PT Djarum, Sudah 69 Tahun Berdiri

Bisa melewati masa krisis hingga berekspansi di perbankan

Jakarta, IDN Times - Siapa yang tak kenal PT Djarum. Di usianya ke 69 tahun, perusahaan terbuka tersebut masih berdiri kokoh. Menilik sejarah, pendirian Djarum tak lepas dari tangan dingin dari Oei Wie Gwan.

Berhubungan dekat dengan para pejuang di masa kemerdekaan, Oei Wie merintis usaha dengan membuat rokok untuk dikonsumsi para militer. Oei Wie Gwan adalah pebisnis yang berasal dari Rembang, Jawa Tengah.

Dilansir dari berbagai sumber, Oei Wie mulai mengembangkan bisnisnya dengan banyak terjun ke lapangan. Mulai dari meramu tembakau, saus sampai ke pemasaran. Berikut perjalanan bisnis PT Djarum.

1. Djarum menghasilkan empat merek pada awal perkembangannya

Fakta dan Sejarah Perusahaan Rokok PT Djarum, Sudah 69 Tahun BerdiriIlustrasi Rokok (IDN Times/Aldzah Aditya)

Pada 21 April 1951, perusahaan rokok Djarum didirikan berbentuk badan hukum
sebagai perusahaan perseorangan. Produk yang dihasilkan terdiri dari empat merek, yaitu Djarum, Merata, Kotak Ajaib dan Kembang Tanjung yang semuanya merupakan Sigaret Kretek Tangan (SKT).

Tahun 1955, perusahaan mulai memperluas usahanya dengan menambah dua lokasi produksi yang menghasilkan produk Djarum lainnya, yaitu rokok klobot. Pada tahun 1962, terjadi perluasan usaha lagi dengan menambah satu lokasi produksi sehingga produksinya telah mencapai 329 juta batang per tahun.

2. Pabrik Djarum sempat terbakar di tahun 1963. Tahun itu pula Oie Wie Gwan meninggal dunia

Fakta dan Sejarah Perusahaan Rokok PT Djarum, Sudah 69 Tahun BerdiriIDN Times/Irma Yudistirani

Namun, perkembangan Djarum sempat terhambat. Pada tahun 1963, setelah  terjadi perluasan satu lokasi produksi lagi, pabrik terbakar habis. Pada tahun itu pula,
Oie Wie Gwan meninggal dunia di Semarang tanpa sempat mengetahui pabriknya telah terbakar. Akhirnya, yang tertinggal hanya di satu lokasi, yaitu di Kliwon, Kabupaten Kudus. Seluruh kegiatan pun dipindahkan ke sana dan tiga tahun kemudian kegiatan produksi dipusatkan di Jetak dan Gribig, Kabupaten Kudus.

Pengggunaan nama Djarum bukan diberikan oleh Oie Wie Gwan, melainkan sudah melekat pada pabrik yang telah dibelinya. Djarum yang dimaksudkan disini adalah djarum pada gramophone pemutar piringan hitam model kuno. Lalu dibawah nakhoda dua saudara Bambang dan Budi Hartono, terjadi perkembangan usaha mulai tahun 1963.

Baca Juga: 55 Atlet Muda Bulutangkis Masuk Babak Karantina Audisi Umum PB Djarum

3. Djarum berhasil melewati masa krisis hingga mencetak produksi 3 miliar batang rokok

Fakta dan Sejarah Perusahaan Rokok PT Djarum, Sudah 69 Tahun BerdiriIlustrasi cukai rokok. IDN Times/Indiana Malia

Bersama karyawan-karyawan setia Djarum, mereka membangun sisa-sisa kebakaran hingga mampu melewati masa-masa genting di tahun 1965-1966. Pada tahun 1967, dilakukan perluasan produk sekaligus dilakukan konsolidasi pertama, yaitu dengan masuknya Ir. Julius Hadinata ke Djarum.

Sebagai lulusan Belanda, Julius banyak melakukan pembenahan. Mulai ada pembagian tugas yang jelas, mesin-mesin dengan teknologi baru yang didatangkan dari Inggris dan Jerman Barat terutama untuk pengolahan tembakau serta pengangkatan beberapa manajer profesional. Pada tahun itu pula produksi melonjak tiga kali lipat (dilihat dari tahun 1965). Pada tahun 1968, bersama dengan perluasan dua lokasi produksi diperkenalkan produk baru dengan nama Admiral dan VIP Biru. Melalui gebrakan pertama tersebut, total produksi yang berhasil terjual adalah sekitar tiga miliar batang.

Dua tahun kemudian muncul beberapa merek produk baru seperti VIP President, VIP International, VIP Agung, VIP Diplomat, VIP Sultan, Granat dan Nahkoda. Pada tahun 1973, Djarum mulai ambil bagian dalam kegiatan ekspor, antara lain ke Amerika Serikat, Arab Saudi, Jepang, Singapura dan Malaysia.

4. Djarum resmi berubah menjadi perseroan terbatas pada 1983

Fakta dan Sejarah Perusahaan Rokok PT Djarum, Sudah 69 Tahun BerdiriIlustrasi rokok (IDN Times/Indiana Malia)

Pada tahun 1976, mulai terdapat perubahan selera konsumen dengan kegemaran masyarakat akan Sigaret Kretek Mesin (SKM). Djarum pun mengantisipasi perubahan selera konsumen tersebut dengan meluncurkan produk Djarum Filter Special, Djarum Filter Deluxe, Djarum Filter King Size. Dua tahun
kemudian disusul dengan peluncuran Djarum Super, yaitu rokok kretek filter yang populer hingga saat ini. Pesatnya permintaan konsumen terhadap produk-produk Djarum memacu peningkatan proses mekanisasi seiring dengan peningkatan produksi Sigaret Kretek Tangan (SKT).

Kini, produk SKM dan SKT Djarum telah menjadi salahsatu pemasok pangsa pasar rokok terbesar di Indonesia. Kesuksesan
tersebut membuat Djarum melakukan langkah-langkah pengembangan, seperti peningkatan produksi, kinerja perusahaan dan inovasi produk untuk menjadi yang terbaik dalam industri rokok. Pada tahun 1983, Djarum berubah menjadi PT (Perseroan Terbatas).

5. PT Djarum terus berekspansi di tengah krisis moneter 1998

Fakta dan Sejarah Perusahaan Rokok PT Djarum, Sudah 69 Tahun BerdiriIlustrasi rokok (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Pada 1998, terjadi krisis moneter. Namun, PT Djarum mulai berekspansi di lini perbankan. BCA yang dikelola Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) akhirnya dibeli PT Djarum setelah lepas kendali dari Salim Group (Liem Sioe Liong). Sebanyak 51 persen saham BCA dimiliki Djarum Group. BCA merupakan bank swasta terbesar di Indonesia, dan sebagai Bank terbesar ke-2 dalam profit (setelah Bank Mandiri) juga terbesar ke-3 dalam aset (setelah BRI dan Bank Mandiri).

Baca Juga: Beda dari Beasiswa Lain, Djarum Beasiswa Plus Berikan Training Ini

Topic:

  • Dhana Kencana

Berita Terkini Lainnya