Comscore Tracker

Ngerinya Virus Corona! Kelabui Imunitas Tubuh Lalu Merusak Jantung

Manipulasi imun tubuh dan berbalik serang jantung

Ternyata tak hanya paru-paru yang diserang oleh virus corona, hasil penelitian terbaru organ tubuh penting lainnya yakni jantung juga menjadi sasaran kerusakan akibat infeksi COVID-19. 

Virus corona yang menginfeksi lewat droplet dan juga air borne ini ternyata menyimpan kengerian yang mengakibatkan kerusakan fatal pada organ tubuh. Dikenal sebagai virus yang menyerang  sistem pernapasan, fakta terbaru jantung juga menjadi salah satu organ yang terkena imbasnya.

Studi terbaru, pada jurnal berjudul “Cardiovascular Implication of Fatal Outcomes of Patients with Coronavirus Disease 2019 (COVID-19)” dari JAMA Cardiology menemukan bahwa lebih dari satu dari lima pasien mengalami keluhan pada jantungnya.

Bagaimana hal ini bisa terjadi?  Simak penjelasannya berikut ini!

Baca Juga: Ciri-ciri Virus Corona, yang Dirasakan Penderita COVID-19 Hari ke Hari

1. Sebanyak 28 persen pasien COVID-19 mengalami kerusakan pada sel otot jantung

Ngerinya Virus Corona! Kelabui Imunitas Tubuh Lalu Merusak Jantungfreepik.com/maksymiv-yura

Para peneliti di Wuhan, Tiongkok yang mengambil sampel 187 pasien positif COVID-19 menemukan hasil bahwa virus tidak hanya menginfeksi saluran pernapasan, jantung juga terkena imbasnya.

Setidaknya 28 persen dari subjek penelitian dilaporkan mengalami cedera miokard, yaitu sel otot jantung. Kondisi itu berhubungan dengan gagal jantung dan ketidaknormalan detak jantung.

Namun tidak semua orang berisiko untuk mengalami komplikasi ini. Menurut studi tersebut 70 persen pasien yang terdiagnosis kondisi tersebut telah memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan jika pasien yang sebelumnya sehat-sehat saja juga mengalaminya.

2. Gangguan jantung terjadi akibat sesak nafas, jantung bekerja ekstra

Ngerinya Virus Corona! Kelabui Imunitas Tubuh Lalu Merusak JantungHonestdocs.id

Pertanyaannya, bagaimana bisa virus pernapasan bisa melebarkan serangannya ke jantung kita? Para ahli kardiologi mengemukakan bahwa ada beberapa kemungkinan mengenai hal ini. Yang pertama terjadi secara tak langsung, timbul akibat gejala pernapasan yang dialami pasien

Pasokan oksigen yang tidak mencukupi ke dalam paru-paru membuat jantung harus bekerja ekstra. Ia kesulitan untuk memompa darah karena absennya oksigen. Akibatnya, detak jantung pun tidak normal, terlalu cepat atau sebaliknya. Hal ini disebut juga sebagai aritmia. 

3. Awalnya serang organ pernafasan, virus corona juga bisa menyerang jantung lewat aliran darah

Ngerinya Virus Corona! Kelabui Imunitas Tubuh Lalu Merusak JantungVirus corona masuk ke membran sel. Débora F. Barreto-Vieira/Fiocruz

Serangan virus corona terhadap jantung juga bisa terjadi secara langsung. Direktur pencegahan penyakit kardiologi dari Johns Hopkins School of Medicine, Dr. Erin Michos angkat bicara mengenai persoalan ini.

Dikutip dari LiveScience, ia mengatakan bahwa virus memang pada awalnya menyerang organ pernapasan. Namun mereka juga bersirkulasi di pembuluh darah kita. Itu artinya, besar kemungkinan virus tersebut untuk menyerang organ lain secara langsung, termasuk jantung.

4. Virus bisa mengelabui sistem imun sehingga berbalik menyerang jantung

Ngerinya Virus Corona! Kelabui Imunitas Tubuh Lalu Merusak JantungIlustrasi virus corona. (IDN Times/Mia Amalia)

Kemungkinan berikutnya adalah sistem imun terpengaruh tipu muslihat virus corona sehingga berbalik menyerang jantung. Fenomena ini disebut sebagai “cytokine storm” atau badai sitokin. Apa itu dan bagaimana ini bisa terjadi? 

Masih dari sumber yang sama, Michos menjelaskan alur dari fenomena tersebut. Jadi, sel paru-paru dan jantung dilapisi oleh enzim yang sama, yakni ACE2. Lapisan ini merupakan pintu masuk virus untuk menginfeksi sel tapi ia juga berperan dalam melindungi sel tersebut. 

Ketika virus berhasil, respons alami tubuh kita adalah dengan mengeluarkan protein bernama sitokin. Ia berperan untuk membuat peradangan pada organ yang terinfeksi. Kondisi pasien bisa semakin buruk jika peradangan terlalu parah. 

Secara normal, ACE2-lah pihak yang bertugas untuk mencegah hal itu terjadi. Namun ia tak bisa menjalankan tugas dengan baik jika ada virus yang menempel padanya. Sitokin yang dikeluarkan tubuh pun membeludak. Akibatnya peradangan tak hanya terjadi pada paru-paru, tapi juga organ lain termasuk jantung. Inilah yang disebut sebagai badai sitokin. 

5. Bukan hal mengejutkan, virus pernapasan memang sering menimbulkan komplikasi pada jantung

Ngerinya Virus Corona! Kelabui Imunitas Tubuh Lalu Merusak JantungIlustrasi virus Corona. (IDN Times/Mia Amalia)

Ternyata anomali seperti ini cukup sering terjadi, terutama pada penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus. Sebelumnya, virus penyebab flu dan SARS pun bisa meningkatkan risiko pasien terhadap penyakit jantung. 

Namun jangan beranggapan bahwa kondisi ini hanya bisa terjadi pada pasien yang punya riwayat penyakit jantung, ya. Orang-orang yang sebelumnya sehat pun bisa mengalaminya juga. Jadi, jangan sepelekan penyakit ini, karena masih belum jelas apa saja yang bisa dilakukan oleh virus tersebut dalam tubuh kita. 

Upaya terbaik yang bisa kita lakukan saat ini adalah dengan melakukan pencegahan sebaik mungkin. Cuci tangan secara teratur, jaga imun tubuh, patuhi anjuran untuk physical distancing di rumah saja, serta membiasakan pola hidup sehat bisa menjadi kunci agar terhindar dari COVID-19.  

Pembaca bisa membantu kelengkapan perlindungan bagi para tenaga medis dengan donasi di program #KitaIDN: Bergandeng Tangan Melawan Corona di Kitabisa.com (http://kitabisa.com/kitaidnlawancorona)

Baca Juga: Gejala Virus Corona Tanda-tanda Terjangkit Corona dan Cara Pencegahan

Topic:

  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya