Comscore Tracker

160 Kasus Stunting Muncul di Jateng, Empat Daerah Ini Paling Rawan

Terutama di Blora dan Pemalang

Semarang, IDN Times - Ratusan kasus stunting bermunculan di Jawa Tengah. Jumlah ini mengalami peningkatan setiap tahun terutama di wilayah yang masuk zona merah untuk kasus kesehatan tersebut.

1. Pada 2020 Dinkes menangani kasus stunting di 14 kabupaten

160 Kasus Stunting Muncul di Jateng, Empat Daerah Ini Paling RawanIlustrasi pengukuran tinggi anak dalam pemeriksaan stunting (IDN Times/Departemen Kesehatan)

Menurut Kepala Dinkes Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, naiknya kasus stunting di tahun ini karena menyesuaikan dengan proses penanganan yang sedang dilakukan oleh Pemprov Jateng.

"Tahun kemarin kita baru menangani 10 kabupaten dan kota dan tahun ini jadi 14 kabupaten kota. Memang kita diminta mau menangani di semua daerah oleh pemerintah pusat. Hanya saja kemampuan kita kan terbatas," ungkapnya, Jumat (14/2). 

Baca Juga: Mendagri: Ada 160 Wilayah Kategori Merah Stunting

2. Daerah rawan stunting tersebar dari Brebes sampai Blora

160 Kasus Stunting Muncul di Jateng, Empat Daerah Ini Paling RawanIlustrasi Posyandu. ANTARA FOTO/Maulana Surya

Menurutnya selama ini daerah rawan stunting tersebar di Kabupaten Brebes, Pemalang, Grobogan dan Blora. Di lokasi tersebut, katanya kasus stuntingnya terbilang sangat tinggi.

Faktor penyebabnya karena dari segi kesehatan, pendidikan, pemberdayaan sosial, pertanian dan ketahanan pangan. "Jadi sangat komplek yang memicu stunting. Makanya dari pusat dipimpin langsung oleh presiden wapres karena ini masalah yang mengena ke seluruh sektor yang ada saat ini," terangnya.

3. Dinkes: Kita targetkan angka prevelensi stunting bisa di bawah 19 persen

160 Kasus Stunting Muncul di Jateng, Empat Daerah Ini Paling RawanKepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo saat memberikan keterangan di kantornya. IDN Times/Fariz Fardianto

Agar stunting dapat diatasi, ia mengimbau kepada para orangtua untuk menjaga asupan gizi dan imunisasi yang cukup bagi bayinya. "Bagi Ibu hamil tidak boleh ada yang anemia," terangnya.

Pihaknya mengatakan saat ini tingkat prevelensi stunting 28 persen. Ia menargetkan pada 2030 mendatang bisa dibawah 20 persen. "Paling gak angka prevelensi kasus stuntingnya bisa dibawah 19 persen," tandasnya.

Baca Juga: Indonesia Peringkat 5 Masalah Stunting, 30 Persen Anak Mengalaminya

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya