Comscore Tracker

6 Fakta Dexamethasone Manfaat dan Efek Samping Obat COVID-19 

Hanya untuk pasien corona yang perlu bantuan pernapasan

Kabar gembira dari penelitian obat untuk virus corona atau COVID-19, dexamethasone obat yang dijual bebas dengan harga murah tersebut menurut penelitian University of Oxford disebut mampu untuk mengobati penderita COVID-19.

Peneliti dari University of Oxford baru saja mempublikasikan hasil studi mereka mengenai penggunaan obat dexamethasone untuk pasien COVID-19. Hasilnya menunjukkan bahwa obat tersebut efektif untuk meningkatkan survival rate atau tingkat keselamatan pasien. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menyambut terobosan ilmiah ini dengan baik. Mereka berharap dexamethasone dapat mengurangi kematian COVID-19 secara global.  Apa itu dexamethasone? Apakah obat ini aman digunakan? Simak penjelasannya berikut ini!

Baca Juga: Gejala Virus Corona Tanda-tanda Terjangkit Corona dan Cara Pencegahan

1. Dexamethasone merupakan salah satu jenis steroid yang digunakan sejak tahun 1960

6 Fakta Dexamethasone Manfaat dan Efek Samping Obat COVID-19 newschant.com

Dexamethasone merupakan obat telah digunakan sejak tahun 1960-an. Dexamethasone termasuk ke dalam golongan corticosteroid yang berfungsi untuk mengatasi peradangan atau inflamasi, alergi, asma, hingga penyakit autoimun. 

Dexamethasone ini tersedia dalam banyak bentuk, mulai dari tablet, cair, tetes mata, hingga tetes telinga. Selain itu, dexamethasone juga tersedia sebagai injeksi yang biasa digunakan untuk pasien pasca-operasi. 

Sebelumnya, dexamethasone pernah digunakan untuk mengobati acute respiratory distress syndrome (ARDS), komplikasi infeksi pernapasan seperti COVID-19. Namun hasilnya tidak menentu, ada yang baik ada pula yang buruk. Begitu pula saat dipakai untuk menangani SARS dan MERS.

2. Studi Oxford menyebutkan bahwa obat ini bisa mengurangi kematian pasien COVID-19 hingga sepertiganya

6 Fakta Dexamethasone Manfaat dan Efek Samping Obat COVID-19 npr.org

Dexamethasone diuji melalui metode randomised evaluation of COVID-19 therapy (RECOVERY). Obat ini diberikan kepada 2.104 pasien sebanyak 6 miligram sehari dalam sepuluh hari (secara oral maupun injeksi vena). Hasil kemudian dikomparasi dengan 4.321 pasien yang menjalani perawatan medis biasa. 

Hasil menunjukkan bahwa obat ini mampu mengurangi kematian sebanyak sepertiga untuk pasien yang menggunakan ventilator dan seperlima untuk pasien yang menggunakan oksigen. Sedangkan pada pasien yang tidak membutuhkan pertolongan pernapasan tak tampak hasil yang serupa. 

Mengutip keterangan dari University of Oxford, tim peneliti menyimpulkan bahwa dexamethasone dapat mencegah satu kematian dari delapan pasien dengan ventilator. Obat ini juga bisa mencegah satu kematian dari 25 pasien yang membutuhkan pertolongan oksigen.

3. Bagaimana mekanisme dexamethasone bekerja?

6 Fakta Dexamethasone Manfaat dan Efek Samping Obat COVID-19 thewire.in

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang efek obat ini pada pasien COVID-19, IDN Times menghubungi dr. Erlang Samoedro, Sp.P yang saat ini berpraktik di RS Pelni Jakarta sebagai dokter paru-paru. 

"Steroid itu bukan obat yang menghilangkan virus atau menghambat virus tetapi obat tambahan yang bekerja di sistem imun sehingga reaksi berlebih sistem imun dikurangi. Kerjanya mendepresi imunitas jadi sistem imun tidak aktif," kata dr. Erlang. 

Jadi ketika terinfeksi COVID-19, virus akan melipatgandakan dirinya di dalam sel-sel pernapasan. Sebagai pertahanan, sistem imun akan menyebabkan inflamasi atau peradangan. Dexamethasone dalam hal ini bekerja untuk menekan sistem imun sehingga efek inflamasi tidak semakin besar dan menjadi badai sitokin (akibat dari reaksi berlebihan sel darah putih).

4. Obat ini hanya untuk pasien COVID-19 dengan bantuan alat pernapasan

6 Fakta Dexamethasone Manfaat dan Efek Samping Obat COVID-19 b-cdn.net

Satu poin yang digarisbawahi oleh peneliti adalah dexamethasone hanya bisa bekerja untuk pasien yang memakai bantuan alat pernapasan, yaitu ventilator dan oksigen. Dalam artian lain, hanya orang-orang dengan gejala berat saja yang bisa mengonsumsinya. 

Merujuk pada hasil penelitian, obat ini tidak akan bekerja untuk pasien yang bergejala ringan. Tidak disebutkan alasannya namun ini menjadi peringatan bahwa walaupun dijual secara bebas, obat ini hanya boleh digunakan untuk pasien COVID-19 dalam pantauan dokter. 

5. Efek samping yang mungkin timbul

6 Fakta Dexamethasone Manfaat dan Efek Samping Obat COVID-19 independent.co.uk

Seperti obat lainnya, dexamethasone memiliki sejumlah efek samping yang perlu diwaspadai. Dilansir dari Healthline, berikut ini di antaranya:

  • Mual dan muntah;
  • Sakit perut;
  • Pembengkakan (edema);
  • Pusing dan sakit kepala;
  • Perubahan mood;
  • Sulit untuk tidur;
  • Gangguan kecemasan;
  • Meningkatkan tekanan darah dan gula darah.

Untuk efek samping lainnya, dr. Erlang mengatakan ada kemungkinan penurunan sistem imun yang terjadi akibat pemakaian jangka panjang. Hal ini berpotensi untuk meningkatkan risiko terkena tuberkulosis, pneumonia, dan penyakit lainnya. 

6. Kenapa penelitian dexamethasone sangat diapresiasi oleh berbagai pihak? Apakah lebih efektif daripada obat-obat sebelumnya?

6 Fakta Dexamethasone Manfaat dan Efek Samping Obat COVID-19 genengnews.com

“Ini adalah pengobatan pertama yang menunjukkan dapat mengurangi mortalitas pada pasien COVID-19 yang membutuhkan dukungan oksigen dan ventilator,” kata Dirjen WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus melalui keterangan resminya. 

Studi dexamethasone menuai banyak apresiasi, termasuk dari WHO. Alasan utamanya adalah karena obat ini tergolong obat yang murah dan mudah ditemukan di seluruh dunia. 

Selain itu, dexamethasone juga merupakan obat pertama yang menunjukkan penurunan kematian pada pasien COVID-19. Menurut dr. Erlang, ini mungkin terjadi karena ia bekerja pada sistem imun. 

"Itu lebih efektif pada kasus berat karena pada kasus berat inflamasinya berlebih atau terjadi badai sitokin jadi masuk akal bila berguna," jelasnya.

Walaupun telah direkomendasikan oleh WHO, obat ini tetap harus digunakan dengan kewaspadaan. Dokter-dokter internasional kepada Healthline juga mengatakan agar pemakaian dexamethasone terus diuji dan diteliti secara lebih lanjut. 

Baca Juga: Virus Corona Menyebar Lebih Cepat di Kerumunan oleh Orang Tanpa Gejala

Topic:

  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya