Comscore Tracker

Tanda Virus Corona Bermutasi, ini 7 Gejala Tak Wajar COVID-19 dari WHO

Tidak hanya batuk kering, demam, dan sakit tenggorokan saja

Semarang, IDN Times - Virus corona atau dikenal juga sebagai SARS-CoV-2 merupakan virus yang tergolong baru. Sejauh ini, para ilmuwan memang telah mengadakan berbagai penelitian untuk lebih mengenal perilaku virus itu. Namun tak bisa dimungkiri, masih banyak misteri yang bersembunyi di balik COVID-19.

Salah satunya adalah pada rentang gejala yang ditimbulkan. Selama ini kita mengetahui bahwa gejala yang umum terjadi adalah demam, batuk kering, sakit tenggorokan, hingga sesak napas.

Namun ternyata tidak hanya itu saja. Masih ada gejala-gejala lain yang dikeluhkan oleh sebagian pasien virus corona. Dilansir dari Healthline, kemungkinan ini terjadi karena COVID-19 terus bermutasi sepanjang hidupnya. Apa sajakah gejala yang dimaksud? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Mual dan diare

Tanda Virus Corona Bermutasi, ini 7 Gejala Tak Wajar COVID-19 dari WHOfuturecdn.net

Tidak hanya masalah pernapasan, sebagian pasien COVID-19 mengaku mengalami mual hingga diare. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa setidaknya lima persen pasien dari seluruh dunia mengalami mual. Sedangkan tiga persen pasien di Tiongkok mengalami diare, menurut studi terbaru yang dipublikasikan The Lancet

Pada umumnya, gejala ini dialami setelah pasien merasakan demam di hari-hari pertama. Masih tidak diketahui bagaimana virus bisa memengaruhi pencernaan. Namun gejala ini termasuk tidak biasa karena hanya sebagian kecil orang yang merasakannya.

2. Hilangnya indera perasa dan penciuman

Tanda Virus Corona Bermutasi, ini 7 Gejala Tak Wajar COVID-19 dari WHOb-cdn.net

Baru-baru ini, publik juga dihebohkan oleh sejumlah pasien COVID-19 yang mengatakan bahwa mereka merasakan gejala berupa hilangnya kemampuan indra perasa dan penciuman. Gejala ini tidak umum terjadi. Menurut survei yang melibatkan 59 pasien di Italia, hanya 19 persen yang kehilangan kedua indera. Sedangkan 34 persen kehilangan salah satunya.

Lalu bagaimana ini dapat terjadi? Para ahli belum menemukan jawaban yang pasti. Namun menurut perkiraan yang dilaporkan LiveScience, virus corona dapat menginfeksi lapisan dalam rongga hidung. Saat area tersebut meradang, sel pendeteksi bau sulit mengidentifikasi udara yang masuk. 

Indra penciuman dan perasa sangat bergantung pada satu sama lain. Jadi ketika salah satunya tidak berfungsi, yang lain pun mengikuti. Walaupun begitu, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk menemukan penyebab sebenarnya.

3. Perasaan tidak enak

Tanda Virus Corona Bermutasi, ini 7 Gejala Tak Wajar COVID-19 dari WHOforbes.com

Ternyata gejala COVID-19 tidak hanya mencakup gejala fisik, tetapi juga psikis. Para pasien mengeluhkan merasa tidak enak. Ini meliputi perasaan gelisah hingga tidak nyaman. Ternyata, menurut jurnal dari StatPearls yang berjudul “Features, Evaluation, and Treatment Coronavirus (COVID-19)”, ini merupakan gejala tidak biasa yang banyak dilaporkan. 

Perasaan tidak enak tersebut timbul dari rasa takut, kesepian, stres, dan gelisah yang didapatkan selama karantina. Selain itu, kabar mengenai virus corona memang akhir-akhir ini memang mampu membuat seseorang mengalami gangguan kecemasan.

Baca Juga: Tanda-tanda Orang Hidden Carrier, Nampak Sehat Tapi Bawa Virus Corona

4. Kebingungan

Tanda Virus Corona Bermutasi, ini 7 Gejala Tak Wajar COVID-19 dari WHOstaticflickr.com

Menurut laporan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), timbulnya rasa bingung juga bisa menjadi gejala atau bahkan tanda peringatan seseorang menderita COVID-19. 

Seperti apa kebingungan yang dirasakan? Menurut laporan ahli medis di Amerika Serikat Jerman, Italia, dan Austria, dan Tiongkok melalui New York Times, pasien terkadang sulit memberi tahu nama mereka sendiri, kurang responsif terhadap dokter, atau bahkan linglung.

Walaupun terdengar sepele, sebenarnya gejala ini cukup berbahaya, lho. Pasalnya, seseorang bisa kebingungan karena terjadi sesuatu pada otaknya. Ini berarti bahwa virus corona berhasil memengaruhi organ terpenting itu.

Mengutip sumber yang sama, alasan kenapa ini bisa terjadi masih sulit untuk ditemukan. Namun kebingungan itu mungkin saja timbul karena aliran oksigen ke otak kurang. Jika pasien mengalami kondisi ini, para wali dan tenaga medis harus ekstra perhatian karena mereka berisiko untuk mengalami kejang.

5. Kepala sakit atau pusing

Tanda Virus Corona Bermutasi, ini 7 Gejala Tak Wajar COVID-19 dari WHOpexels.com/Andrea Piacquadio

Ketika sedang flu, kita memang sering merasa sakit kepala atau pusing. Namun gejala tersebut tergolong tidak biasa pada COVID-19. Menurut studi The Lancet, hanya delapan persen pasien yang mengeluhkan hal ini. 

Lalu kenapa sebagian orang bisa mengalaminya? Kemungkinan ini terjadi sebagai efek dari gejala utama, yaitu demam. Suhu tubuh yang terlalu tinggi terkadang bisa membuat kita merasa sakit di bagian kepala atau bahkan pening. 

6. Rasa sakit pada otot

Tanda Virus Corona Bermutasi, ini 7 Gejala Tak Wajar COVID-19 dari WHOremedywellness.ca

Sakit atau nyeri pada otot bisa menandakan berbagai penyakit. Namun pada COVID-19, hanya sekitar 14 persen pasien saja yang mengalaminya, menurut laporan dari WHO.

Kondisi tersebut ternyata merupakan indikasi dari infeksi sedang. Jika kamu merasakannya dan dibarengi dengan demam serta batuk kering, sebaiknya istirahat dan lakukan isolasi mandiri di rumah. 

7. Hidung berair

Tanda Virus Corona Bermutasi, ini 7 Gejala Tak Wajar COVID-19 dari WHOmsn.com

Walaupun mirip seperti flu, COVID-19 sangat jarang menimbulkan gejala hidung berair hingga pilek. WHO mengatakan bahwa hanya sekitar lima persen pasien saja yang mengalami kondisi tersebut. Pada umumnya, orang yang mengalami ini juga merasakan sakit tenggorokan dan hidung tersumbat.

Tanda Virus Corona Bermutasi, ini 7 Gejala Tak Wajar COVID-19 dari WHOTahapan kondisi pasien virus corona dari hari ke hari (IDN Times/Sukma Shakti)

Itulah sejumlah gejala tidak biasa yang jarang terjadi tetapi harus tetap diwaspadai. Jangan lupa selalu melakukan upaya-upaya pencegahan agar kamu tidak tertular, ya. Mulai dari physical distancing, cuci tangan, makan makanan sehat, hingga berolahraga. 

Pembaca bisa membantu kelengkapan perlindungan bagi para tenaga medis dengan donasi di program #KitaIDN: Bergandeng Tangan Melawan Corona di Kitabisa.com (http://kitabisa.com/kitaidnlawancorona)

Baca Juga: Gejala Corona Hari Pertama dan Berapa Hari Masa Inkubasi COVID-19

Topic:

  • Dhana Kencana

Berita Terkini Lainnya