Comscore Tracker

5 Fakta Mutasi Virus Corona Dari Inggris, Awas Infeksi Lebih Cepat!

Mutasi COVID-19 baru ini sudah sampai di Indonesia

Pandemik COVID-19 nampaknya masih jauh dari kata selesai. Virus corona atau SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 bahkan terus bermutasi. Varian mutasi baru dari SARS-CoV-2 yang menyebar di London, Inggris sudah sampai di Indonesia, sebagaimana disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, Selasa (2/3/2021).

Diduga semakin berbahaya dan menyebar dengan cepat, berikut penjelasan selengkapnya mengenai jenis mutasi baru dari SARS-CoV-2 tersebut!

1. Varian baru ini memiliki tingkat mutasi yang tinggi

5 Fakta Mutasi Virus Corona Dari Inggris, Awas Infeksi Lebih Cepat!neweurope.eu

Satu hal yang kita tahu tentang SARS-CoV-2 adalah virus ini berjenis RNA, yang artinya ia selalu bermutasi. Akan tetapi, varian baru yang ditemukan di London memiliki tingkat mutasi yang cukup tinggi dibandingkan lainnya. Strain baru ini pula yang diduga menyebabkan peningkatan kasus di negara tersebut. 

Menurut jurnalVirological yang baru dipublikasikan, strain baru yang disebut sebagai VUI–202012/01 membawa 17 mutasi, tujuh di antaranya terjadi pada lonjakan protein pada virus tersebut. Hal ini cukup mengkhawatirkan karena berpotensi mengubah anatomi dan perilaku lain dari virus. 

Bahkan studi lain memaparkan bahwa mutasi tersebut diduga mampu membuat imun tubuh pasien kurang efektif untuk melawan SARS-CoV-2 yang menginfeksi. Namun penelitian lebih lanjut harus dilakukan mengenai hal ini. 

2. Dengan cepat bereproduksi menggantikan SARS-CoV-2 strain lama

5 Fakta Mutasi Virus Corona Dari Inggris, Awas Infeksi Lebih Cepat!scientist.com

Strain baru SARS-CoV-2 ini pertama kali dideteksi pada September. Dilansir BBC, hingga pertengahan Desember, sekitar 2/3 kasus COVID-19 di Inggris disebabkan oleh virus mutasi baru tersebut. 

Apa arti dari fenomena tersbeut? Ini berarti bahwa virus mutasi baru dengan cepat menggantikan posisi SARS-CoV-2 lama yang merebak di Inggris. Terlebih, ilmuwan setempat menyatakan bahwa tingkat reproduksi strain baru ini 0,4 persen lebih tinggi daripada sebelumnya. 

Baca Juga: 5 Fenomena Alamiah yang Terjadi pada Kehidupan Organisme akibat Mutasi

3. Virus mutasi baru ini jauh lebih cepat menular

5 Fakta Mutasi Virus Corona Dari Inggris, Awas Infeksi Lebih Cepat!freepik.com

Bukan hanya reproduksinya yang meningkat, laju transmisi atau penularan dari virus mutasi baru ini juga naik hingga 70 persen dibandingkan SARS-CoV-2 lama. Itulah kenapa strain baru ini tidak hanya ditemukan di London. Data menunjukkan bahwa ia telah dideteksi ada di hampir seluruh Inggris, Denmark, Australia, hingga diduga juga muncul di Afrika Selatan. 

Akan tetapi, tidak jelas dari mana mutasi baru ini berasal. Menurut hipotesis ilmuwan setempat, mereka adalah varian baru yang berkembang di dalam tubuh pasien dengan sistem imun lemah. Tubuh itu pun menjadi tempat mutasi SARS-CoV-2. 

4. Lalu apakah strain baru hasil mutasi ini lebih berbahaya?

5 Fakta Mutasi Virus Corona Dari Inggris, Awas Infeksi Lebih Cepat!Unsplash.com/enginakyurt

Dilansir The Conversation, Chris Whitty, chief medical officer di Inggris mengatakan bahwa belum ada bukti mengenai hal ini. Mereka masih belum mendapatkan data apakah strain baru ini menyebabkan kasus COVID-19 yang lebih serius atau tidak.

Begitu pula dengan tingkat kematian yang dihasilkannya. Ia mengaku para peneliti masih berusaha memahami perilaku virus tersebut. 

5. Apakah bisa dilawan menggunakan vaksin yang sama?

5 Fakta Mutasi Virus Corona Dari Inggris, Awas Infeksi Lebih Cepat!pexels.com/RF._.studio

SARS-CoV-2 memang merupakan virus yang memiliki tingkat mutasi tinggi. Untungnya, menurut penelitian yang telah dilakukan, VUI–202012/01 kemungkinan besar tetap bisa dilawan dengan vaksin yang sama yang sedang dikembangkan berbagai pihak. Setidaknya untuk saat ini. 

Dilansir BBC, walaupun lonjakan proteinnya telah berubah, vaksin mampu menyerang virus dari berbagai bagian sehingga masih bisa dilawan. Namun jika mereka terus bermutasi hingga menjadi wujud yang berbeda dengan SARS-CoV-2 lama, vaksin mungkin tak bisa melawannya.

"Jika kita membiarkannya menambahkan mutasi lagi, di situ kita mulai khawatir. Virus ini kemungkinan sedang mencari jalan keluar agar lolos dari vaksin, ia telah mengambil beberapa langkah pertama untuk mencapainya," kata Prof. Ravi Gupta dari University of Cambridge kepada BBC.

Seperti yang diterangkan sebelumnya, studi lebih lanjut mengenai jenis mutasi baru ini masih harus dilakukan. Sebagai masyarakat, kamu harus tetap menjalankan semua protokol kesehatan yang dianjurkan, seperti menggunakan masker dengan benar, cuci tangan dengan air dan sabun, serta menjaga jarak. Begitu pula dengan tidak bepergian ke tempat-tempat ramai. Sebab pandemik ini masih belum berakhir. 

Baca Juga: Mutasi COVID-19 Ditemukan di Jawa Tengah, 10 Kali Menular Lebih Cepat!

Topic:

  • Dhana Kencana

Berita Terkini Lainnya