Comscore Tracker

7 Penyakit ini Gejalanya Sama dengan Virus Corona, Kenali Perbedaanya

Diduga terkena virus corona ternyata penyakit lain

Wabah virus corona atau Novel Coronavirus (2019-nCoV) telah menyebar ke setidaknya 23 negara. Virus mematikan yang pertama kali muncul di Wuhan tersebut hingga Sabtu (1/2) telah membunuh sebanyak 259 orang dan 11 ribu warga terinfeksi karenanya.

World Health Organization (WHO) organisasi kesehatan dunia per hari Jumat (31/1) juga telah menyatakan darurat global karena dampak virus corona.  

Hingga saat ini, virus corona telah menyebar ke negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, Australia, hingga yang terbaru adalah FIlipina. Di Indonesia sendiri, sempat ada beberapa orang yang dikira tertular virus corona tetapi ternyata tidak setelah diperiksa lebih lanjut. 

Dugaan-dugaan tersebut sangat wajar terjadi mengingat gejala virus corona mirip-mirip dengan beberapa penyakit lainnya. Lantas penyakit apa sajakah yang dimaksud? Berikut ini di antaranya!

Baca Juga: 4 Mahasiswa Banyumas Berhasil Lolos dari Lokasi Wabah Virus Corona

1. Radang tenggorokan

7 Penyakit ini Gejalanya Sama dengan Virus Corona, Kenali Perbedaanyapixels.com/pixabay

Orang pertama di Indonesia yang diduga terkena virus corona adalah karyawan Huawei yang baru saja datang dari Tiongkok. WNA asal Tiongkok itu mengalami demam tinggi sehingga ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit karena khawatir terinfeksi virus corona.

Berita yang sempat menggegerkan masyarakat itu ternyata keliru. Setelah melalui pemeriksaan medis, karyawan Huawei tersebut menderita radang tenggorokan. Bahkan untuk menenangkan masyarakat, Menteri Kesehatan Terawan sendiri yang menyatakannya.

2. ISPA

7 Penyakit ini Gejalanya Sama dengan Virus Corona, Kenali PerbedaanyaIDN Times

Kemudian ada pula dugaan infeksi virus corona di Bandung dan Surabaya yang ternyata merupakan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Di mana letak kesamaan dan perbedaan kedua penyakit ini? 

Pertama, keduanya sama-sama menyerang organ pernapasan. Khususnya saluran di bagian atas hingga paru-paru. Gejalanya pun serupa, yaitu batuk, sesak napas, serta demam. Bedanya, ISPA lebih banyak menyerang anak kecil. Sedangkan virus corona lebih sering menyerang orang dewasa hingga orang lanjut usia dengan sistem imun lemah. 

3. Bronkitis

7 Penyakit ini Gejalanya Sama dengan Virus Corona, Kenali Perbedaanyahttps://www.jawapos.com/kesehatan/health-issues/04/09/2018/bukan-antibiotik-kenali-4-jenis-obat-batuk-pilek-berdasarkan-gejala/

Penyakit karena virus corona juga menyerupai bronkitis. Buktinya, pasien di rumah sakit dr Moewardi Solo yang sempat menjadi suspect ternyata menderita penyakit itu. Bronkitis terjadi karena bronkus atau saluran udara di paru-paru mengalami peradangan. 

Mengutip Medical News Today, gejala bronkitis meliputi batuk, tubuh lemas, napas memendek, sakit dada, dan demam. Memang tampak serupa dengan virus corona, tetapi sebenarnya terdapat perbedaan mendasar antara keduanya. 

Sakit yang disebabkan oleh virus corona akan menghasilkan batuk kering. Berbeda dengan bronkitis yang ditandai dengan diproduksinya lendir berlebih di faring dan laring pasien. Namun perlu diketahui bahwa virus corona juga bisa menyebabkan bronkitis, bergantung pada tingkat keparahannya.

4. SARS

7 Penyakit ini Gejalanya Sama dengan Virus Corona, Kenali Perbedaanyaforbes.com

Severe acute respiratory syndrome atau SARS adalah wabah yang menyebar dari Tiongkok pada tahun 2002. Penyakit ini juga disebabkan oleh virus corona, tetapi dengan jenis yang berbeda. 

Oleh karena itu, seluruh gejala dan kondisi yang ditimbulkan pun sebelas dua belas dengan wabah yang terjadi saat ini. Sejumlah gejalanya meliputi demam, sakit pada otot, batuk, sakit tenggorokan, dan lain-lain. 

Penyebab Novel Coronavirus diduga berasal dari ular dan kelelawar. Sedangkan virus corona pada SARS berpindah dari kelelawar ke musang, sebelum akhirnya menjangkit manusia. Per Jumat (31/1), jumlah penderita Novel Coronavirus telah melampaui SARS yang saat itu menjangkit 8.096 orang.

5. MERS

7 Penyakit ini Gejalanya Sama dengan Virus Corona, Kenali Perbedaanyacirad.fr

MERS atau Middle East respiratory syndrome juga termasuk “saudara” dari Novel Coronavirus.  Bedanya wabah ini terjadi di sekitar wilayah Timur Tengah pada tahun 2012 lalu. Gejala yang ditimbulkan pun sama dengan SARS dan Novel Coronavirus.

Pada saat itu, MERS dapat menular ketika seseorang mengonsumsi susu dan daging unta. Virus corona pada MERS saat itu sempat menjangkit 2.494 orang dengan tingkat kematian sebesar 34 persen. 

6. Flu biasa

7 Penyakit ini Gejalanya Sama dengan Virus Corona, Kenali Perbedaanyanpr.org

Virus corona sebenarnya sangat banyak jenis dan jumlahnya. Virus ini bisa menyebabkan penyakit flu biasa yang sering kita alami selama ini. Namun yang jelas, gejala pada flu biasa hanya berlangsung selama beberapa hari saja. Sedangkan pasien yang terserang virus corona bisa merasakan gejala-gejala yang lebih kuat, intens, dan lama.

Membedakan kedua penyakit ini cukup rumit. Dilansir dari Mercury News, jika kamu baru-baru ini tidak ke Tiongkok atau negara lain yang terinfeksi, maka kamu hanya terserang virus biasa. Selain itu, untuk berjaga-jaga, kamu harus segera ke dokter jika demammu sudah melebihi 38 derajat celcius.

7. Tuberkulosis

7 Penyakit ini Gejalanya Sama dengan Virus Corona, Kenali Perbedaanyathe-scientist.com

Tuberkulosis juga termasuk penyakit pernapasan yang sempat beberapa kali mewabah. Ia disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut menyerang paru-paru dan bisa menular dengan mudah melalui udara. 

Gejalanya meliputi batuk parah hingga lebih dari tiga minggu, hilangnya nafsu makan, demam, dan kelelahan. Dilansir dari Medline Plus, tuberkulosis biasanya diikuti dengan keluarnya lendir dan darah ketika batuk. Hingga saat ini, kondisi tersebut tidak tampak pada pasien virus corona. 

8. Cara membedakan virus corona, influenza dan flu biasa

7 Penyakit ini Gejalanya Sama dengan Virus Corona, Kenali PerbedaanyaSeorang wanita menggunakan masker saat berada di kawasan Chinatown wilayah Manchester, Inggris, pada 27 Januari 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Phil Noble

Virus corona memiliki masa inkubasi sekitar tujuh hari. Gejala coronavirus atau juga disebut Flu Wuhan ini dapat muncul kapan saja dari dua hingga tiga hari atau bahkan hingga 12 hari setelah infeksi.

Dilansir dari China Press berikut perbedaan Gejala virus corona pilek atau flu biasa dan influenza yang mesti Anda ketahui:

Pilek atau flu biasa

  • Pilek biasa terjadi ketika seseorang terkena infeksi virus pada hidung dan tenggorokan. Biasanya pilek biasa tidak berbahaya.
  • Yang tubuh rasakan saat pilek yakni batuk, bersin, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, tubuh terasa lelah sakit kepala ringan dan demam ringan
  • Saat tubuh terserang pilek ingus akan berbentuk cair dan setelah dua atau tiga hari ingus menjadi lebih tebal dan berwarna kuning atau hijau.
  • Pilek biasanya sembuh dalam lima hingga tujuh hari

Influenza

  • Influenza menyerang biasanya menyerang secara tiba-tiba
  • Beberapa gejala demam dan perasaan dingin yang ekstrem (menggigil, gemetar), batuk, hidung tersumbat, nyeri tubuh, terutama sendi dan tenggorok, kelelahan, nyeri kepala, iritasi mata, mata berair, mata merah, kulit merah (terutama wajah), serta kemerahan pada mulut, tenggorok, dan hidung, demam tinggi hingga 40 derajat celsius

Jika tidak diobati, situasinya dapat memburuk menjadi pneumonia (radang paru-paru).

Virus corona

  • Gejala infeksi virus corona memiliki kesamaan dengan gejala penyakit pernapasan umum yakni demam, batuk kering, sesak napas dan kesulitan bernapas.
    Namun, terkadang tidak ada demam.
  • Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat memburuk menjadi pneumonia, sindrom pernapasan akut yang parah, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

9. Cara-cara penularan virus corona yang wajib kalian ketahui

7 Penyakit ini Gejalanya Sama dengan Virus Corona, Kenali Perbedaanyacnn.com

Virus corona dengan sangat cepat dapat menular, dilansir dari A Handbook of 2019-nCoV Pneumonia Control and Prevention, terdapat lima cara penularan virus corona dari manusia ke manusia lainnya. 

  • Transmisi dari cairan: air dapat membawa virus dari pasien ke orang lain yang berada dalam jarak sekitar satu meter. Air yang dimaksud biasanya berupa cairan tubuh yang keluar saat berbicara, batuk, dan bersin;
  • Transmisi dari udara: virus corona bisa menyebar dalam jarak jauh melalui udara. Cara ini sama dengan cara virus flu, SARS, variola, dan norovirus menular dari satu orang ke orang lainnya;
  • Transmisi kontak: virus dapat menular melalui kontak langsung dengan kulit atau selaput lendir (seperti mata, lidah, luka terbuka, dan lain-lain). Transmisi juga bisa berlangsung melalui darah yang masuk ke tubuh atau mengenai selaput lendir;
  • Transmisi dari hewan: orang yang mengolah, menjual, dan mendistribusikan hewan liar yang membawa virus corona dapat tertular melalui kontak tersebut;
  • Kontak dekat dengan pasien: keluarga, orang yang tinggal serumah, petugas medis, atau bahkan orang yang sempat berada dekat dengan pasien rentan untuk tertular. 

10. Langkah preventif pencegahan virus corona

7 Penyakit ini Gejalanya Sama dengan Virus Corona, Kenali PerbedaanyaANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Berikut adalah beberapa langkah preventif pencegahan virus corona

  1. Sering bilas tangan Anda dengan sabun dan air
  2. Hindari menyentuh mata, mulut, atau hidung Anda dengan tangan yang tidak bersih.
  3. Hindari kontak dekat dengan orang-orang yang tidak sehat.
  4. Pakailah masker saat beraktivitas di luar ruangan dan di tempat-tempat umum
  5.  Jika Anda merasakan gejala seperti flu, segera periksa diri Anda.
  6.  Cukup beristirahat
  7. Perbanyak minum air putih

Virus corona ini memang memiliki gejala yang sangat umum terjadi. Maka dari itu, penting untuk tidak menyepelekan semua keluhan yang kamu rasakan, entah itu batuk, sesak napas, demam, dan lain sebagainya. 

Jika kamu merasakan gejala-gejala tersebut selama lebih dari tiga hari dan tidak kunjung reda, sebaiknya segera periksa ke dokter. Dengan begitu, kamu akan lebih cepat ditangani. 

7 Penyakit ini Gejalanya Sama dengan Virus Corona, Kenali PerbedaanyaNomor hotline untuk dihubungi soal virus Corona. (IDN Times/Arief Rahmat)

Terlepas dari semua itu, semoga wabah ini segera berhenti dan tidak masuk ke negara kita, ya! lakukan langkah preventif dan pencegahan apalagi buat kalian yang bepergian ke negara-negara yang sedang terjangkit virus corona

Baca Juga: Hoax Virus Corona, Mahasiswa Cilacap di Cina Cerita Kondisi Sebenarnya

Topic:

  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya