Comscore Tracker

6 Dialek Khas Pekalongan ini Punya Arti Unik dan Beda, Awas Belibet

Awas, bisa ribet kalau dipraktikkan di daerah lain

Walaupun masih tergolong dalam bahasa Jawa, Pekalongan mempunyai dialek khas sendiri. Makanya tidak jarang juga bahasa yang dipakai bisa punya makna yang jauh berbeda di daerah berbahasa Jawa lainnya.

Supaya gak salah ucap, ini dia beberapa dialek bahasa daerah Pekalongan, Jawa Tengah yang maknanya bisa beda banget tapi juga unik. Kamu juga harus tahu, guys!

1. Bathir

6 Dialek Khas Pekalongan ini Punya Arti Unik dan Beda, Awas Belibetunsplash.com/Cok Wisnu

Orang Pekalongan memaknai bathir untuk istilah 'teman'. Meski beberapa daerah di Jawa ada yang memahami, tapi jika menggunakan kata ini saat berkunjung dan berbicara dengan orang Pemalang justru bikin salah paham. Hal ini dikarenakan Pemalang menggunakan bathir untuk 'pembantu'. Jadi, saat orang Pekalongan bertemu orang Pemalang dan ingin jadi teman, jangan sampai memakai kata ini, ya. 

2. Lhoh

6 Dialek Khas Pekalongan ini Punya Arti Unik dan Beda, Awas Belibettamanbahasa.com

Setiap daerah pasti punya istilah khusus yang dipakai sebagai sapaan. Jika Jawa Timur punya 'Cuk' yang melegenda dan Yogyakarta punya 'Sam', maka Pekalongan punya Lhoh. Gak hanya itu, ada juga yang menggunakan Lhem, Lhur, dan Mhad. Sayangnya, gak semua orang di luar Pekalongan paham sapaan semacam ini. 

Baca Juga: Cicip Kuliner Legendaris Solo Nasi Liwet Bu Wongso Lemu, Gurih Pol!

3. Kotomonoho

6 Dialek Khas Pekalongan ini Punya Arti Unik dan Beda, Awas Belibetunsplash.com/Gita Krishnamurti

Meski terdengar seperti bahasa Jepang, tapi kotomonoho merupakan bahasa asli dari Pekalongan. Kata ini memiliki arti 'seumpama'. Contoh: "kotomonoho aku lungo, kowe tak ajak" (seumpama aku pergi, kamu bakal aku ajak). 

4. Mbopoho

6 Dialek Khas Pekalongan ini Punya Arti Unik dan Beda, Awas Belibetunsplash.com/Landovan

Hampir mirip dengan kotomonohombopoho juga kata asli daerah Pekalongan yang cukup unik. Memiliki arti 'barangkali', kata ini lebih sering ditempatkan di tengah kalimat. 
Contoh: "kowe ngger ngumah bae ya, mbopoho ono tamu mengko" (kamu di rumah saja ya, barangkali nanti ada tamu).

5. Singo-singoho

6 Dialek Khas Pekalongan ini Punya Arti Unik dan Beda, Awas Belibetunsplash.com/Muhammad Ruqiyaddin

Ciri dialek Pekalongan adalah deretan kata yang identik dengan huruf vocal "o". Bahkan bisa dibilang hampir sebagian besar dialek Pekalongan, huruf belakangnya pasti pakai "o". Salah satu yang khas tampak pada istilah  singo-singoho. Bukan merujuk pada singa, kata ini justru bermakna 'terserah'. 

6. Pak

6 Dialek Khas Pekalongan ini Punya Arti Unik dan Beda, Awas Belibetunsplash.com/Joshua Newton

Jika semua orang memahami pak sebagai sebutan untuk bapak, maka berbeda dengan di daerah Pekalongan. Kata ini dipakai untuk istilah 'hendak', atau kalau bahasa Jawa lainnya "arep".
Contoh: "nyong pak masak" (aku hendak/mau masak). 

Kamu yang bisa berbahasa Jawa secara umum, belum tentu tahu lho dialek dari daerah lain. Ada lagi dialek dari daerah kamu yang berbeda dengan bahasa Jawa pada umumnya?

Baca Juga: 5 Kuliner Magelang ini Bikin Lidah Penasaran, Awas Ketagihan Lho!

Artikel ini pertama kali ditulis oleh T y a s di IDN Times Community dengan judul 6 Dialek Khas Daerah Pekalongan yang Maknanya Unik dan Beda Banget

Topic:

  • Dhana Kencana

Berita Terkini Lainnya