Comscore Tracker

Syarat Iktikaf Mencari Malam Lailatul Qadar Untuk Perempuan

Tuntutan Iktikaf di tengah pandemik COVID-19

Memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadan umat Islam disarankan untuk melakukan iktikaf atau  kegiatan di mana seseorang berdiam diri dalam masjid untuk beribadah, bermuhasabah, dan melakukan hal-hal lain yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Iktikaf lebih utama dilakukan pada 10 hari terakhir di malam bulan Ramadan khususnya di malam Lailatul Qadar atau malam-malam ganjil di akhir Ramadan.   

Untuk menjalankan Iktikaf, terdapat syarat dan hukumnya terutama untuk perempuan. 

Baca Juga: 5 Tanda Lailatul Qadar yang Wajib Diketahui, Jangan Sampai Kelewatan!

1. Iktikaf di Masjid harus dengan seizin suami

Syarat Iktikaf Mencari Malam Lailatul Qadar Untuk Perempuanpexels.com

Ketentuan melakukan iktikaf bagi perempuan terdapat dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, yang berbunyi:

"Aisyah radhiyallahu ’anha mengatakan bahwa ketika Rasulullah menyampaikan akan beriktikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan, ia segera meminta izin kepada beliau untuk beriktikaf dan Rasulullah shallaallahu ’alahi wa sallam mengizinkannya. (HR. Bukhari no. 2045 dan Muslim no. 1172)

Namun, dalam riwayat lain, ‘Aisyah berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

 “Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam selalu beriktikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan hingga beliau wafat. Sepeninggal beliau, istri-istri beliau pun melakukan iktikaf.” (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172)

Dalam riwayat di atas dijelaskan bahwa ‘Aisyah, Hafshah, dan Zainab meminta izin kepada Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam untuk melakukan iktikaf di bulan Ramadan.

2. Sebelum adanya pandemik, iktikaf hanya boleh dilakukan di dalam masjid

Syarat Iktikaf Mencari Malam Lailatul Qadar Untuk Perempuanunsplash/rumman amin

Allah Ta’ala berfirman:

وَأًنْتُمْ عَاكِفُوْنَ فِيْ الْمَسَاجِدِ

“Sedang kamu beriktikaf di dalam masjid.” (QS. Al-Baqarah: 187)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan istri-istri beliau pun melakukan iktikaf di dalam masjid. Namun, seorang wanita tidak boleh beriktikaf di ruang salat yang ada di rumahnya. (Al-Mughala, 5/193)

Dalam dalil lain, dijelaskan pula bahwa perempuan tidak diharuskan mengikuti salat berjemaah di dalam masjid karena hukum salat berjemaah tidak wajib baginya. (Al-Mughni 3/189)

3. Wanita yang iktikaf di masjid, harus berada dalam ruang yang tertutup

Syarat Iktikaf Mencari Malam Lailatul Qadar Untuk PerempuanIDN Times/Anjani Eka Lestari

Ketika istri-istri Rasulullah hendak beriktikaf, mereka menyuruh dibuatkan semacam kemah khusus untuknya di dalam masjid. Selain itu, masjid merupakan tempat umum yang selalu didatangi oleh kaum laki-laki dan sebaiknya mereka tidak saling melihat.

Jika hendak membuat ruang khusus tersebut, maka jangan mengambil tempat salat kaum laki-laki karena akan memutus saf dan mempersempit tempat salat mereka. (Al-Mughni 3/191)

4. Boleh keluar dari masjid jika dihadapkan pada keadaan yang mendesak

Syarat Iktikaf Mencari Malam Lailatul Qadar Untuk PerempuanPexels/vjapratama

‘Amrah menceritakan, “Ketika beriktikaf, ‘Aisyah radhiyallahu ’anha pergi ke rumah jika ada keperluan, lalu mengunjungi orang sakit sejenak untuk bertanya tentang keadaannya. Hal ini ia lakukan sambil berlalu tanpa menghentikan langkahnya.” (Mushannaf Abdurrazzaq (no. 8055) dengan sanad yang sahih)

Dengan kata lain, seseorang yang sedang menjalankan iktikaf, baik perempuan atau laki-laki, boleh meninggalkan tempat iktikaf hanya saja dengan alasan yang jelas. Sedang, jika ia meninggalkan tempat iktikaf tanpa keperluan yang jelas, maka iktikafnya batal.

5. Perempuan yang sedang dalam keadaan istihadah, tetap boleh melakukan iktikaf

Syarat Iktikaf Mencari Malam Lailatul Qadar Untuk PerempuanIDN Times/Anjani Eka Lestari

Wanita yang mengalami istihadah tetap boleh beriktikaf jika ia dapat menjaga kebersihan masjid. ‘Aisyah radhiyallahu ’anha meriwayatkan,

“Seorang istri Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam yang sedang istihadah ikut beriktikaf bersama beliau. Ia dapat melihat warna merah dan kuning yang keluar darinya sehingga terkadang kami meletakkan wadah di bawahnya ketika ia sedang salat.” (HR. Bukhari no. 2037 dan Muslim no. 2476)

Istihadah sendiri adalah keluarnya darah dari kelamin wanita yang tidak biasa, seperti darah haid dan nifas atau bisa dikatakan darah penyakit.

6. Seorang perempuan tetap boleh dilamar atau dinikahi pada saat Iktikaf

Syarat Iktikaf Mencari Malam Lailatul Qadar Untuk PerempuanPexels/Danu Hidayaturrahman

Disarikan dari Fiqh Sunnah Wanita hlm. 318-320, karya Syaikh Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim, wanita yang sedang melaksanakan iktikaf tetap boleh dilamar maupun dinikahi. Hanya saja, ia dilarang untuk berhubungan badan.

7. Bagi perempuan yang sudah menikah, mereka boleh bertemu dengan suami dan menyentuhnya. Namun, haram untuk berhubungan badan

Syarat Iktikaf Mencari Malam Lailatul Qadar Untuk Perempuanfreepik.com/prostooleh

Berdasarkan hadis Shafiyyah, istri Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam menyatakan bahwa ia pernah menemui Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam ketika beliau tinggal di masjid pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan.

Ia bercakap-cakap beberapa saat dengan beliau, lalu beranjak pulang. Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam pun bangkit untuk mengantarnya, hingga ketika sampai di pintu masjid yang berdekatan dengan pintu rumah Ummu Salamah (HR. Al-Bukhari no. 2053 dan Muslim no. 2175).

Dalam hadis lain, dinyatakan juga bahwa seorang istri diperbolehkan untuk menyentuh suami tanpa disertai syahwat, seperti membasuh kepala, menyisir rambut, atau memberi sesuatu padanya.

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam memiringkan kepalanya kepadaku ketika beliau sedang tinggal di dalam masjid (iktikaf), lalu aku menyisir rambutnya, sedangkan aku sendiri ketika itu sedang haid. (HR. Al-Bukhari no. 2029)

Hanya saja, seluruh ulama sepakat, bahwa orang yang sedang beriktikaf tidak boleh bercumbu dengan istrinya, meskipun hanya menciumnya atau selainnya. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala, yang berbunyi:

وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَأًنْتُمْ عَاكِفُوْنَ فِيْ الْمَسَاجِدِ

 “Dan janganlah mencampuri mereka, sedang kamu beriktikaf di dalam masjid.” (QS. Al-Baqarah: 187)

 

8. Cendekiawan muslim dalam ilmu Al-Qur'an, Quraish Shihab, iktikaf dapat dilakukan di rumah selama pandemik

Syarat Iktikaf Mencari Malam Lailatul Qadar Untuk Perempuanid.theasianparent.com

Berbeda dengan Ramadan di tahun-tahun sebelumnya, bulan Ramadan pada tahun 2020 ini terasa sangat berbeda. Umat muslim dituntut untuk menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya di rumah saja akibat adanya pandemik COVID-19.

Hal ini juga berdampak pada kegiatan iktikaf yang biasa dilakukan pada 10 hari terakhir bulan Ramadan. Quraish Shihab mengatakan jika iktikaf dapat dilakukan di rumah. Ini dilihat berdasarkan risiko penyebaran corona yang bisa terjadi ketika beribadah di masjid.

Menurutnya, iktikaf harus di masjid. Tapi, kalau dampak buruk di masjid bisa berbahaya, kita bisa mengambil substansinya. Orang yang beriktikaf itu merenung dan kegiatan ini bisa dilakukan di masjid serta di rumah.

Demikianlah informasi mengenai syarat dan hukum menjalankan iktikaf di bulan Ramadan bagi perempuan.

Baca Juga: Syarat dan Hukum Menjalankan Iktikaf di Bulan Ramadan Bagi Perempuan

Topic:

  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya