Comscore Tracker

Ada 6 Kasus Positif Corona Baru dari 3 Pasar Tradisional di Jateng

Satu pasien positif COVID-19 diantaranya meninggal dunia

Semarang, IDN Times - Kasus virus corona (COVID-19) di lingkup pasar tradisional masih terus berkembang. Ketua Bidang Organisasi DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Muhammad Ainun Najib menyebut masih ditemukan 65 kasus COVID-19 baru, dimana ada tambahan 3 pedagang meninggal dunia.

"Dengan begitu kasus positif (virus corona) pedagang pasar tradisional telah mencapai 833 dan 35 pedagang meninggal dunia," ungkap Najib dalam keterangannya, Senin (6/6/2020).

1. Kasus terbanyak ditemukan di pasar DKI Jakarta

Ada 6 Kasus Positif Corona Baru dari 3 Pasar Tradisional di JatengIlustrasi pasar (IDN Times/Rochmanudin)

Najib menjelaskan, kasus positif virus corona tersebar di 164 pasar di 24 provinsi dan 72 kabupaten atau kota di Indonesia.

Jumlah kasus COVID-19 terbanyak ditemukan di wilayah DKI, yaitu 217 kasus di 37 pasar tradisional Ibu Kota.

2. Peran semua pihak sangat dibutuhkan, tidak hanya pemerintah daerah

Ada 6 Kasus Positif Corona Baru dari 3 Pasar Tradisional di JatengWagub Ariza Pastikan Pasar-Pasar di Jakarta Terapkan Protokol Kesehatan Secara Tepat (Dok. Humas Pemprov DKI Jakarta)

Dengan temuan kasus COVID-19 di pasar tradisional yang terus meningkat, DPP IKAPPI menilai banyak hal yang perlu dievaluasi bersama. Bukan hanya dari pemerintah daerah, tetapi juga dari sisi pedagang pasar.

"Namun memang peran pemerintah daerah atau pengelola pasar menjadi sangat penting untuk saat ini, berpihak atau tidak terhadap pasar tradisional," kata dia.

Baca Juga: Insentif Tenaga Medis COVID-19 Baru Cair di 7 Rumah Sakit Jawa Tengah

3. Upaya pelacakan kasus di pasar bisa putus mata rantai penyebaran COVID-19

Ada 6 Kasus Positif Corona Baru dari 3 Pasar Tradisional di Jateng(Petugas melakukan pemeriksaan rapid test pengunjung dan pedagang pasar di Pasar Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (28/5/2020) ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

IKAPPI mengatakan, ada 14 ribu pasar di seluruh Indonesia. Data yang tercantum baru mencakup 164 pasar, selain itu sudah ada lebih dari 500 pasar yang telah melakukan rapid test dan tes usap.

Bagi IKAPPI, langkah ini dapat memangkas mata rantai penyebaran COVID-19 dan juga lebih meningkatkan kedisiplinan pedagang dan pengunjung.

"Upaya-upaya seperti ini yang harus kita dorong bersama, agar ada kesamaan pandangan dan visi bahwa kita harus menghentikan penyebaran COVID-19 di pasar tradisional," kata dia.

4. Jika pedagang sehat ekonomi daerah akan sehat

Ada 6 Kasus Positif Corona Baru dari 3 Pasar Tradisional di JatengIlustrasi Pasar (IDN Times/Besse Fadhilah)

Najib berpendapat, jika ekonomi masyarakat pedagang sehat, maka ekonomi daerah juga akan terus bangkit.

Selain melakukan tes dan pelacakan kasus COVID-19, dia mengatakan, sosialisasi tentang penggunaan masker dan juga edukasi bahaya COVID-19 menjadi penting.

"Libatkan pedagang dalam setiap kebijakan yang diambil, sehingga itu dapat dijalankan secara bersama-sama, untuk terciptanya kesadaran diri dari pedagang yang dimulai dari keterlibatannya terhadap program yang dijalankan oleh pemerintah daerah," ujarnya.

5. Ada 3 kasus baru di 3 pasar tradisional Jawa Tengah

Ada 6 Kasus Positif Corona Baru dari 3 Pasar Tradisional di JatengIlustrasi pasar tradisional. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Mengacu data IKAPPI per 4 Juli 2020, kasus baru positif virus corona juga tersebar di 3 pasar tradisional Jawa Tengah. Yakni 5 kasus di Kabupaten Grobogan, yakni 3 kasus di Pasar Glendoh dan 1 kasus di Pasar Toroh.

Untuk kasus positif COVID-19 yang di Pasar Toroh dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan satu lagi ada di Pasar Rakyat Sido Makmur Kabupaten Blora, yang terdapat 2 kasus positif virus corona.

Sebelumnya per 26 Juni 2020, sebanyak 25 pasar tradisional di Jateng juga mencatatkan kemunculan kasus baru positif COVID-19.

Baca Juga: Mulai Bergairah, 68 Persen Industri di Jateng Tetap Produktif Saat Pandemik

Topic:

  • Dhana Kencana

Berita Terkini Lainnya