Comscore Tracker

Satgas: Kasus Aktif Corona di Jateng Bertambah, Angka Kematian Tinggi

Jawa Tengah dan 2 provinsi ini jadi prioritas pemerintah

Semarang, IDN Times - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito menyatakan pemerintah bakal memberikan perhatian khusus kepada 3 provinsi yang masuk dalam prioritas. Ketiga provinsi tersebut adalah Jawa Tengah, Papua, dan Bali.

Alasan ketiga provinsi tersebut mendapatkan prioritas perhatian dari pemerintah lantaran kasus aktif virus corona terus bertambah. Ditambah angka kematian COVID-19 masih juga cukup tinggi di tiga daerah itu.

1. Kasus aktif di Jawa Tengah alami peningkatan, kasus sembuh alami penurunan

Satgas: Kasus Aktif Corona di Jateng Bertambah, Angka Kematian TinggiSukma Shakti

Wiku menjelaskan, di Jawa Tengah terjadi peningkatan kasus aktif COVID-19. Pada tanggal 27 September 2020, kasus aktif di Jawa Tengah mencapai angka 22,49 persen. Kemudian meningkat menjadi 23,17 persen pada 4 Oktober 2020. Lalu, terjadi peningkatan kembali menjadi 23,94 persen pada 11 Oktober 2020.

"Hal ini terjadi karena Jawa Tengah sedang gencar memfokuskan pada pemeriksaan COVID-19. Sehingga jumlah orang yang terkonfirmasi COVID-19 meningkat pada dua pekan terakhir," ujar Wiku dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (15/10/2020).

Untuk angka kesembuhan, kata Wiku, Jawa Tengah mengalami penurunan dari 0,34 persen di 4 Oktober 2020 menjadi 0,4 persen pada 11 Oktober 2020.

"Meskipun angkanya kecil, kesembuhan harus tetap dijaga untuk selalu meningkat. Kepada Pemprov Jawa Tengah untuk dapat meningkatkan pelayanan kesehatan dan memperhatikan kecepatan dan kualitas penanganan pasien COVID-19, utamanya pada gejala sedang dan berat. Serta pada kelompok rentan," tutur Wiku.

Baca Juga: Sudah Ada 25.261 Pasien Positif Virus Corona di Jawa Tengah, Ngeri!

2. Kasus aktif dan angka kematian di Papua cukup tinggi

Satgas: Kasus Aktif Corona di Jateng Bertambah, Angka Kematian TinggiSeorang warga yang tidak mengenakan masker melintas, di depan mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus Corona di kawasan Tebet, Jakarta, Selasa (8/9/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Mengenai Papua, Wiku menerangkan bahwa terjadi peningkatan kasus juga di daerah Burung Cendrawasih itu. Dia mengatakan, peningkatan kasus COVID-19 terjadi cukup signifikan di Papua.

"Kasus aktif di Papua sebesar 35,7 persen pada 27 September 2020, kemudian meningkat menjadi 39,42 persen pada 4 Oktober dan menyentuh angka 40 persen, yakni 43,35 persen pada 11 Oktober," jelas Wiku.

Pada evaluasi dua pekan sebelumnya, lanjut Wiku, Papua juga mengalami peningkatan kasus aktif. Jumlah kasus aktif di Papua meningkat selama empat minggu berturut-turut.

"Jika dilihat dari persentase kesembuhan, Papua juga mengalami perkembangan yang kurang baik. Persen kesembuhan Papua menurun cukup signifikan pada dua pekan terakhir," terangnya.

Pada 27 September 2020, persentase kesembuhan di Papua sebanyak 62,8 persen. Kemudian menurun pada 4 Oktober 2020 menjadi 59,06 persen. Lalu kembali menurun pada 11 Oktober 2020 menjadi 55,21 persen.

Sementara, dari persentase kasus meninggal, Papua sempat mengalami peningkatan angka kematian. Pada 27 September 2020, persentase kematian di Papua sebanyak 1,34 persen. Di pekan selanjutnya yaitu pada 4 Oktober 2020, Papua alami peningkatan kasus kematian menjadi 1,52 persen. Namun, persentase meninggal dapat ditekan, sehingga pada pekan berikutnya menurun kembali menjadi 1,44 persen. 

"Peningkatan kasus aktif dan penurunan kesembuhan ini selain disebabkan terjadinya transmisi lokal, juga disebabkan pelaksanaan kegiatan penelusuran kontak atau tracing, pemeriksaan spesimen atau testing, dan penanganan di pelayanan kesehatan atau treatment yang kurang," kata Wiku.

Selain itu, Wiku menyebut bahwa banyak warga yang datang ke rumah sakit dalam keadaan sudah dengan gejala berat. Hal itu menyebabkan menurunkan kemungkinan pasien untuk sembuh.

"Walau pun Pemerintah Daerah di Papua telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dua minggu yang lalu, kami terus mendorong agar pelaksanaan tracing, testing, dan treatment tetap dilakukan dengan masif dan baik," ujar dia.

3. Angka kematian di Bali terus alami peningkatan tiga pekan berturut-turut

Satgas: Kasus Aktif Corona di Jateng Bertambah, Angka Kematian TinggiPetugas medis menunjukkan hasil screening rapid test non reaktif pasien di tenda darurat di depan IGD RSU Cut Meutia Aceh Utara, Aceh, Selasa (22/9/2020) (ANTARA FOTO/Rahmad)

Menyoal tentang Bali, lanjut Wiku, daerah pariwisata tersebut memiliki angka kematian yang terus meningkat. Wiku memaparkan, pada 27 September 2020, persentase kematian di Bali yaitu 2,97 persen. Kemudian meningkat pada 4 Oktober 2020 menjadi 3,11 persen, lalu meningkat lagi pada 11 Oktober 2020 menjadi 3,17 persen.

"Peningkatan kualitas rumah sakit rujukan dan ditambahnya fasilitas isolasi mandiri ataupun rumah sakit darurat ini perlu dilakukan untuk dapat membantu menekan angka kematian. Kepada warga Bali, kami mohon jika mengalami gejala COVID-19 untuk segera memeriksakan diri agar dapat ditangani sedini mungkin," ucap Wiku.

Baca Juga: KPU Jateng Kekurangan Petugas KPPS, Pendaftar Takut Jalani Rapid Test

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times

Topic:

  • Dhana Kencana

Berita Terkini Lainnya