Ditutup, Ribuan Pendaki Batal Peringati HUT Ke-74 RI di Gunung Slamet

Upacara bendera di Gunung Sumbing juga gagal

Purbalingga, IDN Times - Memperingati Hari Kemerdekaan RI, para pendaki maupun pencinta alam biasa menggelar upacara 17 Agustus di puncak gunung, termasuk di Gunung Slamet.

Gunung Slamet menjadi idola lantaran gunung dengan ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut itu menjadi gunung tertinggi di Jateng dan terbesar kedua di Jawa, setelah Gunung Semeru.

Namun, keinginan mereka untuk memperingati HUT ke-74 RI di tahun 2019 harus diurungkan lantaran naiknya status Gunung Slamet menjadi Level II atau Waspada.

Baca Juga: Status Gunung Slamet Waspada, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang

1. Tiga jalur pendakian ditutup

Ditutup, Ribuan Pendaki Batal Peringati HUT Ke-74 RI di Gunung SlametANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Naiknya status tersebut membuat sejumlah jalur pendakian ke Gunung Slamet ditutup. Penutupan tersebut sudah dilakukan sejak 9 Agustus 2019.

Penutupan dilakukan pada tiga jalur pendakian. Yaitu di jalur pendakian Bambangan dan Gunung Malang, Kabupaten Purbalingga, serta jalur Baturraden, Kabupaten Banyumas.

2. Sudah tidak ada pendaki yang naik ke puncak

Ditutup, Ribuan Pendaki Batal Peringati HUT Ke-74 RI di Gunung SlametANTARA FOTO/Seno

Sebelum penutupan, para pendaki yang telah terlanjur naik atau mendaki ke Gunung Slamet diminta untuk turun. Terakhir sebanyak 7 pendaki yang berhasil dievakuasi.

"Terakhir pada (Jumat) 9 Agustus 2019 kemarin, jam 22.00 WIB. Kita sudah evakuasi semuanya," kata Kepala Pos Pendakian Bambangan Kabupaten Purbalingga, Slamet Ardiansyah kepada IDN Times, melalui sambungan telepon Senin (12/8).

Baca Juga: Status Gunung Slamet Waspada, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang

3. Warga di sekitar jalur pendakian masih aman

Ditutup, Ribuan Pendaki Batal Peringati HUT Ke-74 RI di Gunung SlametANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Ditanya tentang kondisi warga sekitar jalur pendakian, Slamet menyatakan warga masih tetap beraktivitas seperti semula. Sebab jarak pemukiman warga masih dalam jarak aman. Sesuai dari pedoman Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) adalah dua kilometer dari kawah.

"Warga masih tetap aktivitas namun tetap waspada. Karena jaraknya dari puncak kalau ditarik ke pemukiman warga itu sekitar lima kilometer," imbuh Slamet.

4. Sudah merancang acara sejak dua bulan lalu

Ditutup, Ribuan Pendaki Batal Peringati HUT Ke-74 RI di Gunung SlametIDN Times/Nofika Dian Nugroho

Slamet mengatakan terdapat ribuan pendaki yang terpaksa harus membatalkan pendakian ke Gunung Slamet. Ribuan pendaki tersebut sedianya akan mengadakan acara atau kegiatan untuk memperingati HUT ke-74 RI.

"Hampir ribuan pendaki, ya tidak bisa, mau upacara 17 Agustus. Sudah kasih kabar. Memang untuk status ini tidak bisa diprediksi turun atau naik. Karena mereka sudah mempersiapkan dua bulan sebelumnya malah," ungkapnya.

5. Ternyata hanya sehari dibuka

Ditutup, Ribuan Pendaki Batal Peringati HUT Ke-74 RI di Gunung SlametIDN Times/Nofika Dian Nugroho

Sebelumnya, jalur pendakian Bambangan di Gunung Slamet telah dibuka pada Kamis, 8 Agustus 2019. Penutupan tersebut dilakukan sejak 22 Juli 2019, untuk pembersihan jalur dan pemulihan ekosistem di sekitar Gunung Slamet.

Namun, pasca dinaikkan statusnya dari Level I atau Normal ke Level II Waspada, jalur pendakian kembali ditutup, pada 9 Agustus 2019. Penutupan kali ini tidak diketahui batas waktunya.

6. Jalur ke Gunung Sumbing juga ditutup

Ditutup, Ribuan Pendaki Batal Peringati HUT Ke-74 RI di Gunung SlametDok. FPGS

Penutupan jalur juga dilakukan untuk pendakian ke Gunung Sumbing. Gunung yang berada di kawasan tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Wonosobo itu menjadi tujuan dan alternatif para pendaki maupun pencinta alam untuk kegiatan peringatan 17 Agustus, selain Gunung Slamet.

Jalur pendakian ditutup lantaran terjadinya kebakaran yang terjadi pada Minggu, 11 Agustus 2019, di area hutan Desa Banyumudal Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Forum Pengelola Gunung Sumbing (FPGS) mengeluarkan surat edaran penutupan 12 jalur pendakian.

Penutupan juga tidak diketahui batas waktunya. Sebab, dikhawatirkan akan terjadinya kebakaran susulan.

"Insya Allah tanggal 17 (Agustus 2019) sekiranya aman, kami buka kembali," ujar Koordinator FPGS, Lilik Setiyawan kepada IDN Times.

Baca Juga: Kebakaran di Lereng Gunung Sumbing, Semua Jalur Pendakian Ditutup

Topic:

  • Dhana Kencana
  • Paulus Risang

Just For You