Comscore Tracker

Tips Efektif Atasi Gangguan Pernapasan Gak Pakai Tabung Oksigen

Paru-paru manusia ada 2 lobus di kiri dan 3 lobus di kanan

Tabung oksigen menjadi barang mewah saat ini seiring melonjaknya kasus COVID-19. Banyak pasien virus corona harus berjuang mencari dan mendapatkan tabung oksigen yang tidak langka, tapi harga sudah selangit.

Dokter spesialis paru dari RSUP Persahabatan, Erlina Burhan, memberikan sejumlah tips terapi oksigen tanpa harus memakai bantuan tabung oksigen.

"Jadi upayakan untuk sering-sering tidur menelungkup (atau) tengkurap," ucap Erlina dalam acara "Ngobrol Seru by IDN Times" yang tayang di Instagram @idntimes, Jumat (9/7/2021).

1. Alasan kenapa harus tidur dengan posisi tengkurap atau telungkup

Tips Efektif Atasi Gangguan Pernapasan Gak Pakai Tabung Oksigenilustrasi pedoman teknik proning (IDN Times/Sukma Shakti)

Dia menjelaskan, paru-paru manusia sebelah kiri memiliki 2 lobus. Untuk paru-paru kanan, memiliki 3 lobus.

Erlina mengatakan, permukaan paru-paru yang paling besar ada di bagian belakang atau punggung. Dengan tidur tengkurap, paru-paru akan lebih bisa mengembang untuk mengambil oksigen dan mengeluarkan karbondioksida (CO2).

"Jadi itulah mengapa kami dokter paru mengajarkan kepada masyarakat agar belajar tidur tengkurap. Jadi tidur menelungkup supaya memungkinkan bagian paru bagian belakang untuk berkembang dengan baik dan mengambil oksigen," lanjut dokter dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Namun bagaimana untuk orang yang tidak nyaman dengan posisi tidur telentang? Mengenai hal itu, Erlina mengatakan, tidur seseorang bisa dikombinasikan.

"Jadi disarankan bagian bawah dadanya diberi bantal supaya nyaman (tidur tengkurap) dan kalau gak kuat 2 jam, (kombinasikan) 30 menit (tidur) telungkup, (lalu) 30 menit miring kiri, 30 menit miring kanan, itu bergantian. Itu salah satu upaya menambah kadar oksigen dalam darah supaya kita tidak sesak," ucapnya.

Baca Juga: 12 Cara Alami dan Mudah Melegakan Sesak Napas, Jangan Panik!

2. Cara untuk mengetahui seseorang alami masalah pernapasan dan saran bagi pasien COVID-19 bergejala ringan

Tips Efektif Atasi Gangguan Pernapasan Gak Pakai Tabung OksigenInfografis jenis terapi oksigen untuk pasien COVID-19 (IDN Times/Aditya Pratama)

Bagi pasien positif COVID-19 bergejala ringan, kata Erlina, bisa melakukan isolasi mandiri di rumah. Lalu, pasien bergejala ringan itu harus meminum obat dan vitamin yang diberikan, tidur dan istirahat cukup, dan lainnya.

Dia pun memberi tahu cara untuk mengetahui seseorang mengalami masalah pernapasan atau tidak, yakni dengan menghitung napasnya dalam 1 menit.

"Jadi orang bernapas yang normal itu antara 16-22 kali per menit. Kalau Anda merasa tidak nyaman, hitung frekuensi napasnya dalam 1 menit. Anda harus waspada atau was-was kalau frekuensi napas semenit itu lebih dari 24 kali per menit," ungkapnya.

3. Australia kirim bantuan oksigen, ventilator, dan antigen ke Indonesia

Tips Efektif Atasi Gangguan Pernapasan Gak Pakai Tabung OksigenPetugas sedang mengisi ulang gas oksigen tabung 1 m3 di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Australia memberikan bantuan luar negeri untuk penanganan pandemik COVID-19 di Indonesia. Bantuan yang diberikan terdiri dari peralatan medis, vaksin, hingga alat uji corona.

“Australia mendukung mitra dekat dan tetangga kami, Indonesia, dalam menanggapi lonjakan signifikan kasus COVID-19. Hari ini saya berbicara dengan teman saya, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi, dan mengonfirmasi dukungan kesehatan segera ke Indonesia,” kata Menteri Luar Negeri Australia, Marisa Payne, dalam pernyataan pers yang diunggah melalui akun Twitter, Rabu (7/7/2021).  

Secara lebih rinci, bantuan yang diberikan Australia terdiri dari:

- Bantuan senilai 12 juta dolar Amerika Serikat (Rp173 miliar) untuk peralatan medis, termasuk 1.000 ventilator, 700 konsentrator oksigen, dan lebih dari 170 tabung oksigen, serta berbagai suplai medis lainnya.

- Lebih dari 40 ribu alat uji antigen cepat.

- 2,5 juta dosis vaksin AstraZeneca pada 2021.

“Dukungan Australia akan memperluas kapasitas tes cepat, mempertahankan layanan kesehatan, dan membantu fasilitas medis darurat ketika Indonesia merespons jumlah kasus yang terus meningkat,” ujar Payne.

Baca Juga: 8 Cara Mengenali Gejala COVID-19 pada Anak, Berbeda dari Orang Dewasa?

Topic:

  • Dhana Kencana

Berita Terkini Lainnya