Comscore Tracker

Bagaimana Hukumnya Tiga Kali Tak Salat Jumat Ditengah Wabah COVID-19

Simak penjelasan MUI berikut ini

Jakarta, IDN Times - Pandemi wabah virus corona yang kian hari kian bertambah masif membuat sejumlah umat Muslim mengerjakan ibadah yang biasanya dilakukan di masjid kini dikerjakan di rumah.

Termasuk diantaranya tidak melaksanakan salat Jumat dan menggantinya dengan salat zuhur. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebutkan bahwa seseorang yang berada di kawasan yang potensi penularannya tinggi atau sangat tinggi, salat Jumat bisa diganti dengan salat zuhur di rumah.

Lantas bagaimana hukumnya bila tidak salat Jumat tiga kali berturut-turut karena pandemi virus corona masih berlangsung? Hal ini mengingat hadis Nabi Muhammad yang menyatakan kalau tidak salat Jumat selama tiga kali berturut-turut disebut kafir. 

Simak penjelasan MUI berikut ini.

Baca Juga: Waspada Corona! Begini Suasana Salat Jumat di Masjid Menara Kudus

1. Menurut MUI ada tiga jenis orang yang tidak melaksanakan salat Jumat

Bagaimana Hukumnya Tiga Kali Tak Salat Jumat Ditengah Wabah COVID-19Tempat Sholat di Ruang Terbuka di Monas Week 2019, Jakarta. IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh mengatakan, ada tiga jenis orang yang tidak melaksanakan salat Jumat. 

Pertama, orang yang tidak salat Jumat karena inkar akan kewajiban Jumat, maka dia dihukumi sebagai kafir. 

Kedua, orang Islam yang tidak salat Jumat karena malas. Dia meyakini kewajiban Jumat tapi dia tidak salat Jumat karena kemalasan dan tanpa adanya udzur syar'i, maka dia berdosa, atau 'ashin. Melakukan maksiat. Jika tidak Jumatan tiga kali berturut tanpa uzur, maka Allah mengunci mati hatinya.

Ketiga adalah orang Islam yang tidak Jumatan karena ada udzur syar'i, maka ini dibolehkan. 

Menurut pandangan para ulama fikih, udzur syar'i tidak salat Jumat antara lain karena sakit. Ketika sakitnya lebih dari 3 kali Jumat, dia tidak salat Jumat tiga kali berturut-turut pun tidak berdosa.

Udzur syar'i berikutnya adalah kekhawatiran terjadinya sakit.

"Nah, dalam kondisi ketika berkumpul dan berkerumun itu diduga kuat akan terkena wabah atau menularkan penyakit, maka ini menjadi uzur untuk tidak Jumatan (salat Jumat)," ujar Asrorun dalam keterangan resminya, Jumat (3/4). 

Selain itu, ada beberapa udzur syar'i lain yang dibolehkan meninggalkan Jumat, di antaranya hujan deras yang menghalangi menuju masjid, juga karena adanya kekhawatiran akan keselamatan diri, keluarga, atau hartanya. 

2. Dua kondisi uzur yang menyebabkan tidak salat Jumat

Bagaimana Hukumnya Tiga Kali Tak Salat Jumat Ditengah Wabah COVID-19IDN Times/Oetoro Aji

Hingga kini, wabah COVID-19 masih belum bisa dikendalikan dan diatasi. Potensi penularan dan penyebarannya masih tinggi. Dengan demikian, udzur syar'i yang menyebabkan tidak dilaksanakannya perkumpulan untuk ibadah seperti salat Jumat masih ada.

Al-Qadli 'Iyadl menukil pandangan para ulama bahwa orang yang terjangkit wabah lepra dan penyakit menular lainnya dicegah untuk ke masjid dan salat Jumat, juga bercampur dengan orang-orang (yang sehat).

Dalam kitab al-Inshaf juga menyebutkan udzur yang dibolehkan meninggalkan salat Jumat dan jemaah adalah orang yang sakit tanpa ada perbedaan di kalangan ulama. Termasuk udzur juga yang dibolehkan meninggalkan salat Jumat dan jemaah adalah karena takut terkena penyakit. 

"Dua kondisi di atas menjadi udzur untuk tidak Jumatan. Orang yang sakit, khawatir akan sakitnya dan khawatir menularkan penyakit ke orang lain, serta orang yang khawatir tertular penyakit. Selama masih ada udzur, maka dia masih tetap boleh tidak Jumatan. Dan baginya tidak dosa. Kewajibannya adalah mengganti dengan salat Zuhur," jelas dia. 

3. Hadits meninggalkan salat Jumat 3 kali berturut-turut dikategorikan kafir adalah yang meninggalkannya tanpa uzur

Bagaimana Hukumnya Tiga Kali Tak Salat Jumat Ditengah Wabah COVID-19IDN Times/Candra Irawan

Asrorun mengatakan bahwa kategori kafir lantaran meninggalkan salat Jumat berlaku apabila meninggalkannya tanpa udzur. Hal itu sesuai dengan sabda.

"Siapa yang meninggalkan salat Jumat sebanyak tiga kali berturut-turut tanpa uzur, maka Allah akan tutup hatinya," bunyi sabda tersebut.

Itulah tadi hukum meninggalkan salat jumat tiga kali berturut-turut di tengah pandemi wabah virus corona COVID-19. Semoga wabah segera berlalu dan kita kembali bisa beribadah dan memakmurkan masjid. 

Baca Juga: MUI Jateng: Salat Jumat 27 Maret Ditiadakan, Diganti Zuhur di Rumah

Topic:

  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya