Comscore Tracker

Rekam Jejak Artidjo Alkostar Calon Dewas KPK yang Ditakuti Koruptor

18 tahun menjadi Hakim Agung

Jakarta, IDN Times – Nama mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar santer disebut menjadi satu diantara anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan dilantik oleh Presiden Joko "Jokowi" Widodo pada Jumat (20/12) hari ini. 

Nama Artidjo Alkostar merupakan bukan merupakan orang baru dalam hal penegakan hukum di Indonesia. Alumni Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) bagi para koruptor merupakan momok menakutkan.

Palu godam Artidjo beberapa kali membuat para terpidana korupsi harus menyesal berurusan dengan hakim yang dikenal sebagai "Mr Clean". Sosoknya yang bersahaja juga membuatnya sangat dihormati. 

Munculnya nama Artidjo disambut secara positif oleh berbagai kalangan, termasuk anggota komisi III DPR. 

Selama 18 tahun berkarier di Mahkamah Agung, Artidjo tak pernah memberikan putusan kasasi atau peninjauan kembali berupa pengurangan hukuman bagi terdakwa kasus korupsi. Apalagi vonis bebas seperti yang dilakukan oleh hakim agung saat ini. Maka, tak heran bila ia ditakuti oleh banyak terdakwa kasus korupsi. Mereka sengaja menanti untuk mengajukan peninjauan kembali usai Artidjo pensiun. 

Sebagian ada yang PK nya dikabulkan dengan dikorting hukumannya. Ada pula kasasi yang divonis lepas. 

Pegiat antikorupsi pun merindukan sosok Artidjo kembali berkarier. Lalu, bagaimana rekam jejak Artidjo hingga ia bisa diangkat menjadi hakim agung?

Baca Juga: Mantan Pimpinan Hingga Ekonom, Dewan Pengawas KPK yang Akan Dilantik

1. Usai pensiun masih mengajar Fakultas Hukum UII Yogyakarta

Rekam Jejak Artidjo Alkostar Calon Dewas KPK yang Ditakuti Koruptorflickr/Mishbahulmunir

Artidjo mengenyam pendidikan S1 Fakultas Hukum di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Artidjo Alkostar memulai study di bidang hukum di FH UII sejak tahun 1967. Kepada media, Artidjo mengatakan usai pensiun, ia mengaku masih mengajar di UII. 

Mata kuliah Hukum Acara Pidana dan Etika Profesi menjadi mata kuliah yang dibawakan Artidjo di UII. Ia menghabiskan akhir pekannya di Yogyakarta untuk mengajar.

Artidjo juga pernah mengikuti bimbingan di Colombia University selama enam bulan dan bekerja di Human Right Watch divisi Asia di New York

2. Aktif di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta

Rekam Jejak Artidjo Alkostar Calon Dewas KPK yang Ditakuti Koruptor(Profil Artidjo Alkostar) IDN Times/Sukma Shakti

Usai lulus kuliah, Artidjo kemudian mengabdikan diri kepada masyarakat dengan aktif bekerja di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta. Pada periode 1983-1989, ia diangkat menjadi Direktur dari LBH Yogyakarta.

Artidjo memfokuskan praktik hukumnya terkait pembelaan Hak Asasi Manusia (HAM). Materi itu pula yang ia ajarkan kepada mahasiswa pasca sarjana. Pembelaan HAM dan masyarakat terpinggirkan menjadi fokus Artidjo dalam melakukan praktik hukumnya.

3. Selama menjadi hakim agung 18 tahun, Artijdo sudah menangani 19.708 berkas perkara

Rekam Jejak Artidjo Alkostar Calon Dewas KPK yang Ditakuti KoruptorMantan Hakim Agung Artidjo Alkostar. (IDN Times/Santi Dewi)

Ketika memberikan keterangan pers di Mahkamah Agung pada 25 Mei 2018 lalu, Artidjo mengaku sudah menangani 19.708 berkas perkara. Itu pun usai dia pensiun masih ada tumpukan perkara lainnya yang belum sempat ia tangani. 

Untuk bisa merampungkan puluhan ribu berkas tersebut, Artidjo rela harus pulang larut nyaris setiap hari. Bahkan, ia rela tak mengambil cuti. 

"Tiap hari itu ada ratusan (berkas perkara yang masuk), kadang sampai malam. Jadi, pengganti saya harus bersedia pulang sampai larut malam," ujarnya. 

4. Mengaku banyak digoda sogokan dari pihak berperkara

Rekam Jejak Artidjo Alkostar Calon Dewas KPK yang Ditakuti Koruptor(Mantan hakim agung Artidjo Alkostar) Istimewa

Menjadi hakim agung disadari oleh Artidjo memiliki banyak godaan. Salah satunya sogokan dari berbagai pihak yang ingin agar perkaranya dibuat lebih menguntungkan. Namun, Artidjo teguh memegang prinsip tak mau terpengaruh dengan uang sogokan. 

Bahkan, ia menjadi satu-satunya hakim agung di MA yang memasang tulisan di depan pintu kerjanya: "tidak menerima tamu yang terkait perkara". Artinya, ia secara tegas menolak pemberian suap dari para pihak yang tengah berperkara di Mahkamah Agung. 

Sejak menjadi hakim agung pun, Artidjo turut membatasi pergaulan. Ia tetap ingin menjaga independensi dan etika sebagai hakim. 

5. Tangani perkara peninjauan kembali kasus penistaan agama oleh Ahok

Rekam Jejak Artidjo Alkostar Calon Dewas KPK yang Ditakuti KoruptorKomisaris Utama Pertamina Basuki Tjahja Purnama (Ahok) datang ke Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin 9 Desember 2019 (IDN Times/Teatrika Handiko Putri)

Lantaran tergolong hakim senior dan lama mengabdi di Mahkamah Agung, Artidjo pernah menangani beragam perkara besar. Salah satunya adalah Peninjauan Kembali (PK) mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama dalam kasus penistaan agama. PK Ahok itu ditolak oleh Artidjo. 

Ia juga menolak PK yang diajukan oleh terpidana kasus pembunuhan kopi sianida, Jessica Kumala Wongso. Alhasil, ia tetap divonis 20 tahun penjara. 

Artidjo turut menjatuhkan vonis bagi mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq. Hukuman yang semula 16 tahun naik menjadi 18 tahun penjara. Selain itu hak politik Luthfi untuk dipilih dalam jabatan publik juga dicabut.

Kasus Angelina Sondakh juga ditangani oleh Artidjo. Angelina dijatuhi vonis 12 tahun penjara dan denda 500 juta. Vonis ini naik dari vonis sebelumnya 4 tahun 6 bulan penjara.

Gimana menurut kalian, guys? Artidjo cocok kah dipilih menjadi dewas KPK?

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App, unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb

Baca Juga: Artidjo Alkostar Masuk Bursa Dewas KPK, Komisi 3: Itu Pertanda Baik

Topic:

  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya