Comscore Tracker

Jokowi Kini Utamakan Kesehatan Daripada Ekonomi? Ini Fakta dari Istana

Ternyata konsep Presiden Jokowi dinilai masih sama

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko 'Jokowi' Widodo secara tegas berpesan kepada jajarannya untuk tidak melakukan restart ekonomi sebelum virus corona (COVID-19) tertangani dengan baik. Pernyataan itu berbeda dari yang pernah ia ucapkan sebelumnya.

Pada beberapa kesempatan, Jokowi menyampaikan agar gas dan rem antara kesehatan dan ekonomi harus seimbang. Tetapi, setelah kasus COVID-19 di Indonesia cenderung meningkat, Jokowi meminta kesehatan diutamakan.

1. Fajrul: Konsep Presiden masih sama

Jokowi Kini Utamakan Kesehatan Daripada Ekonomi? Ini Fakta dari IstanaJuru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman, memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis 5 Desember 2019 (IDN Times/Teatrika Handiko Putri)

Juru Bicara Presiden Joko "Jokowi" Widodo, Fadjroel Rachman, mengatakan konsep yang diutarakan Jokowi masih sama dengan sebelumnya. Gas dan rem antara kesehatan dan ekonomi tetap harus seimbang.

"Konsep Presiden sama, seimbang memakai gas (ekonomi) dan rem (kesehatan) sesuai data lapangan yang berkembang dari para ahli," kata Fadjroel saat dihubungi IDN Times, Rabu (9/9/2020).

Baca Juga: Kasus COVID-19 Wonosobo Naik, Rumah Sakit dan 3 Gedung Isolasi Penuh

2. Jokowi pernah menyebut urusan kesehatan dan ekonomi harus beriringan

Jokowi Kini Utamakan Kesehatan Daripada Ekonomi? Ini Fakta dari IstanaPresiden Jokowi dalam Rapat Terbatas Mengenai Penanganan COVID-19 dan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (24/8/2020) (Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke berbagai daerah, Jokowi selalu mengingatkan para kepala daerah untuk memainkan gas dan rem. Seperti saat kunjungannya ke Jawa Barat, ia mengingatkan pentingnya kepala daerah di Jawa Barat menerapkan prinsip gas dan rem untuk menangani persoalan kesehatan dan ekonomi karena pandemik COVID-19.

"Urusan kesehatan dan ekonomi ini dua hal yang sama-sama penting, tidak bisa kita hanya mengurusi urusan COVID-19, urusan kesehatan tapi urusan ekonominya tidak diurus karena akan menimbulkan masalah sosial ekonomi di masyarakat. Berulang saya sampaikan gas dan rem oleh bupati, wali kota, gubernur agar manajemennya dikendalikan dengan baik," kata Jokowi di Jawa Barat, Selasa 11 Agustus 2020.

Jokowi menyampaikan hal yang sama di Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis 25 Juni 2020. Saat itu Jokowi mengatakan, "Dalam mengelola manajemen krisis ini, rem dan gas ini harus betul-betul seimbang, tidak bisa kita gas di urusan ekonomi tetapi kesehatannya menjadi terabaikan, tidak bisa juga kita konsentrasi penuh di urusan kesehatan tetapi ekonominya menjadi sangat terganggu. Gas dan rem inilah yang selalu saya sampaikan kepada gubernur, bupati, wali kota ini harus pas betul, ada balans, ada keseimbangan sehingga semuanya dapat dikerjakan dalam waktu yang bersamaan.". 

3. Jokowi minta kesehatan diutamakan, ekonomi bisa menyusul di belakang

Jokowi Kini Utamakan Kesehatan Daripada Ekonomi? Ini Fakta dari IstanaDok. Biro Pers Kepresidenan

Sementara pada sidang kabinet paripurna yang digelar Senin, 7 September 2020, Jokowi mengatakan bahwa penanganan COVID-19 harus diutamakan. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan masalah COVID-19 harus ditangani dengan baik. Hal itu merupakan syarat utama agar perekonomian Indonesia bisa kembali membaik.

"Masalah kesehatan ini harus betul-betul tertangani dengan baik. Karena memang kita ingin secepat-cepatnya restart di bidang ekonomi," ujar Jokowi yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden.

Menurut Jokowi, jangan sampai pemerintah 'me-restart' aktivitas perekonomian saat penyebaran COVID-19 belum berhasil ditangani dengan baik.

"Jangan sampai kita urusan kesehatan, urusan COVID ini belum tertangani dengan baik kita sudah restart di bidang ekonomi. Ini juga sangat berbahaya," kata Jokowi.

Di hadapan jajarannya, orang nomor satu di Indonesia itu mengingatkan tentang kesehatan yang menjadi kunci perekonomian Indonesia. Sehingga, kesehatan harus diatasi dengan baik, jika ingin pertumbuhan ekonomi baik juga.

"Yang perlu saya ingatkan, sekali lagi bahwa kunci dari ekonomi kita agar baik adalah kesehatan yang baik," kata Jokowi.

Baca Juga: Beda Data Satgas COVID-19 dan Semarang, Dinkes: Ada Data Dobel Pasien

Topic:

  • Dhana Kencana

Berita Terkini Lainnya