Comscore Tracker

Bikin India Kritis, Waspada! Mutasi COVID-19 Sudah Masuk Indonesia

Mutasi dari India dan Afsel terdeteksi di Jakarta dan Bali 

Jakarta, IDN Times - Mutasi virus corona penyebab COVID-19 terutama di India dan Afrika Selatan terdeteksi telah masuk di Indonesia. Mutasi baru corona yang membuat India mengalami krisis kesehatan teridentifikasi masuk dari India ke Indonesia.  

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, mutasi virus corona telah ada di Indonesia. Karena itu, dia meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap COVID-19.

"Tadi sudah dilaporkan kepada Bapak Presiden karena sudah ada mutasi baru yang masuk dari India. Ada dua insiden yang kita lihat, dua-duanya di Jakarta dan satu insiden dari Afrika Selatan itu ada di Bali," kata Budi dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden, Senin (3/5/2021).

"Jadi selain mutasi dari Inggris yang sekarang sudah ada 13 insiden dan dua mutasi, ada satu mutasi dari Afrika Selatan," tambahnya.

Baca Juga: Ledakan COVID-19 India, Vaksinasi di Jateng Tersendat, Obat Tertahan

1. Menkes minta proses vaksinasi bisa dipercepat untuk mengurangi penyebaran virus corona

Bikin India Kritis, Waspada! Mutasi COVID-19 Sudah Masuk IndonesiaKeterangan Pers Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Selasa (26/1/2021) (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

Menurut Budi, mutasi tersebut masuk dalam kategori varian yang diperhatikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Sebab, mutasi jenis tersebut penluarannya relatif lebih tinggi.

Oleh karena itu, dengan adanya sejumlah mutasi COVID-19 yang telah masuk ke Indonesia, ia meminta proses vaksinasi dipercepat guna mengurangi penularan virus corona.

"Selama mutasi masih sedikit yang varian mutasi dari India, Afrika Selatan, dari Inggris itu adalah saat yang tepat kita segera mungkin melakukan vaksinasi untuk melindungi diri kita dan keluarga kita," kata Budi.

"Oleh karena itu, tolong didorong vaksinasi walaupun puasa dan Lebaran karena memang diizinkan," dia melanjutkan.

2. Budi imbau masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan dan terus lakukan 3T

Bikin India Kritis, Waspada! Mutasi COVID-19 Sudah Masuk IndonesiaWarga beraktivitas menggunakan masker di kawasan Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (2/3/2020) (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/ama)

Lebih lanjut, mantan Wakil Menteri BUMN ini mengimbau agar isolasi segera dilakukan bagi mereka yang positif COVID-19. Selain itu, 3T atau tracing, testing, dan treatment juga segera dilakukan.

"Yang paling penting sekali lagi memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Apapun virusnya, apapun mutasinya kalau kita disiplin protokol harusnya penularan tidak terjadi. Itu sebabnya kenapa saya akan terus-menerus mengingatkan bahwa disiplin protokol kesehatan itu harus dijalankan oleh kita semua dimanapun kita berada," jelas Budi.

3. Sebanyak 20 juta orang di RI sudah divaksinasi

Bikin India Kritis, Waspada! Mutasi COVID-19 Sudah Masuk IndonesiaIlustrasi vaksinasi COVID-19 (ANTARA FOTO/Jojon)

Sementara untuk proses vaksinasi, Budi melaporkan, sudah 20 juta vaksin disuntikkan di Tanah Air. Hal itu akan terus digenjot hingga mencapai target pemerintah.

"Dibandingkan kita mulai Januari menembus 10 juta suntikan, tanggal 26 Maret sekarang dengan segala keterbatasan kita tetap bisa menembus 10 juta suntikan atau sekitar 12,5 juta rakyat Indonesia sudah diberikan vaksinasi pertama, kita harapkan ke depan lebih cepat lagi," ujar Budi.

Budi juga menyampaikan, Indonesia akan mendapat tambahan vaksin AstraZeneca yaitu sebanyak 1,8 juta vaksin. Vaksin asal Inggris itu dijadwalkan tiba bulan ini.

"Diharapkan bahwa bulan ini kita sudah kedatangan 3,8 juta vaksin AstraZeneca dari program gratis, rencananya akan datang lagi 1,8 juta vaksin AstraZeneca yang gratis, sehingga total 5,6 juta, dan rencananya Bio Farma akan produksi 18 juta vaksin Sinovac bulan ini," kata Budi lagi.

Baca Juga: COVID-19 Mengganas di India, RS Terbakar, Sehari Tambah 400 Ribu Kasus

Topic:

  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya