Sukses Kerek Suara, Ketua Golkar Wonogiri Masuk Bursa Pimpinan DPRD

Ada empat nama lain yang punya peluang sama

Semarang, IDN Times - Elite politik Partai Golkar Jawa Tengah sedang menggodok lima nama kadernya yang berpeluang menduduki jabatan sebagai pimpinan DPRD setempat. Ketua Pelaksana Harian DPD Golkar Jawa Tengah, Iqbal Wibisono mengungkapkan, kelima nama kadernya yang masuk bursa pemilihan pimpinan DPRD Jateng memiliki track record yang cemerlang.


"Kita dapat jatah menempatkan satu kader jadi pimpinan DPRD Jateng karena dalam Raihan Pileg kemarin, kita dapat 12 kursi. Pimpinan DPRD lainnya juga akan diisi dari kader PDIP, PKS, Gerindra dan PKB," ungkapnya kepada IDN Times, Rabu (17/7).

1. Bondan Bumoaji masuk dalam lima nama kader Golkar yang berpeluang jadi pimpinan DPRD Jateng

Sukses Kerek Suara, Ketua Golkar Wonogiri Masuk Bursa Pimpinan DPRDjatengprov.go.id

Partainya telah menyiapkan lima nama kadernya yang menonjol selama pelaksanaan Pileg kemarin. Masing-masing yaitu Fery Wawan yang selama ini jadi Sekretaris DPD Golkar Jateng.

Kemudian mencuat pula dua nama petinggi Golkar Jateng lainnya, Muhammad Soleh, Masruri, lalu muncul nama Mesti Padmasari Mustikajati yang mencuri perhatian karena bisa mengalahkan Ketua Golkar Grobogan serta Bondan Bumoaji, selaku Ketua DPC Golkar Wonogiri.

Baca Juga: Kader Golkar Inginkan Sosok Ketua Umum yang Berani Nyapres 2024

2. Ketua Harian Golkar: Kita kasih apresiasi khusus buat Bondan Bumoaji

Sukses Kerek Suara, Ketua Golkar Wonogiri Masuk Bursa Pimpinan DPRDpemilu.com

Pihaknya juga mengapresiasi militansi kader partainya di Wonogiri yang mampu mengerek suara melebihi ekspektasi. "Secara khusus kita berikan apresiasi buat Ketua DPC Golkar Wonogiri karena mampu mengerek suara partai. Makanya kita usulkan Bondan Bumoaji jadi pimpinan DPRD," cetusnya.

"Lima nama itu nanti akan diusulkan ke DPP. Kemudian DPP akan merekomendasikan satu nama yang ditetapkan jadi pimpinan DPRD Jateng," tegasnya.

Iqbal menekankan bahwa kadernya yang layak jadi pimpinan DPRD Jateng minimal harus pernah jadi anggota DPR RI atau sempat memangku jabatan sebagai pengurus harian, punya ijazah Strata-1 serta memiliki perolehan suara terbanyak di internal partai dan punya pengalaman menjadi ketua DPD. 

"Yang penting dia tidak pernah pindah partai," paparnya. Ia optimistis hasil rekomendasi DPP akan turun sebelum proses pelantikan pimpinan DPRD Jateng berlangsung.

3. Golkar klaim mampu tambah raihan kursi pada Pileg 2019

Sukses Kerek Suara, Ketua Golkar Wonogiri Masuk Bursa Pimpinan DPRDIDN Times/Imam Rosidin

Menurutnya dalam Pileg 2019 kemarin, partainya mampu menambah raihan kursi DPRD. Dari semula 10 kursi, saat ini jadi 12 kursi.

"Cuma yang di Kota Semarang kita gagal dapat posisi pimpinan. Yang paling parah kondisinya ya di Rembang dan Salatiga. Cuma dapat satu kursi. Padahal pada 2004, kita pernah menang dan dapat empat kursi. Sekarang mereka masuk angin semua," terangnya.

Meski begitu diakuinya pada masa Pemilu 2020 nanti tantangan yang dihadapi partainya bakal semakin berat. Golkar nantinya bisa mencalonkan sendiri untuk Pilwakot Pekalongan. Ini karena partainya menang besar di sana.

Balqis Diab, yang kini jadi Ketua DPRD Kota Pekalongan bakal didorong untuk mencalonkan diri jadi bupati pada Pilwakot nanti.

"Kita lihat kandidat pasangannya sama parpol siapa aja. Komunikasi sekarang masih cair. Tentunya kita enggak jalan sendirian. Biar parlemennya tambah kuat," bebernya.

Baca Juga: Ini Deretan Kisruh Internal Perebutan Kursi Ketua Umum Partai Golkar

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Paulus Risang

Just For You