Comscore Tracker

Terdampak Pandemik COVID-19, Kaum Difabel Solo Diajari Bisnis Online

Shopee gandeng Gerkatin beri akses teman tuli agar berdaya

Surakarta, IDN Times - Pandemik COVID-19 membuat sejumlah orang kehilangan pekerjaan termasuk difabel. Keterbatasan pengetahuan dan sulitnya mendapat akses pada informasi menjadi kendala terbesar buat mereka bisa mandiri ditengah pandemik. Seperti yang dialami teman-teman tuli di Solo, Jawa Tengah.

1. Pelatihan dasar bisnis online bagi kaum difabel digelar

Terdampak Pandemik COVID-19, Kaum Difabel Solo Diajari Bisnis OnlinePembukaan pelatihan bisnis online yang diselenggarakan Shopee dan Gerkatin Surakarta, Kamis (23/9/2021). (IDN Times/Anggun P)

Berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja RI pada tahun 2020, jumlah pengangguran terbuka kelompok difabel di Indonesia mencapai 247.000 orang atau 3 persen dari tingkat pengangguran terbuka (TPT). Melihat kondisi itu, Shopee bersama dengan Komunitas Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kota Surakarta menyelenggarakan pelatihan dasar-dasar bisnis online bagi kaum difabel tuna rungu.

Head of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira mengatakan, pihaknya ingin menggelar pelatihan bagi teman tuli di Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo. Shopee akan menyediakan tempat, mentor, dan guru bahasa isyarat bagi teman tuli.

‘’Mudah-mudahan cara ini bisa diaplikasikan, sehingga teman tuli dapat mengerti konsep bisnis dan mendapatkan virus yang baik untuk memulai berwirausaha. Selain itu, juga untuk meningkatkan pemahaman mereka demi mewujudkan kemandirian ekonomi,’’ ungkapnya dalam peresmian kerja sama antara Shopee dan Gerkatin Surakarta secara virtual, Kamis (23/9/2021).

Baca Juga: Kampus UMKM Shopee Ajak Pelaku Usaha di Jateng Melek Literasi Digital 

2. Shopee beri akses teman tuli memulai berwirausaha

Terdampak Pandemik COVID-19, Kaum Difabel Solo Diajari Bisnis Onlinewww.lipsticksxlenses.com

Upaya itu sejalan dengan komitmen #ShopeeAdaUntukUMKM, perusahaan e-commerce itu ingin membantu memberdayakan komunitas lokal melalui pelatihan dan pendampingan agar para teman tuli juga bisa memulai berbisnis secara online dan menjadi calon pelaku UMKM berdaya.

“Kami percaya bahwa setiap orang harus memiliki akses yang sama untuk mendapatkan peluang terlepas dari latar belakang atau kemampuan mereka. Setelah membuka Kampus UMKM Shopee Ekspor di beberapa kota sejak Mei lalu, kami ingin terus memperluas jangkauan kami dalam memberikan pelatihan bagi lebih banyak komunitas,’’ jelasnya.

Salah satunya berdialog dengan Gerkatin, ternyata pandemik dan meningkatnya jumlah pengangguran terbuka dari kelompok difabel tahun 2020 menjadi masalah baru. Mereka masih belum paham tentang bisnis online, padahal ada banyak sekali kesempatan yang bisa mereka ciptakan di tengah era digital ini.

‘’Karenanya, di Hari Bahasa Isyarat Internasional hari ini Shopee senang dapat mengumumkan pembukaan pelatihan bagi Teman Tuli dan berharap bahwa ini bisa menjadi langkah awal yang baik untuk menciptakan lebih banyak peluang bagi mereka,” imbuh Radynal.

3. Kaum difabel tuna rungu di Solo terdampak pandemik

Terdampak Pandemik COVID-19, Kaum Difabel Solo Diajari Bisnis OnlinePerwakilan teman tuli hadir dalam pembukaan pelatihan bisnis online yang diselenggarakan Shopee dan Gerkatin Surakarta, Kamis (23/9/2021). (IDN Times/Anggun P)

Adapun, materi pelatihan bisnis online yang diberikan kepada teman tuli di Solo antara lain, pengenalan tentang lanskap dan konsep bisnis online di e-commerce, mengenal psikologi pembeli sebelum berjualan. Kemudian, cara penggunaan aplikasi Shopee dan fitur pendukung penjualan, dan pengenalan tentang komunitas penjual.

Ketua DPC Gerkatin Kota Surakarta, Galih Saputro mengatakan, program pelatihan ini harapannya bisa menambah wawasan dan ketertarikan teman tuli di Solo untuk memulai bisnis digital.

‘’Sebab, pandemik ini banyak sekali teman tuli di Solo terdampak pandemik. Mereka terkendala akses karena pekerjaan yang mensyaratkan tidak ada hambatan komunikasi. Ini dirasa sulit bagi teman difabel. Ke depan kami ingin ada tempat inklusi untuk teman tuli berkembang,’’ tuturnya.

Gerkatin Surakarta memiliki misi untuk menjadi wadah yang memberikan pembelajaran dan menjadi sarana aktualisasi diri. Pelatihan yang diberikan oleh Shopee itu dilihat sebagai langkah awal yang sangat baik untuk meningkatkan ketertarikan dan pemahaman teman tuli akan bisnis digital yang dewasa ini kian berkembang.

4. Kaum difabel tuna rungu bisa menghubungi Gerkatin untuk daftar pelatihan

Terdampak Pandemik COVID-19, Kaum Difabel Solo Diajari Bisnis Onlineilustrasi dua Tuli sedang berkomunikasi dengan pelayan kafe menggunakan bahasa isyarat (pexels.com/cottonbro)

Pelatihan bisnis digital dasar ini akan dimulai pada awal Oktober 2021 dan terbuka untuk seluruh teman tuli di Solo. Mereka dapat menghubungi Gerkatin untuk mendaftar dan mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh Kampus UMKM Shopee Solo.

Selain materi edukasi, teman tuli yang mengikuti program ini pun dapat menggunakan fasilitas dan layanan yang tersedia di Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo seperti studio foto dan live streaming, serta berkonsultasi langsung dengan Shopee untuk memulai bisnis online mereka. Seluruh sesi pelatihan akan difasilitasi dengan Juru Bahasa Isyarat dari Deaf Volunteering Organization (DVO) Solo.

Salah satu teman tuli yang akan berpartisipasi dalam pelatihan bisnis digital bersama Shopee, Indira Maritha, menceritakan kondisinya di masa pandemik.

“Sebagian dari kami dirumahkan dari tempat bekerja, dan kesulitan mendapatkan pekerjaan pengganti. Banyak yang mencoba membuka usaha, namun, banyak kendala dihadapi. Informasi seputar bisnis online juga masih terbatas dan sulit untuk dipelajari. Karenanya, kami sangat senang saat tahu ada kesempatan untuk belajar dari Shopee. Pelatihan ini pasti akan jadi bahan diskusi juga antar teman-teman tuli. Di mana kami akan bertukar pikiran untuk memberikan ide untuk satu sama lain juga. Semoga dari materi-materi yang diberikan nanti bisa kami realisasikan jadi rencana bisnis yang solid,” katanya.

Baca Juga: Vaksinasi COVID-19 di Semarang Sasar 6.000 Difabel, Ini Cara Daftarnya

Topic:

  • Dhana Kencana

Berita Terkini Lainnya