Comscore Tracker

Masa Depan Aman dan Nyaman dengan Literasi Keuangan Manulife

Pilihan tepat memperkuat ekonomi nasional

Semarang, IDN Times - Litha tampak sibuk menerima panggilan telepon klien. Dari kejauhan, sesekali ia membaca dan membalas notifikasi pesan yang masuk melalui gawainya.

Mojang kelahiran Kabupaten Batang, Jawa Tengah itu terlihat cakap dan luwes berkomunikasi melayani para pelanggan. Hal tersebut tidak lepas dari pengalamannya yang sudah malang melintang di dunia perhotelan di Kota Semarang.

Masa Depan Aman dan Nyaman dengan Literasi Keuangan ManulifeDokumen pribadi Vincentia Litha

Sukses berkarier sebagai sales executive di Hotel Citradream Semarang tidak membuat dirinya jemawa dengan selalu mengikuti gaya hidup atau tren kekinian sehingga berdampak terhadap perilaku hidup konsumtif. Ia cukup realistis dalam menjalani hidup. Termasuk cermat dan bijak dalam mengatur finansial pribadi yang salah satunya dialokasikan untuk asuransi jiwa.

"Saya ikut asuransi jiwa lebih ke cover (proteksi) diri sendiri. Soalnya aku (tinggal dan masih) sendiri. Asuransi yang aku pakai kalau gak digunakan, larinya ke (jaminan) hari tua, jadi bakal ngumpul besok pas tenor selesai tahun asuransinya," kata perempuan bernama lengkap Vincentia Litha itu kepada IDN Times, Rabu (6/10/2021).

Keputusannya mengikuti asuransi jiwa saat usia produktif diambil matang-matang dengan memperhatikan segala risiko yang ada. Ia berkeyakinan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari perencanaan dan pengelolaan keuangan yang tepat.

Menurutnya, selain memberikan perlindungan, asuransi menjadi pilihan dalam meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa memengaruhi keuangan pribadi. Sebagai contoh mengalami kecelakaan, meninggal dunia, atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Asuransi sifatnya berjaga-jaga, tidak bermaksud mengharapkan celaka sehingga segala sesuatu bisa ditanggung perusahaan asuransi. Tidak ada orang yang menginginkan kayak begitu, karena asuransi adalah salah satu ikhtiar supaya hidup menjadi lebih aman dan nyaman. Bagiku lebih ke fungsional. Keuangan tidak habis untuk (gaya hidup) hedonisme tapi bisa lebih tertata," imbuh wanita 29 tahun yang hobi makan tersebut.

Baca Juga: Sepanjang Pandemik COVID-19, Manulife Bayar Klaim Hingga Rp54,5 Miliar

Anggapan bahwa millennial tidak memerlukan asuransi belum tentu benar. Meskipun masih muda dan berusia produktif, tidak lantas serta merta terbebas dari risiko kesehatan. Pasalnya, tidak ada yang mengetahui kapan, siapa, dan bagaimana keadaan atau kondisi seseorang nanti atau dimasa mendatang.

Paradigma tersebut berimbas terhadap literasi keuangan para millennial. Padahal, jika sejak dini mereka menggunakan asuransi, akan mendapat banyak keuntungan. Di antaranya premi bulanan yang lebih murah. Lalu, bisa dijadikan sebagai asuransi jangka panjang sehingga perencanaan keuangannya lebih jelas dan terukur.

"Generasi muda (millennial) kebanyakan menghabiskan uang untuk kesenangan dibandingkan untuk menabung dan atau berinvestasi menambah aset. Tingkat literasi keuangan mereka masih rendah sehingga mudah teperdaya ajakan-ajakan influencer berinvestasi secara ilegal," kata Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tirta Segara melansir media sosial resmi OJK pada Sabtu (27/3/2021).

Masa Depan Aman dan Nyaman dengan Literasi Keuangan Manulifepexels.com/Borko Manigoda

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kristianti Puji Rahayu saat webinar Edukasi Literasi Finansial untuk Generasi Muda yang diadakan Katadata Indonesia secara virtual pada Rabu (2/12/2020), menyebut jika literasi keuangan begitu penting bagi millennial. Keberadaan mereka cukup rentan secara finansial dan terdampak media sosial karena mudah terpapar informasi atau kabar bohong (hoax) mengenai keuangan.

Lebih dari itu, millennial juga sering mengalami Fear of Missing Out (FOMO)--selalu khawatir berlebihan dan merasakan ketakutan tertinggal tren kekinian--. Sehingga, mereka cenderung pengin menuruti gaya hidup terkini sebagai bentuk eksistensi diri agar tidak dicap ketinggalan zaman atau katrok (red: tidak gaul) saat nongkrong bareng.

Oleh karena itu, OJK gencar mengedukasi literasi keuangan, terutama bagi millennial bersama regulator, pelaku industri, maupun berbagai pihak. Literasi tersebut bertujuan agar millennial melek terhadap produk atau jasa keuangan sehingga masa depan kelak yang lebih sejahtera (financial wellbeing) dan mempunyai rancangan soal produk atau jasa keuangan sehingga dapat bertahan menghadapi masa sulit, salah satunya ketika pandemik COVID-19 (financial resilience).

Literasi keuangan tugas bersama

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Togar Pasaribu menyatakan bahwa pemahaman millennial mengenai produk atau jasa keuangan mampu meningkatkan tata kelola dan menjaga kepercayaan millennial sekaligus menumbuhkan kesadaran mereka akan kebutuhan asuransi jiwa. Dengan begitu, literasi keuangan millennial meningkat seiring pengetahuan tentang seluk beluk dan manfaat dari asuransi jiwa.

"AAJI memperbanyak informasi soal manfaat asuransi jiwa untuk memperkuat keuangan dan perencanaan keuangan masa depan melalui tulisan-tulisan yang dibagikan melalui media sosial," ujar Togar melansir laman resmi AAJI, Jumat (8/10/2021).

Hal serupa dilakukan Manulife Indonesia--selaku pelaku industri asuransi di Tanah Air--sebagai dukungan dan komitmen dalam peningkatan literasi keuangan millennial. Mereka membuat program Do It dan tayangan Cerdas 5 Menit (CSM) yang tayang di stasiun Metro Tv dan media sosial Youtube pada channel Metro Manulife Tv dan Manulife Indonesia.

https://www.youtube.com/embed/UopnMxZOwsw

Kedua acara tersebut dikemas secara edukatif dengan konsep entertainment (edutainment) dengan narasumber berkompeten dari Manulife agar pemahaman akan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik oleh millennial dan masyarakat pada umumnya lebih mudah dimengerti.

Adapun acara tersebut selama tahun 2020 sudah tayang sebanyak 314 episode. Narasumber dari Manulife Indonesia tetap memberikan edukasi finansial secara virtual sebagai bagian dari adaptasi pelaku industri asuransi saat pandemik COVID-19.

Saluran edukasi tersebut menjadi pilihan tepat bagi millennial untuk belajar dan memahami literasi keuangan sehingga bisa memperkuat ekonomi nasional.

Baca Juga: Permintaan Asuransi Jiwa Saat Pandemik Meningkat, Manulife Luncurkan PPMD

Topic:

  • Dhana Kencana

Berita Terkini Lainnya