Comscore Tracker

Tiga Kunci Fundamental Bisnis Bank BTN Tidak Terpental saat Pandemik

Kebermanfaatan layanannya dirasakan dari hulu sampai hilir

Efisiensi, digitalisasi, dan whistle blower menjadi kunci Bank BTN untuk penguatan fundamental bisnis mereka pada tahun 2020, sehingga mampu membukukan laba bersih diatas target saat pandemik COVID-19. Pemerintah, nasabah, investor, hingga developer mengapresiasi kinerja positif BBTN sehingga menjadi emiten TOP Digital Award 2020.

Pandangan Auk tidak lepas dari layar gawai yang ia pegang sembari duduk bersila santai menyandarkan tubuh ke dinding rumah kontrakannya di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Ia mencermati setiap grafik pergerakan perdagangan saham melalui laman Bursa Efek Indonesia (IDX). Jempolnya cekatan memindah layar ke atas dan bawah, juga samping kanan kiri.

Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu terbilang baru menjadi investor saham. Ia terjun di dunia pasar modal sejak satu tahun terakhir atau awal tahun 2020.

Sejumlah saham dari emiten kenamaan ia beli, khususnya yang bergerak di bidang perbankan. Salah satunya saham milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

"Kenapa suka Bank BTN karena perbankan merupakan jantung perekonomian Indonesia. Sumber dananya banyak dihimpun dari masyarakat, yang kemudian dikembangkan menjadi kredit atau pinjaman, juga pembiayaan. Operasionalnya jelas, diawasi pemerintah juga, jadinya profesional dan transparan," ujarnya, 5 Februari 2021.

1. Investor semakin percaya diri atas prestasi BBTN selama 2020

Tiga Kunci Fundamental Bisnis Bank BTN Tidak Terpental saat PandemikPlt. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon LP Napitupulu (kanan) didampingi jajaran Direksi Bank BTN Jasmin (kedua kiri) dan Setiyo Wibowo (kiri) menyampaikan Paparan Kinerja Kuartal IV/2020 di Jakarta, Senin (15/2/2021). ANTARA FOTO/Reno Esnir

Kepada IDN Times, pemilik nama lengkap Auliyaillahil Basiro itu tertarik membeli saham dengan kode emiten BBTN tersebut karena kinerja manajemen yang stabil dilakukan sepanjang tahun 2020. Bahkan saat pandemik COVID-19 melanda, saham BBTN masih tegar bahkan terus naik seiring banyaknya inovasi layanan perbankan yang dilakukan kepada para nasabahnya. Kepercayaan diri tersebut membuahkan hasil.

"Sebelum memutuskan membeli saham BBTN, saya mengamati pergerakannya (Bank BTN). Saya lihat bank-bank lain banyak bergejolak, naik turun tidak terkendali gitu. Ini (BBTN) saya amati dari awal tahun 2020 cukup stabil malah prospeknya semakin bagus karena masuk buy rating. Waktu ada pandemik, (saham BBTN) justru tambah kokoh. Saya yakin saja sama kinerja mereka karena terus-menerus dibenahi manajemennya. Alhamdulillah, sepanjang tahun 2020 laba bersihnya meningkat drastis, tahun 2021 saya beli lagi," katanya, 5 Februari 2021.

Prestasi BBTN sepanjang tahun 2020 menambah keyakinan investor seperti Auk untuk tidak menjual saham dan membeli lagi menanam sahamnya karena sukses membukukan laba bersih diatas target yang ditetapkan. Melansir laman IDX, pada kuartal I tahun 2020, laba bersihnya sebesar Rp457 miliar. Performa berlanjut pada kuartal II mencapai Rp768 miliar dan kuartal III sebanyak Rp1,12 triliun.

BBTN optimistis melanjutkan tren positifnya pada kuartal IV dengan target laba bersih sebesar Rp1,5 triliun. Sebab, hingga Oktober 2020 sudah memperoleh Rp1,29 triliun.

Apalagi Plt Direktur Utama (Dirut) Bank BTN, Nixon LP Napitupulu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta pada Selasa (2/2/2021) menyebut jika laba bersih (unaudited) kuartal IV mencapai Rp1,6 triliun, naik 671,6 persen dibandingkan kinerja pada 2019 sebesar Rp209 miliar.

“Laba bersih kami tumbuh sangat tinggi, didorong tahun 2019 kita (manajemen Bank BTN) melakukan banyak downgrade, bersih-bersih," katanya mengutip laman Indo Premier Sekuritas.

2. Bank BTN tampil lebih ramah sama millennial

https://www.youtube.com/embed/yegowKC4UyM

Capaian laba bersih tersebut membuktikan bahwa Bank BTN solid pada masa pandemik COVID-19. Sebagai millennial, Auk melihat jika bank spesialis pembiayaan perumahan tersebut telah berubah images atau penampilan karena terus berinovasi memberikan kemudahan kepada para nasabahnya. Seperti menghadirkan fitur teknologi digital yang eye-catching dan ramah bagi anak muda seperti dirinya.

"Pandemik COVID-19 ini Bank BTN malah banyak terobosan yang mendekatkan nasabah dan secara tidak langsung mengedukasi nasabah untuk beradaptasi saat wabah melanda. Kayak pameran perumahan secara virtual dan aplikasi pengajuan KPR online. Layanannya sudah berubah 360 derajat lebih baik, bahkan menggaet kalangan millennial seperti saya. Literasi keuangan saya bertambah, bisa paham soal KPR, juga gak ribet dan tahu pas ngajuin KPR, bisa online. Inovasinya diluar prediksi," tutur perempuan kelahiran Sanggau, Kalimantan Barat itu. 

Analis Keuangan OCBC Sekuritas, Isfhan Helmy dalam risetnya menyebut kenaikan laba bersih BBTN sepanjang 2020 salah satunya buah dari efisiensi dan digitalisasi yang berhasil dilakukan manajemen bank yang berdiri pada 9 Februari 1950 tersebut.

Efisiensi diantaranya dengan transformasi proses pengadaan barang dan jasa melalui sentralisasi pengadaan dan pengelolaan vendor. Pada skema tersebut, BBTN tidak lagi dengan penunjukan, melainkan mengumpulkan seluruh penawaran atau kebutuhan yang masuk dari vendor, disertai pendokumentasian yang baik dan penyampaian informasi secara transparan ke publik melalui situs web resmi mereka.

Selain itu, manajemen Bank BTN juga merasionalisasi sejumlah outlet dan menutup 21 kantor cabang pembantu serta 101 kantor kas, yang biasanya digunakan sebagai perpanjangan transaksi (roll over), kini sebagian besar telah berpindah ke mobile, ATM, ataupun internet banking.

3. Sinergi digitalisasi membuat layanan Bank BTN lebih berarti

Tiga Kunci Fundamental Bisnis Bank BTN Tidak Terpental saat PandemikIlustrasi calon debitur memilih rumah melalui laman Rumah Murah milik Bank BTN untuk pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN di kantor Bank BTN Semarang, Jawa Tengah. IDN Times/Dhana Kencana

Digitalisasi layanan perbankan secara signifikan pada 2020 mendorong ketercapaian laba bersih BBTN setahun tersebut. Lebih-lebih pada masa pandemik COVID-19, langkah tersebut menjadi pionir sebagai bentuk adaptasi ditengah keterbatasan mobilitas nasabah.

Sistem digital yang diterapkan berupa proses koleksi, yakni pemenuhan kebutuhan layanan dan informasi perbankan kepada nasabah secara tepat waktu dan tepat guna melalui mobile collection (layanan transaksi perbankan, seperti info rekening, transfer, juga transaksi lainnya, yang bisa dilakukan nasabah di mana pun berada secara online dan real-time) yang dilengkapi fitur digital verification, sebagai bentuk kepercayaan dan keamanan nasabah ketika melakukan transaksi nontunai menggunakan aplikasi maupun mengakses secara online lewat internet banking.

"BTN Mobile Apps itu canggih karena terkoneksi semua hal. Bisa bayar uang kuliah kampus yang paling penting. Lha kalau masa pandemik saat ini membantu sekali. Meminimalisir untuk ketemu orang. Pembayaran-pembayaran lain juga ada di aplikasi, BPJS, token listrik, pulsa internet. Malahan kadang ada notifikasi promo-promo di aplikasinya gitu," ujar Nia nasabah Bank BTN, yang juga mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Pembaruan yang dilakukan BBTN berkembang lebih dari itu. Mereka tumbuh dengan menyinergikan layanan digital perbankan dengan produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yang menjadi core business Bank BTN. Nasabah kian dimanjakan saat pengajuan berkas aplikasi KPR karena bisa dilakukan secara online melalui laman resmi BTN Properti pada www.btnproperti.co.id maupun menggunakan aplikasi mobile BTN Properti Apps.

"Seperti mimpi, bisa mengajukan aplikasi KPR gak harus ke kantor, bisa online lewat aplikasi atau situs web-nya. Cuma 10 menit pengajuan selesai. Menghemat waktu dan doable banget untuk millennial, yang suka mager (red: malas bergerak) kayak saya gini," seloroh Auk.

4. Inovasi Bank BTN berbasis lingkungan dan berkelanjutan

Tiga Kunci Fundamental Bisnis Bank BTN Tidak Terpental saat PandemikTwitter.com/BankBTNcoid

Gencarnya digitalisasi yang dilakukan BBTN menjadi tanda apabila perusahaan melakukan bisnis secara bertanggung jawab. Salah satunya memelopori suitainable finance atau keuangan berkelanjutan, sesuai program Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan roadmap 2015-2019 OJK, keuangan berkelanjutan merupakan dukungan menyeluruh dari industri jasa keuangan untuk pertumbuhan berkelanjutan yang dihasilkan dari keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup. 

Bank BTN mendukung penghematan penggunaan kertas (paperless) dengan menyediakan produk dan layanan yang inklusif sehingga dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut merupakan bagian dari pengelolaan risiko lingkungan dan akselerasi transformasi digital banking terhadap produk perbankan guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). 

"Isu kepedulian dan ramah lingkungan kini menjadi perhatian banyak pihak. Banyak yang tidak ngeh (red: memperhatikan), kalau digitalisasi perbankan yang gencar seperti dilakukan Bank BTN membawa dampak positif dan pro terhadap lingkungan. Yang jelas, mengurangi pemakaian kertas untuk formulir aplikasi transaksi-transaksi perbankan. Belum lagi kalau pengajuan KPR dengan berkas kertas bertumpuk-tumpuk, akan membahayakan lingkungan. Sekarang cukup online saja. Secara pribadi, manajemen yang peduli lingkungan menjadi catatan dan pertimbangan tersendiri bagi investor untuk menanamkan saham termasuk saya," ucap Auk, yang kini berusia 25 tahun.

Paperless merupakan usaha mengurangi pemakaian kertas, yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan namun juga untuk manusia. Bagi lingkungan, bermanfaat untuk menjaga kelestarian hutan, flora dan fauna yang ada di hutan agar tidak punah, mencegah terjadinya degradasi hutan dan deforestasi hutan, mencegah global warming, serta mengimbangi jumlah karbon yang ada di bumi. Adapun dampak positif bagi manusia berupa efisiensi terhadap biaya produksi, termasuk berkurangnya polusi udara.

"Faktor efektifitas dan efisiensi semakin menjadi perhatian saat ini. Manfaat dari paperless selain untuk menghindari pemborosan biaya, juga menjadi salah satu langkah memelihara kelestarian lingkungan yang sehat. Pemakaian kertas dalam proses administrasi (perbankan) sudah diminimalkan sehingga berpengaruh pada penghematan (efisiensi) biaya dan mengurangi limbah sampah kertas," kata Dosen FMIPA UGM, Bambang Nurcahyo Prastowo dinukil dari laman pribadinya.

Baca Juga: Sah Jadi Dirut BTN, Ini Rekam Jejak Karier Pahala Mansury

5. Agen Batara mendorong pertumbuhan DPK Bank BTN

Tiga Kunci Fundamental Bisnis Bank BTN Tidak Terpental saat PandemikSeorang nasabah mengakses aplikasi BTN mobile banking sembari menunggu antrean transaksi penarikan tunai di Toko Alpido yang juga sebagai Agen Batara di Kendal, Jawa Tengah, 11 Februari 2021. IDN Times/Dhana Kencana

Upgrading infrastruktur digital terhadap produk Dana Pihak Ketiga (DPK) maupun KPR meningkatkan jumlah transaksi Bank BTN sepanjang 2020. Pertumbuhan data pengguna Bank BTN mobile banking selama satu tahun itu naik 35-38 persen, dengan kenaikan transaksi mencapai 40 persen dibandingkan tahun 2019.

Digitalisasi tersebut berdampak pada pertumbuhan DPK yang terkerek naik pada 2020 sebesar 23,8 persen atau mencapai Rp279,135 triliun dengan kondisi likuiditas yang kuat, dengan cost of funds (CoF) yang juga semakin membaik. Sebelumnya, pada 2019, DPK Bank BTN hanya Rp225,401 triliun.

Peningkatan DPK salah satunya terlihat dari tumbuhnya Agen Batara Bank BTN. Kemunculannya mendorong kemudahan transaksi nasabah Bank BTN di daerah-daerah pelosok, tanpa harus datang ke kantor. 

Selama 2020, jumlah Agen Batara naik 87 persen dibandingkan tahun 2019. Kini jumlahnya mencapai 13.981 agen, tersebar di enam wilayah regional office (RO) atau kantor cabang Bank BTN di Indonesia.

Untuk diketahui, Agen Batara merupakan pihak ketiga yang telah ditunjuk dan bekerjasama dengan Bank BTN untuk layanan perbankan kepada nasabah dan juga masyarakat umum. Seperti pembukaan rekening tabungan, transaksi perbankan baik antarbank maupun sesama bank Himbara (Himpunan Bank-bank Milik Negara), serta layanan pembayaran dan pembelian lainnya.

Keberadaan Agen Batara mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat setempat, sebagaimana diamanatkan OJK. Pasalnya, masih banyak yang belum mengenal, menggunakan atau mendapatkan layanan perbankan dan layanan keuangan yang layak akibat terkendala geografis maupun adanya biaya atau persyaratan yang memberatkan.

6. Kebermanfaatan Agen Batara dirasakan masyarakat kalangan bawah

Tiga Kunci Fundamental Bisnis Bank BTN Tidak Terpental saat PandemikSupijah (kanan) menunggu proses transaksi pembayaran di Toko Umi Zuhri yang juga Agen Batara Bank BTN di Kendal, Jawa Tengah, 11 Februari 2021. IDN Times/Dhana Kencana

Hadirnya Agen Batara turut memajukan terwujudnya keuangan yang inklusif, dengan produk-produk keuangan yang sederhana, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat -yang belum menjangkau layanan keuangan-. Sehingga perekonomian masyarakat setempat berkembang sekaligus mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan antarwilayah, terutama antara desa dan kota.

Paryati merasakan betul kemanfaatan Agen Batara, yang pada tahun 2019 bernama Agen Griya Bayar Bank BTN itu. Perempuan 48 tahun yang sudah menjadi nasabah bank BTN dan bergabung menjadi Agen Batara sejak 2017.

Kehadiran Agen Batara di tokonya yang ada di Desa Galih, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah sangat membantu masyarakat setempat, baik dalam hal layanan perbankan maupun keuangan. 

"Pelayanannya bagus dan manfaati (red: memberikan manfaat) banyak. Namanya juga di sini banyak orang desa, mereka juga tidak bisa selalu setiap saat ke kota kalau mau transaksi. Kalau mbah-mbah (red: lansia) bagaimana? Daerah kita ini kan jauh, pelosok. Ada yang bingung cara cek saldo rekening, kita bantu. Bingung kartunya gak bisa dipakai atau keblokir kita bantu juga. Alhamdulillah (Agen Batara) bisa nulung (red: menolong) banyak orang," jelas istri Ahmad Subchi (61) itu kepada IDN Times.

Ibu rumah tangga dua anak itu mengaku kerap melayani transaksi perbankan, seperti pembukaan rekening, transfer antarbank dan juga sesama bank BTN, pembelian pulsa dan pembelian token listrik.

"Ini mudah dan dekat dari rumah. Tidak ribet lagi dan bingung soal bank, kalau mau nabung, setor tunai, tarik tunai, atau transfer," ungkap Lestari, usai bertransaksi di Agen Batara milik Paryanti.

Endang yang juga menjadi Agen Batara di wilayah pesisir Pantura, tepatnya di daerah Pidodo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal merasakan hal yang sama dengan Paryanti. Selain menjadi kepanjang tanganan Bank BTN atau industri jasa keuangan (IJK) di tingkat paling bawah, yakni RT dan RW, Agen Batara juga menjadi bagian penting dari pemerintah dalam penyaluran bantuan tunai kepada masyarakat yang berhak, meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

"Agen Batara ini secara tidak langsung amanah dari pemerintah. Bank BTN ditunjuk untuk memberikan layanan penyaluran bantuan. Jadi memudahkan (masyarakat penerima), karena dekat dengan tempat tinggal mereka. Banyak memberikan manfaat buat mereka, jadinya berkah semuanya," ujarnya.

Ketika awal bergabung, Paryanti dan Endang secara rutin mendapatkan edukasi dari Bank BTN perihal tata cara operasional Agen Batara. Hal itulah yang dikerjakan Febrian Achmad Nurudin, selaku Supervisor Agen Batara Kantor Cabang Bank BTN Semarang. 

"Meskipun dalam syarat awal pendaftaran menjadi Agen Batara diwajibkan memahami soal internet banking dan komputer, kami tetap mengedukasi mereka, sehingga bisa memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat. Kasih tahu penggunaan mesin EDC juga aplikasi mobile Bank BTN," kata pria 29 itu saat dihubungi IDN Times melalui sambungan telepon.

Pada 2020, Febri bersama tiga supervisor lain sukses menambah 60 Agen Batara di tiga daerah, yakni Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, dan Kota Semarang sehingga total menjadi 210 agen.

7. Kreasi Bank BTN diluar prediksi dan selalu diapresiasi

https://www.youtube.com/embed/eJ_vVJBDKng

Komponen lain yang menyumbang pertumbuhan laba bersih BBTN di pasar modal adalah tumbuhnya kredit dan pembiayaan sebesar 1,7 persen, dari Rp255,825 triliun pada 2019 menjadi Rp260,121 triliun selama tahun 2020. 

Perbaikan proses bisnis yang fokus pada kredit konsumer tersebut diterapkan dengan peluncuran tiga produk, yakni Kado Beruntung Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kado Beruntung Kredit Agunan Rumah (KAR), dan Kado Kredit Ringan (Kring) pada awal 2020 atau sesaat sebelum pandemik COVID-19 melanda Indonesia, Maret 2020. Ketiganya menyokong rasio early payment default BBTN pada 2020 mencapai 0,19 persen dari sebelumnya sebesar 0,46 persen pada 2019.

"Tahun 2020 KPR (Bank BTN) tumbuh 7,7 persen. Luar Biasa karena bisa akadkan KPR subsidi sebanyak 123 ribu rumah yang sebelumnya berhenti kurang lebih 3 bulan (awal pandemik) karena orang masih panik dengan COVID-19," kata Nixon sat siaran langsung acara ulang tahun Bank BTN ke-71 melalui akun Youtube Bank BTN, 9 Februari 2021.

Adapun fasilitas pembiayaan yang disalurkan untuk subsidi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) konvensional sebanyak Rp7,76 triliun dan KPR syariah Rp965 miliar. Hasil manis itu turut ditopang dari acara Pameran Indonesia Property Virtual Expo (IPEX) 2020 secara virtual, pada 22 Agustus-30 September 2020.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono Basuki mengapresiasi penyelenggaraan pameran perumahan secara maya itu, guna meminimalisir kerumunan dan tatap muka sebagai bentuk adaptasi serta penerapan protokol kesehatan pada masa pandemik virus corona. Basuki menyatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu leading sector untuk menopang Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Sektor properti dapat menjadi salah satu leading sector, karena memiliki multiplier effect yang besar dalam menggerakan lebih dari 140 industri. Seperti material bahan bangunan, genteng, semen, paku, besi, kayu, dan lainnya, sehingga akan memengaruhi produktivitas masyarakat kita," katanya dalam pembukaan IPEX 2020 di Gedung Menara BTN, Jakarta, Sabtu (22/8/2020), sebagaimana dilansir laman resmi Kementerian PUPR.

Benar saja, hasil dari pameran berkonsep virtual 3D (tiga dimensi) tersebut, Bank BTN mencatat sebanyak 3.000 hingga 4.000 aplikasi KPR dengan nilai Rp1,3-1,4 triliun telah masuk.

"Sebelumnya yang biasanya kami lakukan adalah expo perumahan konvensional di gedung besar gitu. Karena pandemik, expo diadakan secara virtual dihadiri lebih dari seperti pengunjung kalau diadakan secara fisik (tatap muka). Pengunjungnya bisa jutaan dari seluruh Indonesia, dari Aceh sampai Papua," tutur Nixon.

Perwakilan pengembang (developer) properti mengapresiasi acara tersebut, karena menjadi wadah adaptasi para developer properti untuk menarik minat pembelian properti hunian pada masa pandemik COVID-19. Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI), Paulus Totok Lusida menyatakan kegiatan itu memaksa para pengembang properti untuk beradaptasi memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau konsumen lebih luas dalam memasarkan properti.

"Pameran perumahan lewat online memang belum terbiasa bagi khalayak umum di Indonesia. Tapi sangat inovatif dari Bank BTN dan menjadi pionir adaptasi saat pandemik COVID-19. Apalagi bisa dilihat lagi (di Youtube Bank BTN) berulang kali, dicermati lagi, properti juga detailnya, apa saja, kapan saja dan di mana pun berada. Mungkin nantinya pengembang-pengembang rumah subsidi juga bisa ikut serta (pameran virtual), kan jadi pengalaman yang menarik," ungkap Ahmad Zuhdi, nasabah Bank BTN yang juga mengajukan KPR Subsidi.

8. Sederet prestasi menjadikan Bank BTN berarti untuk negeri

Tiga Kunci Fundamental Bisnis Bank BTN Tidak Terpental saat PandemikEndang (kiri) tengah memproses transaksi cashless perbankan konsumen di Toko Alpido yang juga sebagai Agen Batara Bank BTN di Kendal, Jawa Tengah, 11 Februari 2021. IDN Times/Dhana Kencana

Selain efisiensi dan digitalisasi, Nixon menyebut peluncuran whistle blower untuk pengembangan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) oleh manajemen Bank BTN menguatkan fundamental bisnis mereka sehingga membuahkan hasil kenaikan laba bersih pada 2020.

Salah satunya adalah layanan BTN SIIPS, yaitu sistem pelaporan pelanggaran independen yang dikelola secara profesional oleh PT Deloitte Konsultan Indonesia (Deloitte). Dengan fasilitas tersebut memberikan kesempatan dan mengajak kepada seluruh pegawai, pemangku kepentingan, nasabah atau masyarakat, untuk melaporkan dugaan pelanggaran, baik secara anonim maupun tidak.

BTN SIIPS menjadi channel deteksi dalam Strategi Anti Fraud yang pada dasarnya untuk menegakkan nilai budaya BTN khususnya integritas, meliputi perilaku jujur, konsisten antara pikiran, perkataan dan tindakan sesuai dengan ketentuan perusahaan, kode etik profesi, dan prinsip-prinsip kebenaran yang terpuji.

Saluran pelaporan dapat melalui nomor telepon (+6221-50928882), faksimili (+6221-50928883), situs web (https://btnsiips.tipoffs.info), email (BTNSIIPS@tipoffs.info), kotak pos (BTN SIIPS, P.O. Box 2828 JKP 10028), SMS dan WhatsApp (+6281388701117).

Adapun pelanggaran yang bisa dilaporkan diantaranya perbuatan fraud atau kecurangan, pencurian atau pengambilan, penggelapan atau penipuan, benturan kepentingan, penyuapan atau gratifikasi, penyalahgunaan wewenang, pelanggaran kode etik atau perilaku tidak etis, pembocoran informasi, hingga pelanggaran terhadap ketentuan dan hukum yang berlaku.

"Saluran pelaporan itu menjadi bukti bahwa manajemen BTN serius dalam pembenahan di internal mereka. Makanya kinerja selama tahun 2020 membuahkan hasil yang bagus, trennya positif terus sahamnya. Bangga saya jadi bagian mereka karena punya saham BBTN," kata Auk.

Berkat pencapaian laba bersih di pasar modal tersebut, BBTN masuk dalam TOP Digital Awards 2020, sebagai satu dari lima emiten di Bursa Efek Indonesia (IDX). BBTN dipandang lebih maju dalam membangun budaya teknologi informasi, sejalan dengan komitmen dan upaya pemerintah dalam mendorong perusahaan menuju era industri keempat (industri 4.0). 

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Johnny G Plate dalam sambutannya melalui streaming Youtube mengatakan dengan aplikasi dan solusi digital yang dibangun, bisa dimanfaatkan secara optimal dan memberikan kemanfaatan secara luas bagi masyarakat.

Sebelumnya pada pada medio 2020, BBTN juga meraih TOP Brand Award 2020 sebagai KPR Pilihan Millennial untuk kategori KPR. Prestasi tersebut merupakan efek positif dari inovasi Bank BTN dalam mengemas produk KPR dengan sinergi program dan skema yang menarik bagi generasi millennial. Salah satunya adalah Program KPR Gaesss for Millennial, yang juga masih berjalan sampai 31 Maret 2021 mendatang.

Baca Juga: Profil BTN, Lahir sebagai Bank Tabungan Pos pada Zaman Belanda

https://www.youtube.com/embed/NvILVX8hD5M

Topic:

  • Dhana Kencana

Berita Terkini Lainnya