Ribuan Ikan Waduk Kedungombo Mendadak Mati. Apa Penyebabnya?

Pembudidaya ikan harus hati-hati

Sragen, IDN Times-  Perubahan suhu udara memunculkan fenomena pembalikan masa air alias upwellling di Waduk Kedungombo, Kabupaten Sragen. 

Petugas Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang mendapati fenomena upwelling telah mempengaruhi kelangsungan ekosistem ikan air karamba di dalam waduk tersebut.

"Ada puluhan ton ikan di Kedungombo mati mendadak, kondisinya ditemukan mengambang di perairan sejak Jumat 28 Juni 2019 sampai hari ini," kata Kepala BKIPM Kota Semarang, Raden Gatot Perdana, Rabu (3/7).

Baca Juga: Buntut Pemalsuan SKD, Panitia PPDB Cek Lokasi Rumah Calon Siswa 

1. Jumlah ikan karamba yang mati sejak Jumat pekan lalu sudah mencapai puluhan ton

Ribuan Ikan Waduk Kedungombo Mendadak Mati. Apa Penyebabnya?IDN Times/Istimewa

Saat ini terdapat puluhan ton yang mencapai ribuan ekor ikan yang dibudidayakan di karamba Desa Ngasinan, Sumberlawang mati mendadak.

Gatot menyatakan telah mengambil sampel ikan untuk mengecek kematian ikan karamba tersebut. Pasalnya, warga setempat mengira ada ikan yang terinfeksi penyakit sehingga menyebabkan kematian massal.

"Kita juga melakukan pengujian kualitas air di area yang terdampak serta mengumpulkan data sekunder dengan meminta keterangan para peternak ikan setempat penguat data dukung," terangnya.

2. Ikan yang mati mendadak tersebar di dua karamba

Ribuan Ikan Waduk Kedungombo Mendadak Mati. Apa Penyebabnya?ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Terdapat dua titik karamba tempat ditemukannya ikan mati mendadak. Pihaknya meminta kepada petani untuk menggeser kedua karamba ke tepi perairan untuk meminimalisir kemungkinan terburuk.

Tim BKIPM menemukan beberapa jenis ikan yang mati yaitu nila, tombro, patin dan ikan mas. Ukurannya pun bervariasi. Mulai 2-3 per kilogram atau 4-6 ekor per kilogram yang sudah masuk masa panen.

3. Gejala yang tampak seperti insang pucat dan operculum kemerahan

Ribuan Ikan Waduk Kedungombo Mendadak Mati. Apa Penyebabnya?Pixabay

Ia menyampaikan gejala klinis ikan yang mati berupa ada bercak warna cerah, tidak ditemukan borok, jamur, geripis sirip. Namun ada insang kondisinya utuh dan pucat, serta operculum kemerahan.

Gatot memastikan maraknya ikan karamba yang mati mendadak di Kedungombo lantaran dipengaruhi fenomena upwelling yang kerap muncul saban tahun saat peralihan musim dari penghujan ke kemarau.

Baca Juga: Tepergok Pakai SKD Palsu, 96 Calon Siswa Dicoret

4. Upwelling membuat ikan kehabisan oksigen di dalam karamba

Ribuan Ikan Waduk Kedungombo Mendadak Mati. Apa Penyebabnya?IDN Times/Istimewa

Fenomena upwelling yang terjadi setiap tahun memicu pembalikan suhu muka air yang lebih rendah sehingga massa air di bagian bawah danau terasa menghangat dan menghasilkan massa air baik padat maupun gas di bawahnya naik ke atas yang membawa senyawa beracun (NH3 dan H2S).

Lebih jauh, ia menyatakan pembalikan suhu muka air membuat ikan karamba sulit menghirup oksigen karena konsentrasi oksigen menurun drastis. 
Tanda-tanda awalnya yaitu adanya angin dari arah selatan, dan warna air mulai putih keruh. 

"Sebenarnya mereka sudah diberi peringatan dini untuk melakukan pemanenan bila kepadatan sudah meningkat, dan memindahkan karamba kalau muncul tanda upwelling. Tapi sayangnya imbauannya kurang diperhatikan. Jumlah perahu yang kurang memadai juga membuat pembudidaya ikan kewalahan. Itu membuat banyak ikan terlambat untuk diselamatkan. Akhirnya banyak yang mati sebelum dipanen," ungkapnya.

5. BKIPM minta pembudidaya cermat mengamati perubahan suhu air Waduk Kedungombo

Ribuan Ikan Waduk Kedungombo Mendadak Mati. Apa Penyebabnya?IDN Times/Abdurrahman

Gatot berharap selama kemarau, para pembudidaya ikan karamba lebih cermat melihat perubahan suhu muka air waduk. Pihaknya menyarankan kepada pembudidaya untuk rutin menguji kualitas air waduk.

Selain itu, Gatot menambahkan pembudidaya ikan karamba juga harus mengatur kepadatan tebar dan segera memanen bila terjadi perubahan cuaca yang ekstrem.

Baca Juga: 3 Penyebab Mengapa 200 Ton Ikan Mati di Danau Toba Tahun Ini

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Febriana Sintasari

Just For You