Comscore Tracker

Peluang Bisnis di Era New Normal Menurut Pakar Ekonomi UMS

Mulai bidang virtual hingga konsultan spiritual

Solo, IDN Times - Pakar Ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof.Dr.Anton Setyawan, SE,MSi mengatakan ada beberapa peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat saat era new normal saat ini.

Anton mengungkapkan pada dasarnya peluang bisnis di era new normal adalah mengintegrasikan layanan konvensional dengan teknologi dengan tujuan menyampaikan nilai ke konsumen dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga: Penjual Sepeda Bekas di Solo Ketiban Rezeki, Omset Naik 100 Persen

1. Layanan jasa

Peluang Bisnis di Era New Normal Menurut Pakar Ekonomi UMSDriver Gojek saat dapat pesan GoFood. Dok Gojek Jateng

Adanya gaya hidup stay home, menjadikan beberapa sektor bisa menjadi peluang bisnis, seperti pada perusahaan consumer goods dan ritel yang mengoptimalkan layanan direct to costomers, layanan katering online, bisnis ready to serve cooking untuk restoran dan kuliner, makanan beku dan food and recipes platform,home entertainment, platform olah
raga di rumah, media TV menjadi pilihan karena bosan dengan hoaks
(konvensional maupun lewat channel youtube), layanan perawatan di rumah,
furniture dan desain interior serta property untuk work from home dan home
office.

"Kita lihat banyak bisnis yang mengalami dampak sangat signifikan selama pandemi ini kebanyakan bisnis tersebut bergerak di bidang jasa, seperti pariwisata, perhotelan, kuliner, ritel offline, event organizer," ungkapnya dalam kegiatan Diskusi Online RUU Cipta Kerja 'Peluang Membangkitkan Ekonomi Pasca Pandemi," Senin (30/6).

2. Bisnis herbal dan alat kesehatan

Peluang Bisnis di Era New Normal Menurut Pakar Ekonomi UMSfreepik.com/Imykola

Adanya kesadaaran akan kesehatan masyarakat yang meningkat membuat peluang berbisnis di bidang kesehatan herbal terbuka lebar. Saat ini masyarakat cinderung kembali pada kebutuhan dasar, yakni mengkonsumsi makananan sehat dan obat-obatan herbal.

Selain itu, bisnis alat kesehatan juga dinilai menjanjikan seperti produksi masker, face shield, hand sanitizer, serta makanan sehat dan halal.

"Bisnis yang mengalami kenaikan 10-15 persen, seperti herbal yang usaha ikm ada sekitar 20 persen mereka naik. dan para pengusaha di herbal ini melakukan enosi yang dipercaya produk baru bisa meningkatkan kualitas,"ungkapnya.

3. Layanan virtual

Peluang Bisnis di Era New Normal Menurut Pakar Ekonomi UMSunsplash.com/Tobias

Layanan Virtual yang dimaksud yakni bisnis yang berkaitan dengan memanfaatkan teknologi komunikasi seperti, konser musik virtual, pendidikan online, beribadah secara virtual, dan MICE (meetings, incentive, conference and exhibition) yang dilakukan secara virtual.

Menurut Anton, adanya perubahan perilaku konsumen membuat pelaku bisnis bisa melakukan inovasi baru dengan memafaatkan platform digital sebagai media berbisnis dan promosi.

4. Konsultan keluarga dan spiritual

Peluang Bisnis di Era New Normal Menurut Pakar Ekonomi UMSPexels.com/Linkedlnsalesnavigator

Anto juga menyoroti adanya peluang bisnis pada bidang konsulan keluarga dan spiritual yang menyangkut kesehatan rohani. Hal ini disebabkan banyaknya masyarakt yang mengalami masalah selama masa pandemi COVID-19 ini. Kabanyakan dari mereka bermasalah pada perekonomian mereka.

"Masyarakat yang lebih berempati, memunculkan peluang bisnis konsultan keluarga dan spiritual," ungkapnya.

Lebih lanjut, Anton berpendapat recoveri ekonomi di Indonesia pasca pandemi COVID-19 ini akan dimulai pada sembilan sektor ekonomi, yakni sektor pertanian perternakan, perkebunan, perikanan, industri, konstruksi, logistik, trasportasi barang, pertambangan, dan perminyakan.

Baca Juga: Koneksivitas Jadi Prioritas, KRL Komuter Jogja-Solo Segera Beroperasi

Topic:

  • Larasati Rey
  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya