Comscore Tracker

Mirip Ketombe! Mengenal Dermatitis Seboroik Pengobatan dan Pencegahan 

Gangguan kulit yang bikin gak pede

Apakah kamu pernah mengalami masalah kulit seperti bersisik, berketombe atau kulit berwarna kemerahan? Hati-hati ya, bisa jadi itu tanda dermatitis seboroik. Sering juga dianggap sebagai komedo, padahal dermatitis seboroik atau yang biasa disebut ketombe wajah atau eksim minyak ini bisa menganggu penampilanmu, lho. 

Seperti ketombe, dermatitis seboroik ini mempunyai bentuk yang sama, yaitu berupa serpihan-serpihan putih atau kekuningan dan terasa gatal. Perbedaan yang paling jelas terlihat adalah pada tingkat keparahan dan lokasi kemunculannya.

Munculnya ketombe umumnya pada area kulit kepala saja. Namun, jika kulit kamu gatal, bersisik dan disertai kemerahan, bisa jadi kamu sudah terserang dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik dapat mempengaruhi bagian tubuh yang berminyak seperti kulit kepala, wajah, dada bagian atas, dan punggung. Tapi tenang saja, dermatitis seboroik ini bukan termasuk penyakit yang menular, lho.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Aplikasi Self-healing Tanpa Keluar Rumah

1. Apa itu dermatitis seboroik?

Mirip Ketombe! Mengenal Dermatitis Seboroik Pengobatan dan Pencegahan pexels.com

Dermatitis seboroik atau seborrheic dermatitis merupakan kondisi peradangan kulit yang meliputi area yang banyak terdapat kelenjar sebasea (kelenjar minyak). 

Pada orang dewasa, kondisi ini dapat berlangsung lama dan kronis alias dapat kambuh. Selain itu, dermatitis seboroik ini juga dapat terjadi pada bayi yang disebut cradle cap dengan ditandai munculnya sisik yang berminyak pada kulit kepala bayi. Sisik ini dapat menjadi tebal, keras, dan lengket. Namun kondisi cradle cap ini tidak berbahaya karena biasanya akan menghilang pada usia 6 bulan hingga 1 tahun.

Diduga penyebab terjadinya dermatitis seboroik ini adalah jamur Malassezia yang tumbuh akibat minyak yang berlebihan di permukaan kulit. Selain itu, munculnya dermatitis seboroik juga diduga akibat respon abnormal dari sistem kekebalan tubuh, misalnya pada seseorang yang memiliki daya tubuh yang lemah atau sedang dalam tahap pemulihan penyakit berbahaya, serta stres berlebihan.

2. Tanda dan gejala dermatitis seboroik

Mirip Ketombe! Mengenal Dermatitis Seboroik Pengobatan dan Pencegahan https://www.bookingdokter.com/article/dermatitis-seboroik

Meski dianggap mirip dengan ketombe, ternyata tanda dan gejala pada dermatitis seboroik ini berbeda dan lebih spesifik berupa:

  • Kulit bersisik
  • Kemerahan pada area yang bersisik
  • Meskipun bersisik, kulit terlihat berminyak
  • Sisik berupa serpihan dan cenderung berwarna kekuningan atau putih
  • Gatal
  • Terasa seperti terbakar

Gejala tersebut muncul di sekitar kulit kepala, dahi, wajah (terutama disekitar alis dan kedua sisi hidung), dada, punggung, ketiak, telinga, serta bagian selangkangan. Gejala tersebut juga akan semakin bertambah parah saat penderita mengalami stres.

3. Penanganan dermatitis seboroik

Mirip Ketombe! Mengenal Dermatitis Seboroik Pengobatan dan Pencegahan https://pixabay.com

Dermatitis seboroik ini bisa diatasi dengan menggunakan sampo antijamur yang mengandung ketoconazole pada bagian rambut, alis, dan bagian tubuh lain. Pengobatan ini bertujuan untuk membunuh jamur sehingga kulit dapat kembali normal.

Penderita bisa menggunakan sampo antijamur ini bisa sebanyak 2-3 kali seminggu, didiamkan selama 5-10 menit, untuk optimalisasi efek anti jamur. Sama seperti sampo pada umumnya, mungkin penderita perlu mencoba beberapa jenis sampo untuk mengetahui sampo manakah yang paling efektif untuk meredakan peradangan dermatitis seboroik yang dialami.

Sedangkan untuk meredakan peradangan di area lain selain kepala, penderita dapat menggunakan krim antijamur, seperti clotrimazole, yang dioleskan 1-2 kali sehari. Untuk mengurangi peradangan dan gatal, penderita dapat menambahkan topikal steroid, seperti hydrocortisone, desonide atau alternatif lainnya. 

Penanganan dermatitis seboroik pada kulit bayi lebih sederhana, seperti keramas rutin
dengan sampo bayi dan menyikat dengan lembut untuk melepaskan sisik. Penggunaan petroleum jelly setiap hari dapat membantu melunakkan sisik tebal. Jika hal tersebut masih kurang membantu, maka dapat digunakan sampo antijamur dengan dosis ringan sampai terjadi perbaikan gejala.

Selain penanganan dengan sampo atau krim, penderita juga dapat menggunakan bahan alami untuk mengobati penyakit ini, seperti menggunakan tea tree oil dan lidah buaya. Meski membutuhkan waktu yang cukup lama, namun obat tradisional tersebut minim efek samping, lho.

4. Komplikasi dermatitis seboroik

Mirip Ketombe! Mengenal Dermatitis Seboroik Pengobatan dan Pencegahan pexels.com

Meskipun para ahli mengatakan dermatitis seboroik bersifat tidak berbahaya dan jarang terjadi komplikasi serius, para penderita tetap harus waspada agar tidak kambuh.

Dermatitis seboroik yang parah pada area berambut, seperti pada alis ataupun kulit kepala dapat menyebabkan kebotakan, sedangkan pada bayi biasanya akan lebih rentan terkena infeksi jamur terutama pada daerah lipatan atau yang tertutupi popok.

Selain itu, pengobatan dermatitis seboroik dengan krim kortikosteroid juga dapat menimbulkan komplikasi berupa penipisan kulit.

5. Pencegahan dermatitis seboroik

Mirip Ketombe! Mengenal Dermatitis Seboroik Pengobatan dan Pencegahan pexels.com

Karena perjalanannya yang kronis dan kambuh-kambuhan, dermatitis seboroik tidak dapat sembuh secara permanen. Sehingga kondisi ini memerlukan pengobatan yang rutin selama bertahun-tahun. Meski dermatitis seboroik ini dapat kambuh kembali, para penderita penyakit ini bisa melakukan cara berikut untuk menghambat kambuhnya dermatitis seboroik, diantaranya: 

  • Keramas dengan sampo antijamur. Untuk membersihkan tubuh, gunakan sabun yang dapat menghilangkan minyak untuk mencegah timbulnya bakteri dan jamur.
  • Mengontrol minyak berlebih yang ada di kulit, minyak yang berlebihan dapat mempengaruhi pertumbuhan jamur penghuni kulit yang akhirnya menimbulkan reaksi peradangan kembali.
  • Jika berkeringat, segera keringkan dengan tissue atau kertas minyak, karena keringat akan disertai dengan produksi minyak pada kulit.
  • Memperhatikan asupan makanan. Para penderita dermatitis seboroik dapat memulai dengan makan makanan yang bergizi dan mengandung antioksidan tinggi supaya daya tahan tubuhmu menjadi lebih kuat dan kurangi makanan berlemak dan berminyak tinggi, seperti junk food atau gorengan.
  • Jangan gunakan produk perawatan kulit dan rambut yang mengandung alkohol, karena dapat menyebabkan peradangan di kulit.
  • Menggunakan bahan seperti baby oil untuk membersihkan kerak pada cradle cap.
  • Cukurlah kumis atau jenggot untuk membantu meredakan gejalanya.

Jika dermatitis seboroik tidak berhasil ditangani atau sampai semakin parah hingga menyebabkan infeksi kulit, segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan memberikan obat untuk mengatasi infeksi tersebut.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Sampo Mentol Pria untuk Mengatasi Ketombe, Wajib Coba! 

Eka Agustiani Photo Community Writer Eka Agustiani

Pilihan hidup cuma dua, ikuti alurnya atau tinggalkan

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya