Comscore Tracker

Empat Tahapan Penting Terapi Pendengaran AVT, Peran Orangtua Penting! 

Empat tahapan terapi pendengaran AVT.

Surakarta, IDN Times - Memiliki anak dengan gangguan pendengaran saat ini bukan menjadi kekhawatiran lagi bagi orang tua. Banyak metode yang dapat membantu anak dengan gangguan pendengaran agar fasih berkomunikasi.

Salah satu cara yang direkomendasikan adalah Auditory Verbal Therapy atau AVT yang dikembangkan oleh Kasoem Hearing Center.

Baca Juga: 7 Hewan dengan Pendengaran Terbaik di Dunia, Kelelawar Bukan Juaranya!

1. Orang tua jadi ujung tombak kesuksesan terapi AVT.

Empat Tahapan Penting Terapi Pendengaran AVT, Peran Orangtua Penting! AVT Practioner Kasoem Hearing Center, Rini Nurbeti. (IDN Times/Larasati Rey)

AVT Practioner Kasoem Hearing Center, Rini Nurbeti mengatakan terapi dengan metode AVT ini memberikan harapan bagi para orang tua yang ingin anaknya bisa berbicara dengan normal. Namun, berbeda dengan terapi ganggunan pendengaran lainnya, metobe AVT ini lebih mengajak pihak keluarga sebagai ujung tombak kesuksesan terapi AVT ini.

Menurut, Rini metode ini tak hanya diperuntukkan bagi anak dengan gangguan pendengaran tetapi juga bagi orang tua yang selama ini mendampingi sang anak dalam aktifitas sehari-hari.

"Jadi AVT itu terapi intervensi anak dengan gangguan pendengaran dan keluarga. Dimana keluarga yang mendaminginya ketika dirumah jadi, 95 persen anak itu apa yang ditiru dirumah. Dan ketika AVT ini kita benar-benar membimbing dan melatih orang tua supaya orang tua itu paham bagaimana cara supaya anak-anak mereka ketika dirumah, kemudian taget apa yang akan dicapai dan tekniknya," ujarnya saat ditemui dalam acara Kasoem Hearing Center dengan Deaf Family Solo Raya (DFSR) menggelar workshop Auditory Verbal therapy (AVT) bertema "Bekal dalam Mendampingi Anak Istimewa Menggunakan Teknologi Alat Bantu Dengar" di Adhiwangsa Hotel & Convention, Solo, Jawa Tengah, Minggu (26/06/2022).

Rini menambahkan terapi AVT ini hanya diperuntukkan bagi anak dengan gangguan pendengaran yang sudah memiliki alat bantu dengar. Hal ini untuk memudahkan anak menangkap apa yang diajarkan oleh orang tua sehari-hari, sehingga membiasakan diri untuk berucap dan berbicara.

2. Empat tahapan terapi AVT.

Empat Tahapan Penting Terapi Pendengaran AVT, Peran Orangtua Penting! https://pixabay.com/RobinHiggins

Adapun tahapan yang harus dilalui dalam terapi metode AVT yakni, pertama adalah
tahapan sadar bunyi. Pada tahap ini, anak dilatih menyadari keberadaan bunyi di sekitarnya melalui teknik modeling.

Pada tahapan ini, orang tua, anak, dan terapis AVT duduk bersama untuk melakukan proses pengenalan bunyi kepada anak. Tahapan ini untuk melihat reaksi anak ketika diperdengarkan suatu bunyi, apakah merespons atau tidak.

Tahapan yang kedua, adalah pembedaan jenis bunyi. Di tahap ini anak diajak untuk bisa membedakan bunyi lonceng dengan bunyi ketukan pintu. Pada tahapan ini, orang tua ditargetkan meningkatkan pengenalan jenis bunyi kepada anak secara bertahap.

Tahap yang ketiga adalah identifikasi bunyi. Pada tahap ini terapis AVT mulai mengasosiasikan jenis bunyi-bunyian dengan benda yang ada di sekitar anak. Pada tahapan ini, anak diharapkan bisa mengaitkan bunyi dengan benda yang dipegang terapis AVT. Contohnya ketika ada bunyi "Tut tut tuuut," diasosiasikan dengan mainan kereta.

Pada tahap keempat, adalah tahap komprehensi atau melatih anak bereaksi terhadap kata yang lebih panjang dan kalimat. Anak diharapkan dapat menjawab pertanyaan atau memberikan pernyataan terhadap suara yang didengarnya.

3. Harus dilakukan secara rutin.

Empat Tahapan Penting Terapi Pendengaran AVT, Peran Orangtua Penting! ilustrasi seseorang dengan sindrom Wolfram (unsplash.com/Mark Paton)

Sementara itu, Penasehat Deaf Family Solo Raya (DFSR) yang juga orang tua anak dengan gangguan pendengaran, Sukoco mengatakan metode AVT sendiri harus dilakukan secara rutin oleh orang tua setiap harinya. Ia menceritakan butuh waktu delapan tahun untuk bisa menganjarkan anak berbicara secara fasih.

"Anak saya diusi 10 tahun mulai menjalankan terapi AVT, dan saya membutuhkan waktu 8 tahun agar bisa mengajarkan anak fasih berbicara. Setiap hari saya bisa 8 sampai 14 jam mengajari anak saya berbicara, dan sekarang Alhamdulillah bisa berbicara dengan normal dan sudah duduk di bangku kuliah," katanya dikesempatan yang sama.

Sukoco mengakui jika banyak orang tua yang stress jika pertama kali anaknya divonis gangguan pendengaran, hal itulah yang dirasakan olehnya sejak dulu. Namun berkat ketekunan dan pengetahuannya untuk mengatasi anak dengan gangguan pendengaran, anaknya kini bisa berbicara dengan normal dengan terapi AVT.

Baca Juga: 8 Fakta Gangguan Pendengaran pada Lansia, Ada yang Namanya Presbikusis

Topic:

  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya