Teori alienasi kerja dikemukakan oleh seorang sosiolog yang bernama Karl Marx. Bagi Marx, seorang pekerja memungkinkan mengalami berbagai bentuk keterasingan dalam perjalanan pekerjaannya.
Secara lebih kompleks, Marx mengklasifikasikan alienasi atau keterasingan kerja menjadi lima bentuk. Mulai dari alienasi dari hasil kerjanya, alienasi dari proses produktif, alienasi dari kemanusiaannya, alienasi dari orang lain, hingga alienasi dari dirinya sendiri.
Kelima bentuk alienasi kerja tersebut, jika diturunkan mampu menjadi indikator bagi seorang pekerja atau karyawan dalam membuat keputusan untuk resign kerja atau tidak. Bukan tanpa alasan, keterasingan tanpa batasan yang berlangsung dalam jangka panjang akan banyak merugikan karyawan. Lantas, apa saja indikator tersebut? Langsung simak ulasannya di bawah ini, ya.
