Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bermain ponsel (unsplash.com/NordWood Themes)
ilustrasi bermain ponsel (unsplash.com/NordWood Themes)

Digital detox itu niatnya memang bagus sih. Biar tidak overthinking, juga jauh dari distraksi yang suka mengganggu. Sehingga lebih perhatian sama kehidupan di dunia nyata.

Tapi, faktanya tidak semua digital detox itu berjalan mulus sesuai apa yang diharapkan. Ada beberapa kekeliruan yang justru bikin ia tidak maksimal. Apa sajakah itu? Temukan jawabannya di bawah ini.

1. Langsung off semua aplikasi tanpa persiapan

ilustrasi bermain ponsel (unsplash.com/Yura Fresh)

Niat ingin menjalani kehidupan yang berbeda di zaman yang serba digital ini memang bagus. Seperti mencoba untuk mengurangi jatah bercengrakama dengan ponsel dan media sosial, atau yang biasa dikenal dengan digital detox.

Tapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Misalnya, jangan langsung memutuskan aksesmu secara total. Sebab kamu butuh masa transisi, biar kamu tidak langsung merasa kaget. Jadi, jangan bertindak terlalu ekstrem ya.

2. Tidak adanya aktifitas pengganti

ilustrasi bermain ponsel (unsplash.com/Nubelson Fernandes)

Diantara sebab detox digital gagal adalah pengalihan yang tidak efektif. Alias tidak adanya rencana cadangan. Bayangkan saja, saat kamu tidak menggunakan ponsel, masa kamu hanya plonga-plongo. Tidak ada aktifitas yang kamu lakukan. Entar yang tersisa hanya kebosanan.

Nah, resikonya tentu kamu tidak bakal bertahan lama pada upayamu untuk digital detox. Karena pikiranmu mengarahkanmu untuk kembali ke kebiasaan lama. Olehnya itu, isi waktumu dengan kegiatan yang kamu sukai. Seperti berolahraga dengan lari-lari santai, jalan-jalan di sekitar sembari menikmati pemandangan alam, atau hanya sekadar membaca buku favoritmu.

3. Menyamakan digital detox dengan anti sosial

ilustrasi bermain ponsel (unsplash.com/NordWood Themes)

Banyak yang menyangka kalau digital detox berkonotasi pada perilaku yang harus menghindari semua bentuk komunikasi. Padahal tidak demikian. Detox bukan berarti kamu malah menjauh dan terkesan anti sosial. Iya, membatasi diri dari dunia maya itu bagus, tapi kalau dengan dunia nyata juga ikut terblokir, lah bagaimana ceritanya?

Kesalah pahaman yang seperti itu dapat membuatmu merasa sendiri dan kesepian. Karena sebagai manusia, kamu butuhkan interaksi sosial dengan manusia yang lain. Jadi, digital detox tidak selayaknya jadi penghalang.

4. Terlalu berfokus untuk tidak menggunakan ponsel

ilustrasi bermain ponsel (unsplash.com/Nubelson Fernandes)

Pengertian digital detox tidak hanya seputar soal bagaimana untuk pantang terhadap ponsel. Lebih dari itu, tujuannya adalah untuk mengenali kebiasaan digitalmu. Apakah kamu sering membandingkan dirimu dengan orang-orang yang kehidupannya tampak sempurna di dunia maya, atau kamu merasa lelah karena terlalu lama pada mode online.

Jadi, digital detox tidak sebatas hanya tanganmu yang tidak menyentuh ponsel. Tapi bagaimana kamu paham akan ensensinya. Bahwa ia bukan hukuman untuk dirimu, melainkan sebuah pelajaran berharga. Kalau kamu itu berhak untuk merasakan kebahagiaan di dunia nyata. Tanpa harus bandingkan dirimu dengan siapapun, utamanya yang terpampang di media sosial.

5. Keras sama diri sendiri ketika tidak mencapai target

ilustrasi ponsel (unsplash.com/Rodion Kutsaiev)

Saat agendamu tidak berjalan mulus, kamu malah merasa bersalah berlebihan. Padahalkan, yang namanya digital detox juga butuh adaptasi di sana. Masa satu hari langsung jadi tanpa adanya proses untuk menyesuaikan diri.

Mari berpikir revolusioner. Kamu jangan bebankan dirimu. Kalau tergelincir, maka evaluasi, lakukan perbaikan ulang. Satu hal yang harus kamu ingat, bahwa berubah itu tidak instan. Jadi, jangan terburu-buru menghakimi diri. Bersikaplah dengan dewasa, antar dirimu secara perlahan menuju pada detox digital yang ampuh.

Kesimpulannya, digital detox itu tidak hanya tantangan untuk tidak menatap layar ponsel untuk beberapa periode yang kamu tetapkan, tapi juga ia datang untuk kehidupan nyata yang lebih berarti. Meskipun prosesnya tidak mudah, bukan berarti kamu harus cepat menyerah. 

Tetap semangat!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team