Bahasa berfungsi sebagai alat utama untuk mengekspresikan diri. Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal istilah interjeksi, yaitu kata untuk mengungkapkan perasaan batin seperti bahagia, sedih, marah, atau kaget. Bahasa Jawa pun memiliki istilah serupa yang bernama Tembung Panguwuh.
Masyarakat Jawa sering menggunakan kata seru seperti "wah", "lha", "weladalah", "kok", hingga "asem" dalam percakapan sehari-hari. Penggunaannya bervariasi tergantung pada emosi penutur, mulai dari rasa jijik, kaget, kecewa, heran, hingga bahagia. Tentu saja, ungkapan rasa senang akan berbeda bunyinya dengan ungkapan kekesalan. Simak ulasan berikut untuk memahami penggunaannya lebih jelas.
