Ilustrasi virus corona. IDN Times/Arief Rahmat
Ia menyebut persaingan dalam kontes KKCTBN sangat sengit lantaran setiap tim memiliki kemampuan yang handal dalam merancang kapal-kapal untuk mengatasi penularan COVID-19.
Pihaknya bahkan harus melalui berbagai penilaian. Kontes yang diinisiasi oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terbagi tiga. Yaitu lomba desain kapal, poster serta lomba race prototipe kapal. Tak kurang 200 peserta yang tampil dalam ajang ini.
Diakuinya saingan terberatnya dari tim perkapalan Unhas Makassar, ITS, dan UI yang notabene punya jurusan teknik perkapalan yang besar dan sudah berkecimpung sangat lama.
"Tapi ada juga para pendatang baru dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), dari kampus-kampus dari Banyuwangi yang bisa tampil secara mengejutkan. Mungkin desain kapal mereka kurang, tapi dalam race prototipenya, nyatanya mereka bisa menang," ujar Hartono.