Sekelompok penguin (aappartnership.org)
Secara historis, penguin hidup di lingkungan dengan sedikit predator darat dan makanan berlimpah di lautan. Tidak ada keuntungan evolusioner bagi mereka untuk mempertahankan kemampuan terbang, sehingga seleksi alam lebih mendukung sifat-sifat yang meningkatkan kemampuan berenang dan menyelam, bukan terbang.
Sebelum kedatangan manusia ke habitat penguin, hampir tidak ada predator yang mengancam koloni penguin di darat. Di sebagian besar wilayah Antartika dan pulau-pulau subantartik, penguin bisa bersarang dan bereproduksi dengan aman tanpa ancaman predator darat. Akibatnya, kemampuan terbang tidak memberikan keunggulan untuk bertahan hidup.
Situasi ini baru berubah dengan kedatangan manusia dan masuknya predator seperti kucing, anjing, dan tikus ke habitat penguin, yang telah menjadikan ketidakmampuan terbang sebagai kelemahan bagi spesies ini. Inilah sebabnya mengapa banyak populasi penguin mengalami penurunan drastis setelah kontak dengan manusia dan predator yang diperkenalkan ke habitat mereka.
Dengan demikian, penguin tidak bisa terbang karena tubuh dan sayap mereka telah berevolusi untuk kehidupan di air, bukan di udara. Struktur sayap dan tulang, massa tubuh, sejarah evolusi, dan kurangnya tekanan predasi semuanya berkontribusi pada adaptasi unik mereka sebagai burung akuatik yang tidak bisa terbang namun sangat ahli dalam berenang dan menyelam.