Banyumas, IDN Times - Ponsel atau lebih tepatnya gadget selain sebagai komunikasi juga menjadi teman kerja, ruang hiburan, sekaligus penghubung sosial. Namun, dibalik kemudahan itu, ancaman kesehatan mata mengintai secara perlahan. Salah satu yang paling sering muncul namun kerap diremehkan adalah mata kering (dry eye).
Menurut Kepala Klinik Utama Mata JEC Anwari @Purwokerto, Dr. Kukuh Prasetyo, SpM, ChM kepada IDN Times, Minggu (11/1/2026) menuturkan laporan Backlinko mencatat bahwa Durasi tatap layar (screen time) masyarakat Indonesia terus meroket. Disebutkan rata-rata orang Indonesia menghabiskan 7 jam 38 menit per hari menatap layar digital. Angka ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 yang menunjukkan hampir 70 persen penduduk Indonesia telah memiliki ponsel, termasuk 65,47 persen warga Jawa Tengah atau sekitar 24,8 juta jiwa.
Kukuh juga mengatakan data Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) menunjukkan prevalensi mata kering di Indonesia telah mencapai 27,5 persen. Di jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics sendiri, dalam kurun 2023-2024 tercatat lebih dari 72 ribu kunjungan pasien dengan keluhan dry eye.
"Mata kering bukan gangguan sepele, Dry eye ditandai dengan hilangnya kestabilan lapisan air mata, disertai kerusakan atau peradangan permukaan mata. Screen time yang panjang dapat memicu siklus mata kering yang makin memburuk bila tidak ditangani dengan tepat,"ujarnya.
