Kamu semua pasti pernah marah. Tapi ketika emosi itu muncul terlalu sering, terlalu intens, atau bikin kamu menyesal setelahnya—itu bisa jadi tanda kalau sedang berurusan dengan anger issue. Masalahnya, gak semua orang paham cara menanganinya. Banyak yang cuma bilang, “Sabar aja,” atau “Positive thinking dong,” padahal respons kayak gitu justru bisa membuat kamu merasa makin gak valid. Toxic positivity bukan solusi, malah bisa bikin emosi kamu makin terpendam dan meledak di waktu yang salah.
Mengelola marah itu bukan berarti harus jadi orang yang selalu tenang dan kalem 24/7. Itu utopia. Yang realistis adalah belajar memahami apa yang memicu marahmu, gimana pola reaksimu, dan pelan-pelan membentuk respons yang lebih sehat. Bukan buat nyenengin orang lain, tapi buat dirimu sendiri—supaya kamu punya kontrol, bukan dikontrol emosi.
Nah, berikut ini lima cara realistis dan aplikatif buat kamu yang lagi berproses menata kemarahan tanpa harus pura-pura "baik-baik saja".