Setiap orang tentu memiliki nilai dalam diri yang diyakininya. Nilai tersebut berkaitan dengan prinsip, karakteristik, maupun pemikiran yang mampu membentuk identitas dan pandangan hidup. Nilai dalam diri yang kita yakini juga kerap berperan dalam proses pengambilan keputusan, mengatasi beragam tantangan dalam hidup, memahami tujuan hidup, hingga mendorong untuk mencapai potensi terbaik.
Namun banyak orang yang kerap bersikap mengorbankan nilai dalam diri lantaran beberapa alasan. Antara lain, kecenderungan sebagai people pleaser, rasa cemas dalam diri, hingga perasaan takut ketinggalan momen atau peristiwa (FOMO).
Tindakan demikian akan membuat kita kehilangan identitas diri. Maka, penting bagi kita untuk bersikap mempertahankan nilai yang diyakini terlepas dari beragam tantangan yang dihadapi.