Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bersepeda (unsplash.com/Coen van de Broek)
ilustrasi bersepeda (unsplash.com/Coen van de Broek)

Pernah kepikiran nggak sih, gimana cara ngecek kesehatan tanpa harus bolak-balik ke dokter? Ternyata, ada beberapa aktivitas sederhana yang bisa bantu kamu ngelihat seberapa sehat tubuhmu sekarang.

Mulai dari jalan kaki sampai tes keseimbangan, semuanya bisa kasih gambaran tentang kondisi fisikmu.

Nah, ini dia 5 aktivitas simpel tapi efektif yang bisa kamu coba sendiri di rumah. Nggak cuma buat ngukur kesehatan, tapi juga bisa bantu meningkatkan kebugaran secara perlahan. Yuk simak!

1. Jalan kaki: Langkah sederhana biar lebih sehat

ilustrasi jalan cepat (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Jalan kaki tuh bukan cuma buat pindah tempat dari satu titik ke titik lain, tapi juga bisa jadi cermin seberapa sehat jantung dan tubuhmu. Dari seberapa cepat langkahmu, seberapa jauh kamu bisa jalan tanpa ngos-ngosan, sampai seberapa sering kamu jalan tiap hari, semua itu bisa jadi indikator kondisi kesehatanmu.

Kalau kamu merasa cepat capek atau napas jadi pendek saat jalan kaki, itu bisa jadi tanda kalau daya tahan jantung dan paru-parumu perlu diasah lagi.

Tapi kalau kamu bisa jalan dengan ritme yang stabil dan nyaman tanpa ngerasa lelah berlebihan, berarti jantung dan sistem pernapasan kamu lagi dalam performa yang bagus. 

Supaya manfaatnya maksimal, coba jalan kaki minimal 30 menit sehari, entah pagi, sore, atau pas jam istirahat kerja. Pakai bantuan aplikasi di smartphone buat menghitung jumlah langkahmu, dan sesekali ganti rute jalan supaya nggak bosan dan otot-otot tubuh kamu ikut kerja lebih merata. Semakin sering jalan kaki, makin bagus juga pengaruhnya buat jantung, sendi, bahkan mood-mu!

2. Tes fleksibilitas

ilustrasi olahraga (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Fleksibilitas tubuh itu penting banget, apalagi buat yang kerja duduk terus seharian. Salah satu cara gampang buat ngetes fleksibilitas kamu adalah dengan 'sit-and-reach test' alias duduk dan coba jangkau jari kaki. Tes ini bisa nunjukin seberapa lentur otot punggung bawah sama bagian belakang paha (hamstring) kamu.

Caranya gampang banget, duduk di lantai dengan kaki lurus ke depan, terus jangkau ke depan sejauh yang kamu bisa, tahan beberapa detik, dan ukur sejauh mana tanganmu bisa nyentuh.

Kalau bisa lebih dari jari kaki, berarti fleksibilitas kamu bagus banget. Tapi kalau belum sampai, berarti kamu butuh latihan peregangan lebih rutin.

Kalau hasil tes kamu belum oke, jangan khawatir. Kamu bisa mulai dengan gerakan peregangan ringan setiap pagi atau sebelum tidur.

Coba juga ikut yoga atau pilates seminggu sekali, karena 2 jenis latihan ini emang fokus ke fleksibilitas dan postur tubuh. Kalau dilakuin rutin, tubuh kamu bakal jauh lebih enteng dan nggak gampang pegal.

3. Tes kekuatan otot

ilustrasi workout (unsplash.com/Sven Mieke)

Kalau mau tahu seberapa kuat otot kakimu, kamu bisa coba tes squat. Ini adalah salah satu cara paling gampang buat ngukur kekuatan otot bagian bawah tubuh kamu, khususnya paha dan bokong. Nggak butuh alat apa pun, cukup pakai tubuhmu sendiri.

Cara tesnya: berdiri di depan kursi, kaki selebar bahu, terus turunkan badan seperti posisi duduk sampai paha sejajar lantai, lalu berdiri lagi.

Hitung berapa kali kamu bisa ngelakuin itu tanpa kehilangan keseimbangan atau bentuk gerakan yang benar. Kalau kamu bisa lebih dari 30 kali, berarti kekuatan ototmu mantap. Tapi kalau baru 10 kali udah gemetaran, tandanya kamu butuh latihan lebih intens.

Biar otot kaki makin kuat, coba mulai rutinin latihan kayak lunges, naik-turun tangga, atau angkat beban ringan. Jangan lupa juga buat ngelakuin latihan ini secara bertahap, supaya otot kamu terbiasa dan nggak gampang cedera. Kaki yang kuat nggak cuma bikin kamu bisa jalan jauh, tapi juga bantu jaga postur dan keseimbangan tubuh.

4. Tes jantung

ilustrasi penyakit jantung (unsplash.com/Giulia Bertelli)

Mau tahu seberapa kuat jantung dan paru-parumu? Coba deh 3-minute step test. Tes ini bisa bantu ngukur daya tahan jantung kamu, dan cukup dilakukan di rumah pakai bangku tinggi sekitar 30 cm.

Langkah-langkahnya: naik dan turun bangku selama 3 menit dengan ritme stabil, lalu langsung ukur detak jantungmu selama 1 menit setelahnya. Semakin rendah detak jantungmu setelah aktivitas ini, berarti semakin bagus daya tahan jantung kamu.

Kalau hasilnya belum oke, itu tandanya kamu perlu ningkatin olahraga kardio. Mulailah dari yang ringan kayak jalan cepat, lari santai, bersepeda, atau berenang. Rutin ngelakuin olahraga kardio bisa bantu jantungmu kerja lebih efisien dan bikin kamu nggak gampang ngos-ngosan pas aktivitas harian.

5. Tes keseimbangan

ilustrasi keseimbangan (pexels.com/Yan Krukau)

Keseimbangan juga penting banget buat jaga tubuh tetap stabil dan ngurangin risiko jatuh, terutama kalau kamu mulai masuk usia 30-an ke atas. Tes satu kaki ini gampang banget tapi efektif buat tahu seberapa stabil kamu berdiri.

Caranya simpel: berdiri tegak, lalu angkat salah satu kaki dan tahan posisi itu selama mungkin tanpa pegangan. Coba ukur waktunya dan ulang di kaki satunya. Kalau bisa tahan lebih dari 30 detik, keseimbangan kamu bagus. Tapi kalau baru 10 detik udah goyang, berarti butuh latihan lebih banyak.

Biar makin seimbang, coba latihan kayak yoga atau tai chi. Latihan ini bantu kamu fokus sama kontrol tubuh dan kekuatan otot-otot inti. Kalau kamu rajin, pelan-pelan tubuh kamu akan terasa lebih stabil dan gerakanmu jadi lebih terkontrol.

Menjaga dan memantau kesehatan nggak harus ribet atau mahal. Dengan 5 aktivitas sederhana tadi, kamu udah bisa dapat gambaran jelas tentang kondisi tubuhmu sekarang. Plus, tiap aktivitas juga bisa bantu ningkatin kesehatan secara bertahap. Intinya, konsisten dan nikmati prosesnya. Mulai dari langkah kecil hari ini, karena tubuh sehat itu investasi jangka panjang!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team