Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi listrik (freepik.com/pvproductions)
ilustrasi listrik (freepik.com/pvproductions)

Intinya sih...

  • Cuaca ekstrem menyebabkan risiko sengatan listrik di rumah saat banjir.

  • Genangan air dapat menjadi media penghantar arus listrik yang membahayakan keselamatan penghuni rumah.

  • Beberapa tips cegah bahaya sengatan listrik di rumah saat cuaca ekstrem perlu diperhatikan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Cuaca ekstrem tengah melanda di berbagai daerah di Indonesia. Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur dalam waktu yang lama menyebabkan bencana banjir.

Dalam kondisi itu potensi genangan air dan banjir di lingkungan permukiman kerap meningkat. Dari balik dampak yang terlihat, terdapat risiko lain yang sering luput diperhatikan, yaitu bahaya sengatan listrik.

Kondisi lembab dan air yang menggenang dapat menjadi media penghantar arus listrik dari instalasi atau peralatan yang tidak terlindungi dengan baik, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan penghuni rumah jika tidak diantisipasi sejak awal.

Untuk membantu mengurangi risiko tersebut, berikut beberapa tips menjaga keamanan listrik di rumah saat banjir.

1. Matikan aliran listrik dari panel utama

ilustrasi listrik (pixabay.com/jarmoluk)

Saat air mulai masuk ke dalam rumah, langkah paling aman adalah mematikan aliran listrik dari panel utama. Hal ini bertujuan mencegah aliran listrik menyebar melalui air atau benda-benda konduktif di dalam rumah. Jika panel listrik sudah tergenang atau sulit dijangkau, sebaiknya tidak memaksakan diri dan menunggu bantuan petugas berwenang.

2. Hindari menyentuh peralatan listrik yang terendam air

Ilustrasi peralatan listrik saat berlibur (pexels.com/Ready Made)

Peralatan elektronik dan listrik yang terendam banjir berpotensi masih menyimpan arus atau mengalami kerusakan pada isolasi kabel. Hindari menyentuh, memindahkan, atau menyalakan kembali peralatan tersebut sebelum dipastikan benar-benar kering dan aman. Pemeriksaan oleh teknisi listrik sangat disarankan sebelum peralatan digunakan kembali.

3. Tunda aktivitas bersih-bersih hingga kondisi listrik aman

Ilustrasi banjir (Dok. IDN Times/Halbert Caniago)

Membersihkan rumah setelah banjir memang penting, namun pastikan aliran listrik sudah dipastikan dalam kondisi mati dan aman. Gunakan alas kaki berbahan karet, hindari menyentuh stop kontak atau kabel yang masih basah, serta pastikan tangan dalam kondisi kering saat beraktivitas di sekitar instalasi listrik.

4. Lakukan pemeriksaan instalasi listrik setelah banjir surut

Ilustrasi petugas PLN tengah mengecek peralatan listrik PLN. (Dok. PLN)

Air banjir dapat merusak kabel, sambungan, dan komponen listrik yang tidak terlihat secara kasat mata. Setelah banjir surut, lakukan pemeriksaan instalasi listrik secara menyeluruh, terutama pada area dapur, ruang keluarga, dan titik-titik stop kontak rendah. Pemeriksaan oleh teknisi listrik membantu memastikan tidak ada kebocoran arus atau risiko korsleting saat listrik kembali dinyalakan.

5. Lengkapi rumah dengan sistem proteksi listrik yang tepat

ilustrasi listrik (Dok. Pribadi/Muti'ah Mur Rahmah)

Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, rumah disarankan dilengkapi dengan sistem proteksi listrik yang memadai, tidak hanya MCB untuk korsleting, tetapi juga perangkat anti setrum seperti Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS) atau RCCB/RCBO. Perangkat ini dirancang untuk memutus aliran listrik secara otomatis saat terdeteksi kebocoran arus, bahkan pada tingkat yang sangat kecil, sehingga dapat membantu melindungi manusia dari risiko sengatan listrik.

Editorial Team