Pernahkah kamu merasa seolah-olah semua orang pasti setuju dengan pendapatmu? Atau mungkin kamu mengira bahwa cara pandangmu tentang suatu isu adalah yang paling umum? Jika iya, kamu mungkin telah mengalami apa yang disebut dengan False Consensus Effect. Fenomena psikologis ini sering kali membuat kita terjebak dalam gelembung pemikiran sendiri, tanpa menyadari bahwa orang lain mungkin memiliki perspektif yang sangat berbeda.
Mengatasi efek ini tidak hanya penting untuk pengembangan pribadi, tetapi juga untuk memperkuat hubungan sosial dan profesional kita. Dengan memahami dan mengakui keberadaan False Consensus Effect, kita dapat belajar untuk lebih terbuka terhadap berbagai pandangan dan meningkatkan kemampuan kita dalam berkomunikasi dan berkolaborasi. Berikut adalah lima cara praktis yang bisa kamu terapkan untuk mengurangi bias ini dalam kehidupan sehari-hari.