ilustrasi remaja sedang malas (freepik.com/freepik)
Setiap kali habis ketemu atau ngobrol sama dia, rasanya kamu malah capek, bukan bahagia. Mungkin dia terlalu drama, selalu curhat tapi gak mau dengerin kamu, atau terus bikin suasana jadi berat. Hubungan kayak gini bisa pelan-pelan nguras energi dan bikin kamu merasa tertekan. Padahal, teman itu seharusnya bikin kamu merasa lebih ringan.
Bukan berarti kamu gak mau jadi tempat curhat, ya. Tapi kalau cuma kamu yang dengerin dan kamu gak pernah punya ruang buat cerita balik, itu gak adil. Kamu juga berhak punya hubungan yang saling menguatkan, bukan yang bikin kamu kelelahan tiap saat. Pilih teman yang bikin kamu merasa nyaman dan diterima, bukan justru menguras emosimu.
Memilih teman itu bukan tentang jadi pilih-pilih, tapi tentang melindungi diri sendiri. Kamu berhak dikelilingi oleh orang-orang yang membuatmu merasa aman, diterima, dan berkembang. Lingkungan pertemanan yang sehat bisa memengaruhi cara kamu melihat dunia dan dirimu sendiri. Jadi jangan takut untuk lebih selektif demi kebaikanmu.
Hubungan pertemanan yang toxic bisa perlahan merusak kepercayaan dirimu. Dan kamu gak harus bertahan di situ hanya karena takut dianggap “jahat” atau “berubah.” Memilih menjauh bukan berarti kamu gak peduli, tapi justru kamu sedang sayang sama diri sendiri. Karena pada akhirnya, kamu adalah orang yang paling bertanggung jawab atas kesejahteraanmu sendiri.