Semarang, IDN Times - Tingginya angka kecelakaan di jalur perlintasan sebidang memunculkan keprihatinan di kalangan masyarakat. Di wilayah Pantai Utara Jawa Tengah bahkan masih banyak ditemukan sejumlah warga maupun pengendara roda dua maupun roda empat yang terlibat kecelakaan dengan modal kereta api.
Berdasarkan pendataan yang dilakukan PT KAI Daop 4 Semarang, tercatat selama periode Januari-Desember 2025 telah terjadi 20 kali kecelakaan di perlintasan sebidang.
Tak hanya membutuhkan kesadaran dalam berlalu lintas, disiplin berkendara serta kewaspadaan juga menjadi kunci keselamatan saat melintasi jalur perlintasan yang ada di setiap kabupaten/kota.
Manajer Hubungan Masyarakat PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif menuturkan walaupun angka kecelakaan di perlintasan sebidang tahun 2025 cenderung menurun ketimbang kondisi 2024 yang masih ada kejadian 26 kali, namun adanya rentetan kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu lebih menyadari kedisiplinan dalam berlalu lintas.
"Setiap kali terjadinya kecelakaan selalu dimulai dari aksi pelanggaran. Karena mungkin pengendara kurang memperhatikan rambu lalu lintas di dekat perlintasan, kurang waspada kondisi perlintasan sebidang yang terjaga maupun tidak terjaga. Walaupun sekarang sudah banyak terpasang informasi-informasi peringatan, tetapi sikap ketataan harus senantiasa diingatkan oleh KAI dan petugas penjaga palang pintu. Ini jadi kunci disiplin berkendara agar terhindar kecelakaan di perlintasan," ujar Luqman kepada IDN Times, Rabu (14/1/2026).
KAI Daop 4 Semarang saban tahun rutin melakukan upaya preventif untuk mengurangi resiko kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang.
Upaya preventif dilakukan dengan menyambangi lokasi palang pintu kereta api untuk menyosialisasikan aturan keselamatan berlalu lintas sebanyak 351 kali.
Pihak Daop 4 Semarang juga rajin mendatangi sekolah-sekolah dan area stasiun untuk menyosialisasikan kedisiplinan berlalu lintas sebanyak 24 kali.
Selain itu, selama tahun kemarin pihaknya melakukan penutupan perlintasan tak terjaga sebanyak 21 kali.
"Data di kami tahun 2025 ada 20 kali kecelakaan. Jumlah itu menurun dari 2024 masih 26 kali. Allhamdulilah jumlahnya menurun. Ini sejalan dengan upaya preventif yang dilakukan kami tahun kemarin. Kami lakukan sosialisasi di perlintasan sebidang ada 351 kali. Dan juga sosialisasi keselamatan di sekolah, kampung-kampung dan stasiun sudah sebanyak 24 kali," ujarnya.
