Menyambut tahun baru 2026, keberadaan kalender yang terintegrasi antara penanggalan Masehi, Hijriah, dan Jawa menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat Indonesia. Bagi sebagian besar masyarakat Jawa, mengetahui weton (gabungan hari dan pasaran) bukan sekadar penanda waktu, melainkan pedoman vital untuk menentukan hari baik (dewasa ayu) dalam menggelar berbagai hajatan, mulai dari pernikahan, khitanan, hingga pindah rumah.
Artikel ini menyajikan rincian lengkap kalender tahun 2026 yang memadukan ketiga sistem penanggalan tersebut. Data ini dapat kamu jadikan acuan untuk menyusun rencana jangka panjang di tahun mendatang.
