Comscore Tracker

Cerita Mantan Jihadis Beternak Lele Demi Pulihkan Kepercayaan Warga

Machmudi Hariono sudah lama taubat

Semarang, IDN Times - Nama Machmudi Hariono selalu terpatri dalam ingatan warga yang tinggal di Jalan Sri Rejeki, Semarang Barat. Musababnya, Machmudi merupakan sosok yang sempat membuat heboh warga kampung setempat setelah tepergok menyimpan amunisi peluru milik kelompok teroris Jemaah Islamiyah.

Kini, selang 10 tahun pasca penangkapannya di Jalan Sri Rejeki, Gisikdrono, Machmudi yang punya nama lain Yusuf Adirima alias Yosef itu kembali ke lokasi yang sama. 

Bedanya, ia memilih tinggal di rumah sembari menghabiskan waktu dengan berternak lele. Kesibukan Machmudi terlihat saat dirinya disambangi oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. 

1. Ucup bertanggungjawab pulihkan rasa khawatir dalam benak warga

Cerita Mantan Jihadis Beternak Lele Demi Pulihkan Kepercayaan WargaMachmudi Hariono menunjukan produk bisnisnya kepada Gubernur Ganjar Pranowo. Dok Humas Pemprov Jateng

Ucup, sapaan akrab Machmudi mengaku saban pagi sampai sore rutin memberi makan lele piaraannya untuk meningkatkan kepercayaan dirinya di tengah masyarakat.

"Saya dulu ditangkap di daerah sekitar sini. Saat itu masyarakat juga gempar, sehingga hari ini saya kembali ke sini dan menjadi warga sekaligus bertanggungjawab memulihkan rasa was-was di tengah masyarakat," kata Ucup, Jumat (5/3/2021).

Baca Juga: Pemerintah Akui Sulit Ubah Napiter Agar Kembali Cinta NKRI

2. Ucup juga memilih bisnis ternak lele

Cerita Mantan Jihadis Beternak Lele Demi Pulihkan Kepercayaan WargaMachmudi Hariono berbincang dengan Ganjar Pranowo. Dok Humas Pemprov Jateng

Menurutnya dengan ternak lele bisa memuluskan proses reintegrasi sosial di tempat tinggalnya. Dengan cara itu, Yusuf dan beberapa rekan eks napiter di Semarang bisa dengan mudah diterima oleh masyarakat.

Ucup bilang rutinitas lainnya yaitu menjadi Koordinator Yayasan Persadani yang menghimpun para mantan narapidana teroris yang tinggal di seluruh Jawa Tengah.

Seringkali dirinya kerap ditanya warga mengenai pengalamannya ketika menjadi teroris. Selain itu juga ada yang bertanya upaya mencegah paham radikalisme. Melalui obrolan santai, ia menjelaskan dengan pemahaman yang mudah diterima masyarakat.

"Kalau ketemu di warung, sambil lesehan ada yang tanya soal itu, saya jelaskan pelan-pelan. Intinya jangan sampai masyarakat terbawa pada image dan praduga mereka, saya berikan titik terang untuk memahami," jelasnya.

3. Warga diingatkan bahaya paham radikal yang disebar via medsos

Cerita Mantan Jihadis Beternak Lele Demi Pulihkan Kepercayaan WargaIlustrasi Aksi Terorisme (IDN Times/Mardya Shakti)

Ia pun mengimbau agar masyarakat berhati-hati dengan masifnya penyebaran paham radikal dan terorisme yang berkembang saat ini. Apalagi pengaruh paham radikal sangat mudah disebarkan melalui medsos.

"Harus lebih waspada, siapapun dan dimanapun bisa terkena paham ini. Jadi harus memproteksi diri dengan memperbanyak narasi. Saya sendiri akan berusaha menjelaskan sehingga pencegahan bisa kita lakukan," imbuhnya.

"Ajaran itu sekarang banyak di media sosial. Harus ada langkah preventif agar terhindar dari paham-paham radikal," tambahnya.

4. Ganjar: Ucup bisa jadi duta perdamaian di lingkungan rumahnya

Cerita Mantan Jihadis Beternak Lele Demi Pulihkan Kepercayaan WargaMachmudi Hariono mengisi waktu luangnya dengan ternak lele. Dok Humas Pemprov Jateng

Sedangkan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menuturkan bahwa tindakan yang sudah dilakukan Ucup bisa menjadi rujukan sekaligus duta perdamaian di tempatnya masing-masing.

"Ini keren ya, apalagi caranya bagus, ada kreatifitas yang dibangun. Di Genuk ada ternak lele, di sini jua sama, di Solo ada warung soto. Sekarang kalau ada cerita-cerita itu, kawan-kawan ini jadi narasumber. Ini cara bagus, sehingga masyarakat menerima dengan bagus. Apalagi mereka elegan sekaligus produktif mengembangkan bisnisnya," tukasnya.

Baca Juga: Setuju Pemulangan Eks ISIS, Mantan Kombatan JI: Siapkan Trauma Healing

Topic:

  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya