Semarang, IDN Times - Momen libur panjang akhir tahun dimanfaatkan sejumlah wisatawan dari rombongan keluarga untuk bernostalgia di gedung Lawang Sewu Semarang.
Tepat menjelang malam pergantian tahun, hari ini Rabu (31/12/2025), sejumlah rombongan keluarga berduyun-duyun berlibur untuk menikmati panorama di tiap sudut gedung perkeretaapian tersebut.
IDN Times melihat setiap sudut Lawang Sewu dipadati wisatawan. Terutama di Gedung A, Gedung B, Gedung C hingga di titik spot persewaan baju dan penjual oleh-oleh juga menangguk rezeki.
Seperti yang dilakukan Rajwa Zafira yang sengaja melancong ke Lawang Sewu untuk menengok dari dekat keunikan setiap ruangannya.
"Dulu pas umur lima atau enam tahun saya pernah diajak kemari sama keluarga. Tapi kan zaman dulu saya ndak tahu apa-apa. Nah, sekarang emang mau main kemari biar lebih paham sejarahnya Lawang Sewu kayak apa," kata Gen Z berusia 22 tahun ini ketika berbincang dengan IDN Times.
Ia bilang liburan akhir tahun jadi kesempatan bagus baginya untuk mengulik rekam jejak sejarah Lawang Sewu. Baginya Lawang Sewu punya keunikan tersendiri.
Apalagi ia kepengin tahu literasi sejarah di setiap ruangan gedung Lawang Sewu yang berdiri hampir seabad.
"Ini lagi keliling ke gedung-gedungnya lihat alat kereta api kayak apa saja, seragam petugasnya zaman dulu masih ada apa enggak. Yang jelas, saya suka banget liburan sambil kulik sejarah di sini. Lagian kan sejarahnya Lawang Sewu sudah terkenal banget kan," tutur mahasiswi desain grafis Unesa tersebut.
Secara umum ia juga melihat suasana libur panjang di Semarang tergolong ramai ketimbang tahun sebelumnya. Pasalnya sudah tiga hari ia melancong ke tempat-tempat wisata seperti Kota Lama yang mana banyak wisatawan yang tumplek-blek menikmati beragam wisata.
"Tahun ini ramai banget ya. Sudah tiga hari saya di Semarang, kelihatannya mal-mal ramai, di Kota Lama juga ramai. Di Lawang Sewu saya juga senang ada spot wisata 3D," ungkapnya.
Sedangkan Ririani, seorang wisatawan asal Sragen, berlibur ke Lawang Sewu seperti mengembalikan memori manisnya bersama keluarga besar.
Perempuan berusia 58 tahun ini sengaja membawa 11 anggota keluarganya dari Batam mulai suami tercintanya, anak, menantu dan cucunya untuk belajar sejarah perkeretaapian di Lawang Sewu.
"Dulu dulu saya sudah pernah kemari. Tapi tahun ini kesini lagi mau nunjukin ke cucu-cucu, ke anak-anak kalau gedung seperti ini harus dipelihara, dirawat terus dipelajari sejarahnya. Soalnya ini cagar budaya dan tempat wisata peninggalan Belanda," akunya.
Sambil menikmati eksotisme panorama gedung B, ia dan keluarganya menyewa baju adat untuk selfie bareng. Nenek dua cucu ini berharap layanan Lawang Sewu ke depan jadi lebih baik lagi.
"Kalau perlu (harga tiketnya) agak murah. Karena kemarin kami masuk bawa tiket tapi gak ada info kalau studio sewa bajunya udah tutup, agak kecewa sih, tapi ndak apa-apa saya hari ini kesini lagi buat plesiran sama keluarga besar," kata Riri.
