Pandemik COVID-19 tahun 2022 selain dianggap musibah, nyatanya juga membawa berkah. Setidaknya masa pandemik mengajarkan Enrico Candra untuk bangkit dari keterpurukan.
Rico, sapaan akrabnya yang tinggal di area Kelurahan Karangkidul Semarang itu harus jatuh bangun menghidupi istri dan anaknya di tengah situasi pandemik.
"Awalnya saya emang kerjaanya di proyek. Cuman pas COVID-19 kan semua terhambat. Orderan banyak yang ndak kebayar. Terus lama-lama mulai seret. Ya akhirnya saya mulai mikir kita ndak bisa begini terus. Soalnya saya punya tanggungan istri sama anak masih kecil di rumah," kata Rico, Jumat (28/11/2025).
Setelah lama berpikir, ia rupanya tak sengaja melihat sebuah mesin jahit di gudang rumahnya. Mesin jahit itu tampak sudah tua. Tapi justru dari mesin jahit itulah yang akhirnya mengubah jalan hidupnya.
Alhasil ia memutuskan membuat bisnis baju anak dengan menyulap rumahnya di kampung Karangkidul menjadi tempat usaha. Semua proses produksinya dimulai dari nol.
"Pas saya mikir usaha apa yang bisa nambah penghasilan, eh gak sengaja lihat ada mesin jahit usianya udah 30 tahun, udah kuno begitu di belakang rumah. Mau gak mau ya saya pakai. Saya coba-coba bikin baju anak. Tapi semuanya dimulai dari otodidak," akunya.
Sehari-harinya Rico dibantu seorang kenalannya untuk membuat desain baju anak, mengukur kain sampai menjahit. Ketelatenannya baru membuahkan hasil tiga minggu pasca menemukan mesin jahit tersebut.
"Seingat saya tiga minggu setelah saya mulai usaha bikin baju anak, itu baru ada yang beli. Yang beli pertama kali dari tante, terus saudara di lain hari ada yang nyobain beli satu," tutur bapak satu anak ini.
Dari satu orderan. Lambat-laun menjadi dua orderan, tiga orderan sampai seterusnya. Apa yang dilakukan Rico adalah sebuah keberhasilan menggabungkan sebuah keberuntungan, momentum sekaligus daya juang yang tinggi.
