Banyumas, IDN Times - Di tengah malam yang diselimuti rintik hujan, suara gamelan Jawa perlahan mengalun dari sudut Desa Rawaheng, Kecamatan Wangon, Banyumas. Obor-obor menyala temaram, diangkat tinggi oleh para remaja desa yang berjalan dalam barisan.
Di belakang mereka, ratusan warga RT 2 dan RT 3 RW 5 berjalan pelan, membawa tenong berisi makanan hasil bumi seperti kedelai, sayur mayur, umbi-umbian, dan lauk olahan rumahan. Itulah malam Sedekah Bumi, tradisi warisan leluhur yang masih lestari dan penuh makna, Kamis (22/5/2025).
Warga pria, wanita, bahkan yang sudah sepuh pun di dua RT tersebut bersama sama berjalan menyusuri jalan kampung untuk saling bertemu di satu tempat di Jalan pertigaan yang menjadi perbatasan dikedua RT tersebut.