Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi mertua dan menantu (pexels.com/Polina Tankilevitch)
ilustrasi mertua dan menantu (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Intinya sih...

  • Kunci utama: Tetap tenang dan sabar, hindari bereaksi dengan emosi yang sama untuk mengelola mertua dramatis dan reaktif.
  • Pahami perspektif: Tunjukkan empati terhadap perasaan mertua, dengarkan dengan penuh perhatian, dan cari solusi bersama untuk meredakan reaksi dramatis.
  • Tetapkan batasan sehat: Komunikasikan kebutuhanmu kepada pasangan, hindari topik yang memicu drama, dan minta dukungan pasangan dalam menghadapi mertua.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menikah tidak hanya menyatukan dua individu, tetapi juga dua keluarga dengan latar belakang karakter yang berbeda. Salah satu tantangan terberat dalam pernikahan adalah menghadapi mertua yang memiliki sifat dramatis dan mudah reaktif terhadap segala hal.

Situasi itu tentu menguji kesabaran dan bisa memicu konflik jika kamu tidak menanganinya dengan bijak. Agar rumah tangga tetap harmonis, kamu perlu strategi khusus. Berikut empat tips ampuh menghadapi mertua tipe dramatis tanpa harus memicu pertengkaran.

1. Tetap tenang dan sabar

ilustrasi wanita tenang (pexels.com/Oleksandr Pidvalnyi)

Kunci utama dalam menghadapi mertua yang dramatis dan reaktif adalah tetap tenang dan sabar. Jangan terbawa oleh emosi mereka atau bereaksi dengan cara yang sama. Sebab jika mengedepankan emosi akan memperburuk situasi.

Berbicara dengan tenang dan menghindari konfrontasi langsung dapat membantu meredakan situasi. Ingat bahwa tujuanmu adalah untuk menjaga hubungan yang harmonis. Lebih baik meluaskan sabar daripada mengedepankan amarah yang bisa merugikan. 

2. Berikan pengertian dan empati

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Cobalah untuk memahami perspektif mertua dan tunjukkan empati terhadap perasaan mereka. Kadang-kadang, reaksi dramatis berasal dari perasaan tidak aman atau kebutuhan untuk diperhatikan. Cobalah untuk lebih bijak dalam menilai suatu keadaan seperti ini.

Mendengarkan dengan penuh perhatian dan menunjukkan bahwa kamu peduli dapat membantu mengurangi intensitas reaksi mereka. Ungkapkan bahwa dirimu mengerti perasaan mereka dan ingin mencari solusi bersama.

3. Tetapkan batasan yang sehat

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Elina Fairytale)

Penting untuk menetapkan batasan yang sehat agar tidak terjebak dalam drama yang berlebihan. Jelaskan dengan sopan dan tegas batasan apa yang dirimu butuhkan untuk menjaga keseimbangan dalam hubungan. Utarakan dengan baik dan sopan supaya pesan dapat tersampaikan dengan baik.

Misalnya, jika ada topik tertentu yang selalu memicu reaksi dramatis, hindari topik tersebut atau alihkan pembicaraan ke hal-hal yang lebih netral dan positif. Merupakan solusi yang baik untuk diterapkan jika mertua sedang drama. 

4. Libatkan pasangan anda

Ilustrasi duduk berdua (pexels.com/Jep Gambardella)

Komunikasikan perasaan dan kekhawatiranmu kepada pasangan, dan minta mereka untuk mendukungmu dalam menghadapi mertua. Pasanganmu bisa menjadi jembatan komunikasi yang efektif, karena mereka lebih memahami dinamika keluarga dan dapat membantu menjelaskan situasi dengan cara yang lebih diterima oleh mertua. 

Kerja sama dengan pasangan dapat membantu mengurangi ketegangan dan menemukan solusi yang lebih baik. Maka komunikasikan segala hal dengan pasangan supaya masalah dapat terselesaikan.

Menghadapi mertua yang reaktif memang membutuhkan stok kesabaran, empati, dan strategi komunikasi yang ekstra. Dengan menerapkan pendekatan yang tepat dan menetapkan batasan yang sehat, kamu bisa meminimalisasi konflik dan perlahan membangun hubungan yang lebih harmonis dengan keluarga pasangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team