ilustrasi mindfulness (unsplash.com/Katerina May)
Agar empati tidak berubah menjadi beban mental, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan. Salah satunya adalah menetapkan batas emosional yang jelas. Ini berarti belajar untuk peduli terhadap orang lain tanpa harus menyerap semua emosi mereka. Teknik seperti mindfulness dapat membantu seseorang tetap hadir dalam suatu situasi tanpa tenggelam dalam perasaan orang lain.
Selain itu, menjaga kesehatan fisik dan mental juga sangat penting. Olahraga teratur, tidur yang cukup, dan meluangkan waktu untuk diri sendiri dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan yang disebabkan oleh empati berlebih. Jika kecemasan sudah mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, mencari bantuan dari terapis atau konselor bisa menjadi langkah bijak. Dengan memahami cara mengelola empati, kamu dapat tetap menjadi pribadi yang peduli tanpa harus kehilangan keseimbangan emosional.
Meskipun empati adalah kualitas yang baik, terlalu banyak merasakan emosi orang lain dapat meningkatkan risiko kecemasan dan stres. Dengan memahami bagaimana empati memengaruhi kesehatan mental, kamu dapat menerapkan strategi yang tepat untuk menyeimbangkan kepedulian terhadap orang lain tanpa mengorbankan kesejahteraan diri sendiri.
Jika kamu merasa empati membuatmu lebih sering cemas, cobalah beberapa teknik pengelolaan emosi seperti mindfulness, olahraga, dan menetapkan batas emosional. Ingat, menjaga keseimbangan adalah kunci untuk hidup yang lebih bahagia dan tenang.