Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pasangan saling menatap (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi pasangan saling menatap (pexels.com/cottonbro studio)

Intinya sih...

  • Sering berkata kasar saat bertengkar, menyakiti hati dengan perkataan yang menyakitkan.

  • Menangis untuk memanipulasi, membuatmu menuruti kemauannya dengan tangisan sebagai senjata.

  • Melakukan kekerasan fisik seperti memukul atau melukai secara fisik, tanda pasangan tidak baik.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ketika berbicara soal perundungan atau bullying, mungkin kamu langsung membayangkan tindakan kekerasan dalam lingkungan pertemanan atau profesional, bukan? Namun, tahukah kamu bahwa perilaku perundungan juga bisa terjadi dalam hubungan asmara?

Kamu perlu mewaspadai beberapa tanda berikut ini untuk mengetahui apakah pasanganmu termasuk seorang perundung. Mari kita cek bersama, apakah pasanganmu menunjukkan ciri-ciri ini?

1. Sering berkata kasar

ilustrasi wanita sedih (unsplash.com/Matt Moloney)

Hal pertama yang bisa menjadi tanda kalau pasanganmu tukang bully, yakni kalau berkata-kata suka kasar. Kondisi ini terutama terjadi bila kalian sedang bertengkar.

Misalnya, dia sering mengumpat dengan berbagai perkataan yang sangat menyakitkan hati atau menyebutmu dengan semua nama hewan yang biasa ada di kebun binatang. Pokoknya bikin sakit tak berdarah.

2. Menjadikan tangisan sebagai senjata

ilustrasi pasangan duduk berdua (pexels.com/Athena)

Menangis merupakan salah satu bentuk mengekspresikan emosi sedih, dan itu sangat wajar terjadi. Yang menjadi masalah, apabila tangisan ini dijadikan senjata sebagai usaha untuk memanipulasi kamu.

Misalnya, kamu menolak permintaan untuk menemaninya ke suatu acara. Hal itu bukan tanpa alasan, tapi karena kamu memang sudah ada janji temu yang telah dibuat jauh-jauh hari sebelumnya.

Seperti yang sudah-sudah, dia akan menangis supaya kamu menuruti kemauannya. Dan ini bukan sekali dua kali ia lakukan. Hal itu bisa jadi ciri kalau pasanganmu itu manipulatif!

3. Melakukan kekerasan fisik

ilustrasi pasangan bertengkar (pexels.com/RDNE Stock project)

Bila di poin pertama yang dilakukan pasanganmu berupa kekerasan verbal, yaitu menyakiti dengan berkata-kata kasar, jenis kekerasan ini melibatkan fisik. Misalnya, kepala kamu ditempeleng, tanganmu ditarik sampai meninggalkan bekas luka, atau tindakan melukai fisik lainnya.

Kekerasan verbal aja udah jahat banget, apalagi hal ini sampai melibatkan luka fisik. Itu tandanya, pasanganmu bukanlah tipe orang baik-baik, dan gak layak mendapatkan cintamu, lho.

4. Suka menyalahkan

ilustrasi pasangan bertengkar (pexels.com/Timur Weber)

Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Orang dengan kepribadian dewasa akan berani mengakui kesalahan tersebut dan meminta maaf. Sebaliknya, mentalitas tukang bully biasanya ditunjukkan dengan selalu mencari kambing hitam, yakni dengan menyalahkanmu.

Sekalipun minta maaf, jelas sekali gak tulusnya. Permintaan maafnya pasti disertai kata “tapi”. Misalnya, “Ya, aku memang salah. Tapi itu kan, karena kamu juga yang bikin aku emosi”. Nah lho, sudah jelas-jelas dia salah, tapi masih aja berdalih. Banyak excuses!

5. Meremehkan ide-idemu

ilustrasi pria murung (pexels.com/Renan Lima)

Pasangan yang baik seharusnya bisa semakin membuatmu percaya diri, bukan malah sebaliknya, bikin kepercayaan diri kamu rontok! Bila itu yang dilakukan pasanganmu selama ini, hal tersebut bisa jadi pertanda bahwa selama ini kamu sudah jadi korban bullying pasangan sendiri, lho!

Di antara ciri hubungan yang sehat, adalah saling mendukung satu sama lain. Di antara tindakan paling simpel dari bersikap suportif, yakni dengan menghargai pendapatmu. Bukan malah meremehkan seakan-akan idemu itu gak berarti, sehingga kerap membuatmu seperti orang bodoh.

Jika kamu menemukan ciri-ciri tersebut, jangan pernah menutup mata. Kamu harus menyadari bahwa pasangan yang telah kamu pilih bukanlah orang yang baik bagi kesehatan mentalmu. Apakah kamu yakin masih ingin mempertahankan hubungan dengan seorang perundung?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team