Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bergaul (pexels.com/Diva Plavalaguna)
ilustrasi bergaul (pexels.com/Diva Plavalaguna)

Intinya sih...

  • Patah hati bisa menghancurkan kepercayaan diri
  • Memaafkan dan kembali berinteraksi diperlukan untuk pulih
  • Sikap positif, percaya diri, dan topik obrolan menarik membantu memulai pergaulan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Patah hati akibat pengkhianatan atau kekecewaan sering kali menghancurkan rasa percaya diri hingga ke titik terendah. Rasa sakit tersebut kerap membuat kita menarik diri dari lingkungan, merasa minder, dan dipenuhi prasangka negatif. Namun, mengurung diri terlalu lama bukanlah solusi.

Kehidupan sosial harus tetap berjalan untuk membantumu pulih. Jika kamu merasa siap membuka lembaran baru, simak lima tips jitu untuk mulai kembali bergaul setelah masa penyembuhan diri.

1. Biar bisa santai, gak usah memikirkan hasil akan diterima baik atau ditolak

ilustrasi orang saling berkenalan (pexels.com/Yan Krukov)

Mau mencoba gabung ke lingkungan pergaulan baru yang lebih positif? Keren, nah biar gak gugup saat mengajak orang sekitar berkenalan, gak perlu memikirkan akan seperti apa hasilnya. Diterima ataukah mendapat penolakan, gak usah dipusingkan.

Terlalu fokus pada respons orang malah menghambat langkahmu memulai perkenalan. Santai dan bersikap hangatlah, hampiri orang tersebut dan ajak berkenalan. Niatkan hati untuk memulai pergaulan tanpa banyak berprasangka dan berpikir negatifnya. Dengan begitu, langkahmu akan tegap, percaya diri, dan menarik. Terlihat alami saat mulai berinteraksi.

2. Upgrade penampilan, sikap, dan kepribadian

ilustrasi berpenampilan menarik (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Tingkatkan rasa percaya dirimu untuk memulai kembali pergaulan. Entah dengan teman lama yang baik maupun orang baru, tetap perlu meningkatkan penampilan, sikap, hingga kepribadianmu. Ini semua akan menciptakan kesan positif, kamu makin optimis, orang tersebut juga akan merespons manis.

Ramah, menjaga etika, terbuka, dan saling menghargai, ini membantumu kembali menata diri dalam kehidupan sosial. Besar kemungkinan akan dapat banyak teman, gebetan, dan relasi sehat lainnya. Naikkan kualitasmu secara menyeluruh, tanpa bersusah payah menyenangkan orang lain, mereka akan respek dan senang hati menyambut.

3. Singkirkan berbagai pikiran negatif akan dianggap sok akrab

ilustrasi berpikir positif (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Bergaul dengan orang baru agar berpotensi punya teman baik maupun gebetan keren, maka jangan terlalu memikirkan hal-hal negatif. Gak perlu pusing akan dianggap sok akrab atau genit, niatmu untuk berteman, kalau ada yang menganggap negatif, tinggal diabaikan dan cari lagi teman baik lain.

Kalau sudah cemas dulu takut dikomentari buruk, pada akhirnya kamu gak jadi membuka jalan pertemanan, sebab malah kembali mengurung diri atau menghindari interaksi. Bebaskan pikiranmu, isi dengan optimisme dan hal-hal realistis.

4. Langsung ajak ngobrol orang sekitar dengan topik yang asyik

ilustrasi percakapan yang menyenangkan (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Akan sangat aneh dan terdengar membosankan kalau kamu ngobrol sama orang baru dengan bertanya hal biasa seperti dari mana, mau ke mana, membahas kemacetan jalan, dan sejenisnya. Itu topik yang kurang menarik, kalau ingin ada timbal balik, lemparkan topik yang asyik.

Misalnya, lagi ikut acara festival kuliner, ketika sudah menyapa orang baru di sebelahmu, tanyakan tentang makanan apa favoritnya. Pertanyaan seperti ini memancingnya bercerita panjang lebar, dan biasanya ada pertanyaan balik serupa untukmu. Obrolan jadi antusias, bahkan kalian yang datang sendiri-sendiri, selama acara bisa jalan berdua sambil ngobrol-ngobrol santai.

5. Ketika obrolan sudah mengalir, kembangkan wawasanmu supaya percakapan makin seru

ilustrasi obrolan seru bersama teman baru (pexels.com/RODNAE Productions)

Biar gak canggung dan bingung kehabisan topik, maka kamu perlu mengembangkan wawasan atas apa yang kalian bahas. Maka, simak dengan baik saat dia berbicara, sehingga bisa tahu ke mana arah obrolan biar terus mengalir seru.

Memiliki wawasan yang luas efektif membuat obrolan terus terasa hidup dan menyenangkan. Kamu makin terkesan positif, cerdas, dan punya kualitas. Namun, jangan juga sok tahu kalau nyatanya kurang paham. Jujur saja dengan memintanya menjelaskan hal yang belum kamu pahami. Ini gak akan menurunkan nilaimu, justru kamu terlihat makin menarik, karena gak gengsian dalam belajar sesuatu.

Mengambil waktu untuk menyendiri saat patah hati adalah hal yang wajar, namun pastikan secukupnya saja. Jika hatimu sudah lebih lega, segeralah kembali menyapa dunia luar. Hubungi sahabat lama atau beranikan diri berkenalan dengan orang-orang baru yang positif.

Langkah kecil itu akan membantumu memperluas jaringan pertemanan dan mengembalikan keceriaan hidupmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team