Semarang, IDN Times - Penggunaan moda transportasi yang inklusif terus bertambah di Kota Semarang. Kali ini, bajaj yang beroperasi dengan aplikasi Maxride berusaha menghadirkan layanan inklusif bagi para penyandang disabilitas.
Hal ini dibuktikan melalui kegiatan bajaj ramah anak disabilitas di Rumah Difabel Inklusi Semarang.
Saat menyambangi Rumah Difabel, anak-anak disabilitas diajak mengenal bajaj lebih dekat. Mereka juga diajak merasakan langsung pengalaman naik bajaj sekaligus mengikuti aktivitas kebersamaan yang dirancang aman dan menyenangkan.
Suasana ceria terlihat ketika anak-anak menikmati perjalanan menggunakan bajaj, tertawa, dan menunjukkan rasa antusias selama kegiatan berlangsung.
City Manajer Bajaj Maxride Semarang, Siva Gesita menuturkan, kegiatan ini menjadi ruang interaksi yang hangat antara anak-anak difabel dengan bajaj sebagai sarana transportasi yang bersahabat.
"Dari sisi keamanan, desain bajaj yang stabil dan tertutup memberikan perlindungan ekstra bagi penumpang anak-anak," tuturnya dalam keterangan yang diterima IDN Times, Rabu (21/1/2026).
