Surakarta, IDN Times- Memasuki 2026, industri perhotelan Indonesia memasuki fase pertumbuhan baru. Fokus bisnis hotel tidak lagi sekadar mengejar tingkat okupansi, melainkan bergeser pada penciptaan pengalaman menginap (experience) dan nilai premium.
Segmen villa, resort, boutique hotel, hingga luxury hotel diproyeksikan menjadi motor utama pertumbuhan, seiring perubahan perilaku wisatawan global dan domestik.
Tren wisata leisure inbound menunjukkan peningkatan signifikan terhadap permintaan akomodasi yang menawarkan privasi, ruang luas, pemandangan, serta pengalaman menginap yang lebih personal. Kondisi itu membuat resort dan villa makin diminati, terutama oleh wisatawan yang mencari ketenangan, quality time, dan restorative stay.
