Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Investor-Cina2.jpg
Investor asal China PT Foshan Jinke saat melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin. (Dok Pemprov Jateng)

Intinya sih...

  • Perusahaan China, PT Foshan Jinke, siapkan investasi Rp160 miliar untuk proyek air minum di Boyolali.

  • Boyolali dipilih karena memiliki sumber mata air yang bersih dan terisolasi dari aktivitas penduduk.

  • Investor harus patuh pada regulasi, menjaga keamanan lahan, dan melestarikan lingkungan dalam proyeknya di Jawa Tengah.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times – Sektor investasi di Jawa Tengah kembali bergairah. Kali ini, perusahaan asal China, PT Foshan Jinke, menyatakan ketertarikannya untuk membangun proyek air minum di Kabupaten Boyolali. Tak main-main, nilai investasi yang disiapkan mencapai angka Rp160 miliar (sekitar 7–10 juta dolar AS).

Sebelum menjatuhkan pilihan pada Boyolali, pihak PT Foshan Jinke bersama PT Tirta Utama Jawa Tengah (Perseroda) telah melakukan survei mendalam di enam lokasi berbeda. Boyolali terpilih karena memiliki sumber mata air yang kualitasnya dinilai paling mumpuni dan memenuhi standar ketat perusahaan.

Perwakilan PT Foshan Jinke, William Yeoh, menyebutkan bahwa hasil riset mereka menunjukkan air di Jawa Tengah sangat bersih. Selain kualitas air, faktor letak geografis juga menjadi penentu.

Sumber mata air di Boyolali diminati karena posisinya yang terisolasi dari aktivitas penduduk, yakni berjarak sekitar 1 hingga 5 kilometer dari area pemukiman, sehingga kesterilannya lebih terjaga.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menyambut baik rencana ini sebagai mesin pendorong ekonomi daerah. Meski mendukung penuh, Gus Yasin memberikan catatan tegas bagi investor:

Yakni Wajib Patuh Regulasi: Seluruh proses perizinan harus diikuti tanpa terkecuali. Keamanan Lahan: Lokasi proyek tidak boleh menggusur atau menabrak lahan persawahan produktif milik warga. Kelestarian Lingkungan: Investasi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga alam.

Proyek ini diharapkan tidak sekadar memperkuat industri air minum dalam negeri, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi warga sekitar. Selain menambah pendapatan daerah, PT Foshan Jinke diproyeksikan akan menyerap banyak tenaga kerja lokal dari wilayah Boyolali dan sekitarnya.

William Yeoh menegaskan bahwa para investor sangat puas dengan kondisi alam di Jawa Tengah. "Kami sudah riset langsung, air di sini kualitasnya jempolan," ungkapnya. Saat ini, rencana tersebut sudah masuk dalam tahap pematangan sebelum resmi dieksekusi.

Editorial Team